What I Have Seen in Myanmar – As A Muslim

DISCLAIMER : Tulisan ini hanya ingin mengajak para pembaca untuk lebih jernih menyikapi isu konflik dan tidak memperkeruh situasi yang bisa merugikan orang lain yang sesungguhnya tidak bersalah, hingga membuat persepsi baru membentuk kebencian baru. Tulisan ini bukan berarti melarang pembaca untuk bersuara atau beraksi untuk muslim Rohingya. Tulisan ini juga bukan menunjukkan keberpihakan saya terhadap Myanmar. Saya menolak penuh kekerasan dan perbuatan keji terhadap muslim Rohingya dan juga warga lokal di Myanmar.

Kemarin saya baru saja ikut menandatangani petisi Cabut Penghargaan Nobel dari Aung Sang Suu Kyi karena sikap acuh-nya dalam krisis kemanusiaan yang dialami warga Rohingya yang menelan banyak nyawa secara tidak pantas. Jadi pemimpin itu ujiannya emang gede. Saya tahu konflik ini bukan persoalan agama saja, lebih dari itu. Sedihnya, agama kembali digunakan untuk alat memicu konflik oleh orang-orang yang punya kepentingan.

Prinsip saya, yang (more…)

Read More

My First ‘Unexpected’ Umrah

Di momen lebaran haji ini, foto-foto Mekkah dan Ka’bah sudah berseliweran di timeline Instagram. Ah, saya jadi kangen. Tiba-tiba saya jadi ingin berbagi pengalaman Umroh saya satu tahun silam. Umroh tak disangka-sangka, dan saya sendiri masih heran bagaimana saya bisa mendapatkannya.

IMG_20161119_070129

Ka’bah

Sebelum itu, saya sebenarnya gatel banget untuk nulis soal First Travel. Meski saya bukan orang yang berhak men-judge tersangka pasutri itu. Tapi, saya geram sekali mendengar berita kalau First Travel yang telah menipu 30,000 jamaah yang mengambil uang mereka dengan nilai total lebih dari 500 milliar. Orang-orang inilah yang patut saya sebut sebagai penista agama yang sesungguhnya. Dan, Berita kasus First Travel ini masih tetap berseliweran hingga Lebaran Haji. Semoga berita-berita itu tidak membuat masyarakat memiliki mispersepsi terhadap ibadah umroh dan haji. Agama Islam itu jelas suci, kalau orangnya? Belum tentu, termasuk saya juga.

“ Berkat undangan Pangeran Arab, tahun 2016 saya bisa menginjakkan kaki ke Saudi Arabia pertama kalinya tanpa biaya sepeser pun, dan juga melakukan ibadah umroh pertama kali”

(more…)

Read More

Makanan Pesawat dari 9 Maskapai Berbeda, Kamu Suka yang Mana?

Sebagai seorang Student Traveler, gue selalu memperhatikan setiap detail perjalanan gue, termasuk makanan-nya! Kalau pergi ke suatu negara baru, kita pasti pengen nyobain makanannya, sama halnya kalau kita naik pesawat. Setiap perjalanan internasional dengan menggunakan pesawat Full Board biasanya penumpang diberikan meals atau makanan.

Meski porsi makanannya engga sebesar porsi normal (normal versi saya, ihik), makanan pesawat itu rasanya enak dan unik loh! Dan tentunya Halal, hampir semua maskapai asing sudah memahami konsep makanan Halal, jadi mereka pun menyediakan fasilitas untuk memilih jenis makanan, seperti Vegetarian, Halal, Kosher (halal-nya orang Yahudi), hingga Gluten Free.

Makanan pesawat biasanya disajikan dalam satu baki berisi satu hot meal (makanan utama yang disajikan panas), appetizer (berupa salad dingin atau lauk ringan), Dessert (buah atau cake atau pudding), air mineral dalam bentuk gelas yang ukurannya setengah dari aqua gelas, dan roti bun dengan butter/selai buah. Setiap kali pesawat, momen yang paling dinantikan adalah datangnya pramugari ke kursi saya dan memberikan satu baki berisi makanan. Itulah kenikmatan yang hakiki saat berada di pesawat. Hehehe.

Alhamdulilah traveling ke 31 negara, gue sempat mencicipi beberapa maskapai penerbangan yang menyuguhkan aneka makanan lezat dan selalu bikin ngangenin. Karena apa artinya jalan-jalan kalau kita tidak mengisi perut dengan makanan enak! Nah, pengen tau kayak apa (more…)

Read More