Ecofunopoly, The Environmental Board Game

Learning by playing is a good method for children to increase their cognitive and social skills. Early environmental education is an important need to gain character development and environmental impact optimalization to the children, especially in golden ages. Golden age is the most valuable period in childhood time to gain any kind of information and knowledge from their environments. In this period, the children can increase their cognitive, psycomotoric, emotional, and social skills. Poor environmental education can lead to a future generation with lack of environmental awareness. Therefore, early environmental education is very important on shaping future generation, in order to reach sustainable environment. A board game is one of the good option as a tool to teach the children about a specific issue, for example environmental issues.

ECOFUNOPOLY is a green board game which aims to provide an educational tool on sharing knowledge about environmental issues and also changing community behavior toward environment.This game was founded by Annisa Hasanah, a student from Bogor Agricultural University when she was in 2nd year of bachelor study (2009), and co-founded by Namira Andiani as the visual designer.

In 2012, ECOFUNOPOLY has been officially received a certificate of National Copyright ( Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

IMG_3267

1 set Ecofunopoly

Ecofunopoly consists of one board 40 x 40 cm (for the small size) or 4 x 4 m (for the giant size), green and hot cards, action cards, pawns made from recycled papers, wood dice, global warming card, and carbon trees (made from recycled papers).  The theme of Ecofunopoly is about carbon footprint. Carbon is used as a credit to calcute behavior of the player in the game. The aim of Ecofunopoly is to evaluate behaviour and awareness of the player towards environmental issues, for example energy, green consumption, water and sanitation, planting, etc. Ecofunopoly has been played by combinating practical activities to get more impacts (not only just playing). This board game has been widely spread in all over part of Indonesia as a teaching tool.

ECOFUNOPOLY is a green board game which aims to provide an educational tool on sharing knowledge about environmental issues and also changing community behavior toward environment.

  • For what ages Ecofunopoly can be played? 

For carbon footprint version, start from 9 years old above.

But we are now working on the game version for 4-6 years old. This game is suitable for anyone, from children, teenagers, and adult. It is recommended game for a family to increase social interaction among family members and can be used as eco-reminder. In school, this game can be used as a learning tool for environmental educatoion subject. 

  • Who have been used Ecofunopoly? 
  • Ecofunopoly games can played in every situation or events, during free time or any special occasion. Ecofunopoly has been used widely by Indonesians, from every group: students, university students, social or environmental activities, NGO workers, parents, entrepreneur, event organizers, and game collector.
  • This game has been used in many schools, social foundaton, and families from many cities and rural villages in Indonesia, such as Bogor, Medan, Lampung, Palembang, Makasar, Bali, Bulukumba, Yogyakarta, Pontianak, Jakarta, Tangerang, Denpasar, and many more.
  • 306892_3680417329253_461981897_n

    Rural children in Bulukumba played ECOFUNOPOLY

Furthermore, ECOFUNOPOLY was also used by some young teacher in INDONESIA MENGAJAR program, a program that initiated by Ministry of Education, Dr. Anies Baswedan. For the past few years, ECOFUNOPOLY has been used by university students for community service program in small villages around Indonesia.

  • What kind of achievements that has been granted for Ecofunopoly?

ECOFUNOPOLY has been received so many positive responses from many stakeholders, both national and international. ECOFUNPOLY has been achieved several awards, such as :  Danamon Young Leaders Awards 2009, ASHOKA Young Changemakers 2009,  BAYER Young Environmental Envoy 2010 in Germany, The Best 3 Candidate Yahoo! Indonesia17 for Green categoryi Hijau, Young Environmental Leaders Program (YELP) 2013 di Tokyo, Japan, Grantee of  Bussiness Plan Scholarship from Bank Mandiri 2011, Grantee of Young Entrepreneur Program from Ministy of Cooperatives Small and Medium Enterprises, Republic of Indonesia, and Kreativitaet im Studium Award from University of Goettingen, Germany.

ECOFUNOPOLY has been presented in many international forum, such as Future Leader Summit 2011 in Semarang Central Java, UNEP TUNZA International Conference 2011 in Bandung, Indonesia, Young Environmental Leaders Program (YELP) Open Forum in Oubirin University, Tokyo, Jepang, World Youth Congress di Istanbul, Turki, Make A Difference (MaD) Asia Forum Hong Kong, and many more.

IMG_0292

Ecofunopoly participated in Young Environmental Leader Program 2013

certificationina

Awarding Bayer Young Environmental Envoy 2010

_DSC_RL_181

Free Market, Make A Difference (MaD) Asia Forum, Hong Kong 2016

_DSC_RL_365

Make A Difference (MaD) Asia Forum, Hong Kong

MORE INFO  VISIT : www.ecofuncommunity.wordpress.com

Like Our Facebook Page here.

Follow our Instagram @ecofunopoly!

==========

Raising awareness on the most pressing environmental issues of our time is more important than ever.”Leonardo DiCaprio

 

Read More

Catatan Akhir Tahun 2012

Halo semua! 

alhamdulilah akhirnya bisa nyempetin juga untuk buat catatan akhir tahun ini 🙂

Postingan ini sengaja gue buat setiap tahunnya untuk merangkum segala hal yang gue alami selama setahun, dan mungkin bisa merefleksikan hidup gue untuk masa depan yang lebih baik. 

Afterall, a lot of things happened in the year of 2012.

2012-new-year-wishes-on-sea

Mungkin tidak seindah tahun-tahun sebelumnya, s I expected, a lot of things have done in my life, segala lika liku hidup, perjuangan untuk mimpi, ambisi yang belum tercapai, hasrat untuk mengunjungi tempat-tempat baru, dan tidak lupa… mencari makna dalam hidup .

Suka, duka. Sedih, senang. galau, optimis. 

tahun 2012 memiliki lebih banyak bumbu-bumbu kehidupan, karena pada awal tahun ini, gue menginjak pada kehidupan baru, kehidupan sebagai seorang sarjana. 

meski saat ini gue sedang bersekolah lagi (program s2), namun gue ngerasain banget perbedaan yang mencolok antara mahasiswa s1 dan s2. bedaaaaa banget. tapi gue bakal bahas lebih jauh lagi, tetapi gue ingin share tentang lika liku perjalanan  gue dimulai dari tahun 2012. 🙂

Pada bulan januari, gue sudah resmi dapat SKL (Surat Keterangan Lulus) dari IPB. Tanpa pikir panjang, gue langsung mendaftarkan diri untuk wisuda di bulan februari. Beres dengan urusan administrasi kelulusan, so then what should I do?

Jalan-jalan donk! alhamdulilah, gue dapet kado jalan-jalan ke Korea dari organisasi burung internasional bernama ARRCN selama seminggu. Serunya lagi, perjalanan gue saat itu berada pada musim dingin, there must be a snow! 

Tahun 2012 ini akhirnya.. for the first time… gue bisa merasakan salju putih yang turun langsung dari langit!

IMG_1681

Snow in Ganghwa, South Korea

Selain melihat salju, tahun ini gue dapet kesempatan untuk mengunjungi kota-nya K-pop, which Seoul!

Oh yeaaahh~ meski cuma sehari, gue senang banget bisa mewujudkan angan-angan yang selalu gue bayangkan tiap kali nonton drama Korea, gue selalu berteriak dalam hati, “I wanna go to Seoul someday!”

and my dream came true.

pada akhirnya gue bisa melihat secara langsung Cheonggyecheon Stream yang legendaris itu… FYI, stream ini dipakai untuk syuting video klip SEOUL-nya SNSD ama Super Junior, stream ini juga terkenal sebagai model lanskap alamiah di antara bangunan-bangunan tinggi yang modern di Seoul. 

IMG_2455

Cheonggyecheon Stream

Selain ke cheonggyecheon, gue dapet kesempatan buat nyicipin Ddeokbooki yang dimakan Yoo Jae Suk di Running Man episode 34 yang lokasinya di Hongdae, plus gue bisa ketemu teman Korea gue waktu ikutan BYEE dulu, Joohwa. 😀

Selama sekitar 1 jam, gue bisa ngerasain gimana rasanya jadi anak gaul Seoul yang cuci mata di Insadong Market, hahaha.

Sepulang dari Korea, gue langsung kembali melihat dunia nyata.

Karena gue belum terpikir untuk langsung kerja (niat sekolah masih nomor 1 banget waktu itu), aktivitas gue akhirnya beralih ke ngembangin usaha Ecofunopoly ke skala yang lebih besar,

alhamdulilah gue mendapat beasiswa bussiness plan dari bank Mandiri untuk mengembangkan usaha kecil ini, gue berhasil membuat Ecofunopoly menjadi mass production!

Untuk tahap awal ini, gue memproduksi 500 set permainan yang siap dijual di seluruh penjuru Indonesia!

Alhamdulilah sampai detik ini, pesanan masih terus ada, namun gue merasa masih belum total di dalam usaha, semoga ke depannya gue bisa lebih total or at least bisa manage waktu dengan baik. Awal februari gue launching Ecofunopoly untuk pertama kalinya, dan sampai saat ini, Ecofunopoly sudah terkirim di banyak kota di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Lampung, Pekan Baru, Aceh, Pontianak, Bali, Nusa Tenggara Barat, Makasar, Yogyakarta, Banjarnegara, Tegal, Brebes, dan masih banyak lagi. 

Sampai akhir Februari, gue masih total untuk mengurus usaha Ecofunopoly, ditambah gue meluangkan waktu untuk belajar TOEFL setiap harinya demi persiapan untuk daftar beasiswa s2.

Tanggal 29 Februari menjadi hari yang bersejarah dimana gue resmi jadi wisudawati (read more here)

Selesai wisuda, gue mulai memecah fokus gue menjadi dua hal, yaitu mengurus usaha dan menyiapkan dokumen untuk mendaftar beasiswa. disini gue merasa hidup gue lebih menantang. DI saat orang-orang sedang berusaha mencari pekerjaan, bahkan sudah bekerja. Gue masih luntang lantung mencari beasiswa, karena ini sudah niat, jadi gue tekuni terus.

Awal Maret, gue resmi bekerja sebagai staf magang di Fakultas. Pada akhir Maret, gue bisa memakai tiket pesawat AirAsia Jakarta-Bali PP dengan harga semurah-murahnya yang pernah gue dapet pas tahun 2011. Gue bersama Denda, Nisty, Tahmid melakukan backpacking selama 3 hari di Bali, and it’s so amazing! gue akhirnya bisa muter2in Bali dengan kendaraan umum plus nyewa motor (pas di Ubud). Jujur aja, naik motor di Ubud (tanpa punya sim) itu rasanya ga bisa diungkapkan dengan kata-kata. antara deg-degan, seru, nagih, nikmat, semua jadi satu! 😀 (baca cerita ke Bali di sini)

IMG_6905

Tahmid, Nisty, Gue, dan Denda sukses ke Sawah Teras Tegalalang Bali dengan motor! Yahoo~

Di akhir Maret juga, dengan tidak terduga, gue dipilih untuk dapetin penghargaan dari Yayasan Bakrie untuk Outstanding Achievement Awards. Lucunya lagi, gue tau kabar ini H-30 menit sebelum pemberian hadiah! wow gimana ga kaget coba? rasanya seperti dapat rejeki nomplok. dengan kagetnya 30 menit kemudian, gue langsung menjinjing satu laptop yang diberikan langsung ama Ardy Bakrie dn Nia Ramadhani. alhamdulilahh…. 😀 (simak ceritanya di sini)

Oke kita kembali ke pekerjaan gue, gue senang banget secara pribadi mendapat tawaran kerja di Fakultas, semoga ini bisa menjadi pengalaman bagi gue untuk mengenal dunia kerja di IPB.

selama bekerja sebagai asisten dosen (sepertinya lebih tepat dibilang asisten aja dibanding staf magang, hehe), gue dapet banyak kesempatan untuk mengenal orang, memahami sistem kelembagaan di IPB, bagaimana sistem itu bekerja, dan masih banyak lagi.

hal-hal di atas engga pernah gue pikirkan sebelumnya, gue pun sadar kalau selama ini gue masih berpikiran sempit saat mahasiswa dulu. akhirnya gue banyak banget melihat masalah dari sisi kacamata dosen, bukan dari mahasiswa.

program pertama yang gue urus adalah acara peringatan 60tahun pendidikan pertanian. acara ini berupa rangkaian acara untuk mengenang dan mrefleksikan pendidikan pertanian di IPB. selain itu, gue ikut terlibat dalam pembuatan booklet tentang searah pendidikan pertanian. Gue sendiri bertugas sebagai kolektor data, gue bolak-balik ke badan arsip nasional untuk dapat rekaman-rekaman video dan tulisan bersejarah terkait pertanian. Menarik!

Kesimpulannya, rasa haru muncul ketika gue melihat bagaimana sesepuh kita berjuang membangun pendidikan pertanian di Indonesia  dari masa ke masa. gue jadi bis membandingkan bagaimana dunia pertanian dulu dan sekarang (meski sekarang miris banget).

setelah acara itu, pekerjaan gue lebih banyak ke bidang kerjasama internasional.

sambil kerja, gue tetep ngejalanin usaha, plus hunting beasiswa. Hampir semua beasiswa yang ada gue apply,

gue mondar mandir bogor-jakarta untuk ngirim berkas beasiswa. Pertengahan tahun, perasaan gue hanyalah penuh-penuh harap, berdoa semoga gue menjadi orang yang beruntung, juga menyiapkan diri untuk kegagalan.

gue sendiri juga ikut mendaftar s2 ke IPB, dengan niat untuk mengambil program Double Degree.

Di suatu masa, gue pun harus menghadapi kenyataan yang pahit. Satu per satu jawaban datang.. dan tidak ada respon positif terhadap aplikasi beasiswa gue.

Dan di awal bulan Juni, gue mendapat kiriman surat dari Tunghai University Taiwan (gue daftar program Arsitektur Lanskap disana), yang menyatakan bahwa gue diterima sebagai mahasiswa disitu, namun sayangnya gue tidak dapat beasiswa. disitulah gue mendapat dilema berat.

Dari hasil googling, Tunghai University itu salah satu university top di Taiwan, lebih ‘wah’nya lagi itu EcoArk (ruang terbuka yang dibuat dari barang-barang bekas jadi bangunan megah) dibuat ama Arthur Huang yang saat ini jadi dosen di Tunghai University.

Hingga deadline datangm gue harus memberi jawaban untuk kesediaan gue mengambil tawaran itu. karena problem finansial, gue pun menyatakan batal untuk meneruskan sekolah disana.

Setelah ‘menolak’ tawaran dari Tunghai University, hati gue semakin galau. kadangkala gue merasa sedih, kesedihan yang cukup wajar ketika gue sendiri sedang berusaha keras mencari beasiswa untuk sekolah lagi.

Titik puncaknya berada di akhir Juli, dimana semua aplikasi beasiswa gue mengalami penolakn mentah-mentah, harapan gue terakhir adalah beasiswa Kemendiknas.

Gue kecewa banget berkas gue ternyata tidak jelas sudah diterima atau engga oleh mereka, alhasil gue sendiri tidak tercatat berkas gue masuk atau engga, dan otomatis gue ga lolos unuk dpat beasiswa ini.

And that was my last hope.

I felt so desperate.

I think that was the lowest point of my life. 

butuh beberapa hari buat gue untuk merenungi kembali segalanya, untuk memikirkan kembali bagaimana rencana hidup gue ke depannya. sampai-sampai gue pun mencoba untuk melamar kerja. berbeda dengan beasiswa, lamaran pekerjaan gue pun diterima, tanpa proses yang begitu ketat dan berbelit, gue langsung mendapat tawaran kerja pertama kalinya sebagai Landscape Supervisor di PT Sentul City.

but then… gue langsung dihadapkan oleh suatu pilihan. Tepat saat gue dapat pekerjaan itu, gue sendiri mendapat tawaran untuk s2 di IPB, disitulah gue mulai menyadari.

Allah may have a big plan for me, and He asked me to choose one.

Gue diuji saat itu, untuk membuat suatu pilihan yang tepat. untuk menguji apa benar gue masih berjuang untuk cita-cita saya, dan jalan pun dibukakan, gue pun ditawari untuk sekolah di IPB.

Alhamdulilah, gue masih punya passion yang kuat untuk sekolah lagi, sambil tarik nafas, gue memutuskan untuk meninggalkan tawaran pekerjaan, dan mengambil tawaran sekolah pascasarjana di IPB.

Alhamdulilah, once again alhamdulilah..

Awal September, gue memulai diri gue sebagai mahasiswa pascasarjana di IPB, sambil sekolah, gue tetap dituntut untuk bekerja di Fakultas.

Gue sangat bersyukur telah membuat keputusan yang tepat dengan memilih sekolah.

Semenjak sekolah lagi, gue merasa pikiran gue lebih terbuka, gue bnayak mengkaji filosofi ilmu, dan banyaakk banget yang gue dapet terkait lanskap , budaya, ekonomi, politik dn masih banyak lagi.

Inilah keuntungannya sekolah lagi, ras ingin tahu bisa tersalurkan dengan bebas lepas puas. 🙂

Di bulan Oktober, gue dapet kado lagi, alhamdulilah gue terpilih mewakili Indonesia dalam program Young Environmental Leaders Program di Tokyo bulan februari 2013 nanti. gue merasa kabar ini menjadi kado terbaik gue mengingat tahun gue belum berkesempatan untuk studi ke luar negeri. syukur alhamdulilah gue masih diberi ksempatan untuk mengembangkan permainan Ecofunopoly.

Di bulan November, gue mengambi libur panjang dengan liburan ke Gunung Anak Krakatau selama 4 hari.

satu kata buat gunungnya : INDAH..

Di laut sekitar kraktau juga punya terumbu yang bagus-bagus. Wownya lagi, akhirnya gue bisa nyelam ke laut tanpa life vest! Yippiee…

akhirnya bisa juga, hahaha.. 😀 selain itu, gue pertama kalinya nyoba nyebur dengan loncat ke laut dari perahu, filannly I made it too!

hmm mungkin sepertinya segitu aja catatan akhir tahun  gue selama 2012 ini, semoga bisa bermanfaat dan bisa memberikan pencerahan ke teman-teman semua.

Selamat Tahun Baru semua! semoga di tahun 2013 , kita bisa menjadi lebih baik lagi! amiiiin

 

salam,

 

Annisa

Read More

Tulisan Pertama tentang Motivasi

beberapa hari yang lalu saya dihubungi oleh Mas Rahman dari Humas IPB.

Saya mendapat tawaran untuk membuat tulisan motivasi yang akan dimuat di majalah Pariwara IPB edisi Juli 2012,

karena saya sendiri suka menulis, saya menerima tawaran itu dengan senang hati 😀

Namun, yang bikin saya agak kepikiran, seperti apa tulisan yang bersifat me-motivasi?

karena sampai saat ini, setiap kali menulis di blog, saya tidak punya style apapun, nulis ya nulis aja,

bahasanya yang enak aja gimana, hehe. Saya jadi cukup tertantang buat bikin tulisan ini.

Mas rahman meminta saya untuk membuat tulisan yang bisa memotivasi wisudawan dan mahasiswa baru.

Akhirnya saya coba-coba browse di internet tentang tulisan motivasi, entah kok ga nemu-nemu ya? hehe

alhasil saya buat tulisan yang bisa dibilang ‘curhat’, saya tuangkan kesan-kesan saya selama studi di IPB dengan jujur dan penuh perasaan, tulisan pun langsung saya kirim, tanpa saya edit dulu.

Alhamdulilah, tanggal 4 Juli lalu, bertepatan dengan hari wisuda, saya dapat kabar dari Andra, teman saya yang diwisuda hari itu,

lewat twitter, dia menuliskan

“@renandra : @annisaa_potter muncul di pariwara berita ipb euy dibaca ma semua yg wisuda hari ini..”

 

Wow! ternyata tulisan saya dimuat juga, alhamdulilah, entah rasanya senang sekali kalau tulisan hasil sendiri bisa dimuat di majalah. 😀

rasanya semacam kepuasan pribadi! hehe

keesokannya saya pun menemui mas Rahman untuk minta majalah-nya (penasaran pengen baca, hehe).

Pertama kalinya saya melihat tulisan saya sendiri terpampang di majalah kampus. huaahh senaanngg 😀

Buat temen-temen yang ingin tahu isi artikelnya, monggo dibaca artikelnya dibawah ini. (tadi sempet ngescan pake scanner fakultas :p)

Selamat membaca! semoga tulisan saya bisa benar-benar memotivasi kalian ^^ Selamat kepada para wisudawan IPB atas kelulusannya, semoga bisa menjadi Sarjana yang bermanfaat dimanapun anda berada! ^^

AxGtn3ICAAAQvIq

“Menjadi Sosok Inovatif dan Kreatif”

by : Annisa Hasanah, SP

 

Read More