STUDENT TRAVELER : FIRST TIME IN NEW YORK (Part.2)

New York buat saya adalah sebuah kota dengan sejuta film. Sebut saja film tahun 60an Breakfast at Tiffany, When Harry Meet Sally tahun 80an, Autumn in New York tahun 2000an, Wolf of the Wall Street tahun 2013, Night at the Museum, hingga Batman. Bahkan Film Batman The Dark Knight Rises yang menjadikan New York dengan sebutan The Gotham City.

Here I am.. in Gotham City.  

Kota New York memiliki banyak sebutan, mulai dari The Big Apple, The City that never sleeps, The Center of The Universe, hingga The Great American Melting Pot”. Tapi, saya lebih suka menyebut New York sebagai The Gotham City! Yes, it’s Bruce Wayne, a.k.a Batman!

Gotham City adalah kota fiksi dalam komik superhero Batman, kalau kita lihat penggambaran kota-nya di komik dan film, konon terinspirasi dari New York City. Setelah puas mengelilingi Liberty dan area Selatan Lower Manhattan (baca cerita part.1 disini), saya menyusuri Broadway street, memasuki area Financial District. Distrik inilah Wall Street dan New York Stock Exchange berada, dan distrik inilah lokasi epic scene Batman The Dark Knight Rises! Aaaaakkk~ *mendadak fangirling

Tepat di ujung Bowling Green, saya liat banyak orang lagi mengerumuni satu tempat, ada apa tuh ya? (more…)

Read More

STUDENT TRAVELER : FIRST TIME IN NEW YORK (Part.1)

 

Ketika tahu bahwa saya akan pergi ke Amerika Serikat, langsung terbesit dua kata di benak saya : New York. Finally I made my dream come true..

Waktu saya dapat pengumuman lolos program YSEALI Professional Fellow, ada dua kata yang langsung terlintas di benak saya: New York. Sejak dulu, saya selalu punya mimpi untuk pergi ke USA. Dan saya berjanji, jika saya bisa ke USA, I must go to New York, for many reasons. Jurusan saya (Arsitektur Lanskap) dan Film telah membuat saya merasa dekat dengan New York City. Sebut saja, Central Park, Empire State, hingga Little Italy. All I wanna see is in one city!  So, If you ask me which movies are located in New York, I will confidently mention all movies I’ve watched! From How I Met Your Mother to The Dark Knight!

Recommended Playlist while you’re reading this post or while you’re in NYC

Empire State of Mind – Alicia Keys & Jay-Z

New York – U2

New York – Ed Sheeran

 

Saya tahu USA itu negara yang besar, sempat harap-harap cemas ketika menunggu placement fellowship saya, karena bisa jadi saya dapat penempatan di belahan West Coast atau Southern USA yang mana jauh sekali dari New York yang berada di East Coast (imbasnya, ongkos perjalanan akan besar sekali). And, yes! I got Arlington, Virginia! Arlington ini berada sangat dekat dengan Washington DC. Kota DC sendiri hanya berjarak 4 jam saja dari New York dengan moda transportasi darat.

Keberangkatan saya ke New York ini sesungguhnya Bad Timing. Tepat lima hari sebelum keberangkatan saya, ada berita kalau ada teroris (more…)

Read More

CATATAN AKHIR TAHUN 2017

Entah apa Cuma perasaan gue atau bukan, satu tahun ini waktu berjalan superrrr cepat, sampe gue gak percaya kalau hari ini adalah akhir tahun 2017. It feels like I just started this year few weeks ago, 2017 runs like a speed of light! Konon, ada yang bilang kalau seseorang melakukan aktivitas dengan tidak terasa kalau waktu berjala begitu cepat, artinya dia sangat menikmati hidup. Mungkin ini pertanda kalau gue cukup menikmati hidup,isn’t it? 
Finally it’s time for my year end ritual : catatan akhir tahun!
Kalau yang pernah baca Catatan Akhir Tahun gue sebelumnya, Catatan Akhir Tahun ini isinya tentang refleksi diri gue, capaian apa yang sudah gue bersama orang sekitar gue dapat selama satu tahun ini, dan apa harapan dan rencana ke depan. Emang agak mainstream sih, but I need to write this.
Gue menulis ini untuk jadi bahan refleksi gue tidak hanya detik ini, tapi akan menjadi saksi sejarah hidup gue, kelak nanti gue akan baca di masa depan (InshaAllah kalau Allah kasih umur panjang), dan semoga catatan ini akan membuat gue ‘tersenyum’ dan mensyukuri seutuhnya that I had a good life from God. 
Kali ini, gue sedang tidak traveling, saat ini gue duduk manis di rumah sambil, berhadapan dengan laptop merah kesayangan, ditemani secangkir teh panas dan alunan musik-musik di Spotify (now, I’m listening to Misty by Johny Mathis, oh my gosh soo perfect).
I had a good year, that’s all I can say.
Allah selalu memberikan kejutan yang tidak pernah saya duga, kalau ibarat main tinju, tahun 2017 itu bunyinya begini : “Bam! Bam! Bam! Kapow!”. Bukan Cuma sekali, tapi berkali-kali. That’s why I’m so grateful and so much blessed to have this wonderful life. But, still nothing’s perfect in life. Makanya harus banyak bersyukur, manusia selalu aja gak pernah puas, termasuk saya.

Gue percaya yang namanya hidup harus ada tujuannya, ada goal yang mau dicapai. Setahun ini alhamdulilah gue bisa accomplish beberapa personal and professional goal dengan proses yang tidak mudah.

WISUDA S2
Awal tahun 2017, gue akhirnya melangsungkan seremoni wisuda S2 di IPB. Betapa plong-nya pada kala itu, tanggal 18 Januari 2017, gue bisa memakai toga untuk kedua kalinya, tanda bahwa gue sudah lepas kewajiban gue sebagai mahasiswa di IPB. Bagi gue, momentum wisuda bukan momen melepas status mahasiswa, tapi hanya berpindah institusi saja. From that time, I’m a student in the University of LIFE.I realized that’s the right time to spread my wings and fly.
NEW COUNTRIES, NEW PROVINCES
Selama tahun 2017, gue mencatat ada dua provinsi dan empat negara baru yang gue injakkan. Provinsi yang beruntung itu adalah Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan! Trip ke provinsi ini tujuannya sama : memenuhi undangan untuk mengisi acara sebagai seorang Student Traveler menyambi Social Enterpreneur. Ga Cuma jalan-jalan, gue dapat kesempatan untuk ketemu banyak mahasiswa dan pemuda disana, dan kesempatan networking juga! Perks of being Travel Writer : Lots of travel opportunity! yeay!
Aussie for A2ELP
Bulan Maret silam, saya mendapat kesempatan untuk mewakili Indonesia dalam Australian ASEAN Emerging Leaders Program. Saya mendapat kesempatan fully funded trip ke dua kota di Australia, Melbourne dan Sydney selama 12 hari. Pertama kalinya bisa traveling ke Aussie, and I love the country so much! Gue jatuh cinta sama Melbourne, saking cinta nya ama kota ini, gue kepikiran untuk meneruskan studi di kota itu. 
WINNING YSEALI FUTURE SEEDS GRANT
Akhir tahun 2016, gue mendapat kabar kalau tim Ecofun memenangkan kompetisi dari US Embassy : YSEALI Future Seeds Grant. Kami memenangkan dana hibah sebesar USD 15,000 untuk merealisasikan project usulan dengan judul Ecofun Go! ASEAN. Alhamdulilah satu tahun menjalankan project ini, tim Ecofun bertambah besar dan besar, dan tentunya membuka kesempatan Ecofun untuk dikenal lebih luas lagi.
Myanmar & Philippines for YSEALI Future Seeds Project
Karena usulan projectnya di tiga negara ASEAN (Indonesia, Myanmar, Filipina), gue berhasil membuat counterpart Ecofun di dua negara baru, dan juga game Ecofunopoly bisa memiliki dua bahasa baru : Tagalog dan Burma! Untuk menjalankan project, gue berkunjung ke Manila, Yangon, dan Maubin untuk mengadakan event bersama May dan Bea, sedangkan di Indonesia di support oleh Mentari, Viviq, Wulan, Meta, dan teman-teman Volunteer lain. I dedicate this story for all Ecofun Volunteers. Thank you so much.
USA for YSEALI Professional Fellow
This is the KAPOW! Moment. This year, I made my dream come true, finally I can stepped my feet to USA! (baca ceritanya disini). Awal Juli, gue menerima kabar gembira kalau gue terpilih sebagai YSEALI Profesional Fellow, sebuah program fellowship selama 6 minggu di Amerika Serikat. Gue mendapat penempatan program di Deloitte, sebuah perusahan konsultan bisnis terbesar di dunia dan tinggal di Virginia, sebuah state yang berada di sebelah Washington DC (baca ceritanya di artikel kompas disini). My fellowship was AMAZING, that’s all I can say. Melalui fellowship ini juga, gue bisa memenuhi mimpi gue untuk melihat kota Washington DC, Philadelphia, daaaannn… NEW YORK! Alhamdulilah, gue bisa merasakan betapa bahagianya duduk di Central Park, menyusuri jalan di Manhattan, melihat Wall Street, mengunjungi museum the Met, dan ketemu sobat gue: Role yang lagi kerja di AS. I feel really bleassed during my trip to USA. InshaAllah detilnya will be posted soon yah, soalnya USA story ga bakalan cukup satu postingan, tapi bakal berjilid jilid, seperti aksi damai. :p
ECOFUN GO! ASEAN FESTIVAL
Bulan Agustus silam, Ecofun Community berhasil mengadakan event besar untuk kali pertama: Ecofun Go! ASEAN Festival di Balaikota Bogor. Event ini berupa one day event berisi kompetisi, hiburan, pameran,dan masih banyak lagi, Disupport oleh sekitar 50 Volunteer dan 10 partners. Meski berakhir dengan suara habis dan lelah luar biasa, I’m very proud that we have done something good for kids though our campaign.
NEW COLLABORATIONS
Semenjak fokus di dunia bisnis, alhamdulilah Allah banyak kasih kesempatan buat saya untuk berkolaborasi lebih banyak lagi mulai dari organisasi internasional hingga lokal seperti IFRC, PMI, KLHK, DOMPET DHUAFA, GIZ, United Nation Volunteers, dan lain-lain. InshaAllah tahun 2018, Ecofun akan bekerjasama dengan beberapa instasi untuk pengembangan game baru . Mohon doanya ya!
ECOFUN ON TV & MEDIA
Sebagai pengusaha tingkat pemula, gue percaya kalau media exposure itu penting banget dan bisa membantu usaha kita. Tahun ini, Ecofunopoly juga bisa hadir di beberapa media nasional seperi PAGI PAGI NET TV, Merajut Asa TRANS TV (Thanks Uchi), LAPTOP SI UNYIL, METRO NEWS, JAWA POS (thank you Mia), Good News from Indonesia (Thank you @melubii). Video nya bisa dilihat di YouTube ya!
Meet Mr. Mike Pence
Kejutan yang tidak terduga datang dari US Embassy, dimana gue diundang untuk bertemu tamu penting yang engga gue sangka kalau dia adalah Wakil Presiden Amerika Serikat, Mike Pence. Gue bersama teman-teman YSEALI terpilih diundang untuk bertemu beliau di ASEAN Secretariat.
WINNING IMPACT ASEAN CHALLENGE FROM UNITED NATION VOLUNTEERS
This is one of the best moment for Ecofunopoly. Tahun ini, Tim Ecofun memenangkan juara 1 kompetisi tingkat Asia Pasifik dari United Nation Volunteers bernama Impact ASEAN Youth Volunteering Challenge di Bangkok, Thailand. Gue sendiri tidak menyangka kalau tim Ecofun bisa lolos dari sekian ratus pelamar dan bisa terpilih sebagai juara pertama. Momen inilah yang membuat Ecofun menjadi community partner-nya United Nation Volunteer Indonesia. Jujur, gue terharu banget, engga pernah menyangka kalau Ecofun bisa sampai pada tahapan rekognisi dari PBB. Alhamduliah.
My Centenarian Grandma : 102 years old
Lebaran kemarin, gue pulang kampung ke Riau, kampung halaman Ayah gue. Saya menjenguk nenek gue yang bias ague panggil Ino. She is a centenarian alias orang yang sudah hidup lebih dari 100 tahun. Yes, she is 102 years old. Ino gue emang panutanqu, meski udah gampang pikun, gue amazed melihat Ino yang sehat, masih bisa solat, masih suka bersenandung ayat Quran, dan hebatnya lagi, masih bisa makan nasi rendang! Ino, you’re my goals! I wish her always keep healthy and happy.
STUDENT TRAVELER #2 : PUBLISHED!
Sesuai dengan harapan gue di tahun 2016, alhamdulilah kalau buku kedua gue: Student Traveler #2 terbit juga! Sempat menunggu antrian terbit dari penerbit, bulan September buku Student Traveler #2 dilaunching secara resmi di IPB dalam acara Bi Annual Returnee Seminar (thanks bu Shinto!). Alhamdulilah, antuasiasme teman-teman untuk baca buku saya masih ada. Saya ingin memberikan apreasiasi kepada seluruh pembaca saya yang sudah membaca buku saya dan mendapatkan inspirasi dan motivasi dari cerita saya, semoga tulisan saya bisa terus memberikan nilai positif ke para pembaca.

Launch New Product : Ecofunopoly Premium
Selain launching buku, alhamdulilah saya bisa launching produk Ecofunopoly seri premium. Misi Ecofunopoly setiap tahunnya adalah menciptakan produk baru yang menarik, mendidik, dan tentu bisa memberi solusi dari masalah lingkungan yang terjadi. InshaAllah tahun 2018 ini, Ecofun akan melahirkan produk produk baru yang gak kalah menarik! Mohon doa restunya ya teman-teman 

Business Student by Experience
Setahun terakhir ini gue banyak fokus membangun usaha Ecofunopoly ke arah yang lebih baik. Untuk dapetin itu, gue percaya kalau gue harus doing and learning at the same time. Mengutip quote dari Don Corleone nya Godfather “I have learned more in the street than in any classroom”. Tahun ini gue sedikit menyesal karena tidak belajar bisnis lebih awal, but I know there is no late to learn new things. Tahun ini gue bersyukur banget bisa belajar seluk beluk dunia bisnis. Beruntungnya gue belajar dari banyak orang, banyak buku, banyak aktivitas yang telah gue lakukan. Gue menyadari kalau bisnis itu bukan Cuma cenayang atau asal-asalan, tapi ada ilmunya. Gue suka kesel kalau ada orang suka komen atau Cuma basa basi “enak banget usaha, ga perlu capek-capek kerja kantoran, tapi duit dateng”. Orang kayak gini nih minta di-sleding abis! Hahaha. Setahun gue dapet ilmu banyak banget, tapi tantangannya sekarang adalah bagaimana gue bisa mengamalkan semua ilmu yang gue dapet di waktu yang singkat dan SDM yang terbatas. InshaAllah tahun 2018 bisa lebih baik,

Sebenarnya ada banyak refleksi diri yang ingin gue ceritakan disini. Yang namanya manusia, pasti ingin bisa hidup lebih baik, gue menyadari kalau gue masih banyak banget kebiasaan yang harus diperbaiki. Pertama, soal Disiplin. Gue masih harus mengasah kedisiplinan gue untuk semua aktivitas yang gue jalani. Kedua, Fokus. Dengan banyaknya kerjaan silih berganti, gue lebih mudah untuk terdistraksi dan berpindah fokus. Gue baru baca buku judulnya Ikigai, kalau sebenarnya sulit untuk bekerja banyak hal dalam satu waktu, hasilnya tidak akan sebaiknya bekerja satu hal dan fokus. Ketiga, Mengurangi Distraksi. Jaman sekarang, group Whatsapp ada 20 tapi kadang isinya gak jelas, notifikasi datang terus, dan malah gampang ter-distract. Itu baru Whatsapp, belum yang lain. Gue merasa kalau kadang kita perlu mempersempit distraksi , khususnya medsos. Dan ini PR gue banget buat manage ini semua.

FUTURE PLAN?
Melihat gue sangat put extra hard work selama setahun ini, yang kadang-kadang berakhir nge-drop dan sakit, di sisi lain gue percaya kalau mau hidup sehat dan seimbang, gue harus sering memperhatikan kondisi fisik gue. So, gue ingin lebih enjoy menikmati hidup, lebih banyak berolahraga, lebih banyak makan makanan sehat (ini nih yang masih PR banget!), menjalani apa yang gue jalani saat ini, menghadang segala rintangan dan cobaan dengan kepala dingin, dan bahagia bersama orang-orang yang gue sayangi.
Bicara gaya hidup, tantangan terberat gue adalah mengatur pola makan. Gue masih masuk ke klub generasi micin, dan gue harus mulai ninggalin, dan mulai diet sehat.
Entah apa emang ini fasenya atau bukan, seiring bertambahnya umur, gue menyadari kalau kadang kita perlu slow sedikit, gak perlu terlalu ambisius, itu jauh lebih baik.
Rencana lain adalah membangun prioritas dalam hal apapun. Gue sadar kalau gue Cuma punya badan satu, tangan dua, waktu 24 jam, tapi kesempatan dan aktivitas melebihi dari kapasitas yang kita punya. Setahun ini kesempatan emas datang silih berganti, but I know, I couldn’t take everything. So, I should set priority, mendahulukan hal-hal yang menjadi tujuan utama gue. It will not easy, mengingat gue ini orang yang tidak suka melewatkan kesempatan. But, let’s see!
Future plan dalam urusan traveling sudah pasti ketebak banget sih : MORE TRAVELING OPPORTUNITIES. Of course, for free donk! InshaAllah, dalam waktu dekat ini gue akan balik ke satu negara dengan event special yang bakal bikin lo menganga (haha lebay ya gue) dan ngetrip ke provinsi baru di Indonesia with my hubby. Tahun 2018, inshaAllah gue akan mulai nulis draft untuk Student Traveler #3, banyak negara baru yang belum gue bagi kisahnya, inshaAllah bakal seru banget!
Dalam urusan Ecofunopoly, gue gak akan jabarin satu-satu, yang pasti adalah make it sustain, make it better. Kerja keras masih jadi kunci di tahun mendatang!
Last but not least, orang-orang yang gue sayangi selalu berada dalam lindungan Allah SWT, selalu sehat, bahagia. Terima kasih buat semuanya yang masih stay bersama gue, masih mendukung gue, masih menerima gue apa adanya! InshaAllah doa-doa yang baik akan terus dipanjatkan, karena manusia itu memang makhluk yang selalu meminta-minta ke Sang Pencipta.
Selamat Tahun Baru Masehi. Can’t wait for 2018!
Best regards,
@annisaa_potter

Baca cerita seru saya Traveling gratis ke berbagai negara di buku Student Traveler ya! Buku tersedia di Gramedia, Gunung Agung dan toko buku terdekat. Pesan online bisa ke www.penebar-swadaya.net.

Read More