Bergen-Belsen Nazi Concentration Camp – Kamp ‘Penampungan’ Kematian

Bagi para penyuka sejarah Perang Dunia II, istilah kamp konsentrasi atau Concentration Camp mungkin sudah tidak asing lagi terdengar. Yup, Concentration Camp adalah kamp yang diinisiasi oleh Nazi untuk kerja paksa selama perang dunia II berlangsung dan pada akhirnya pekerja paksa tersebut ikut di’basmi’ secara mengenaskan di kamp tersebut. Selama perang dunia, Nazi membangun banyak kamp konsentrasi yang tersebar di seluruh penjuru Jerman dan area jajahannya, seperti Polandia dan Ceko (info lebih lengkap dapat dilihat disini : http://en.wikipedia.org/wiki/Nazi_concentration_camps).

Kamp konsentrasi merupakan salah satu saksi bisu kekejaman rezim Adolf Hitler dan antek-anteknya yang tergabung dalam partai Nazi saat memimpin Jerman melalui paham ‘anti-semitisme’ sebagai tombak utama ideologinya. Hitler mencetus ideologi baru bahwa suatu golongan atau ras tertentu harus dibinasakan dengan cara yang tidak wajar dan cukup menentang nilai kemanusiaan.

Pada kali ini, perjalanan gue di Jerman telah membawa gue menuju salah satu kamp konsentrasi Nazi yang terletak di dekat kota Celle, kota yang berjarak sekitar 180 km dari kota Goettingen, tempat gue menimba ilmu. Kamp ini diberi nama ‘Bergen Belsen Concentration Camp’.

IMG_4616

Penawaran perjalanan ke kamp ini gue ketahui dari booklet Foyer International Goettingen University. Setiap tahunnya, mereka memberi beberapa penawaran ekskursi dengan harga yang sangat terjangkau ke beberapa lokasi di kawasan Lower Saxony dan sekitarnya. Hanya dengan membayar 10 euro saja, gue bisa mengikuti program ekskursi ke Bergen Belsen Concentration Camp selama satu hari penuh, termasuk transportasi pulang-pergi dengan bus, makan siang serta ditemani oleh tour guide selama perjalanan! !0 euro untuk trip satu hari itu luar biasa murah (karena program ini disubsdi dari pihak Universitas) 🙂

Perjalanan dari Goettingen menuju kamp menghabiskan waktu selama kurang lebih 2,5 jam. Kamp ini terletak di lokasi yang agak terpencil dan cukup jauh dari pusat kota, penentuan letak kamp ini tentu dipertimbangkan secara matang supaya orang-orang yang tinggal didalamnya tidak bisa dengan mudah kabur dari kamp tersebut. Setiba di pintu masuk, rombongan kami diterima oleh tour guide yang akan memberikan informasi secara detil tentang kamp konsentrasi Bergen Belsen.

Presentasi secara umum mengenai sejarah berdirinya kamp adalah agenda pertama dalam ekskursi.

Secara singkat, Bergen Belsen Concentration Camp pada awalnya difungsikan untuk POW camp (Prisoner-of-War Camp), kamp untuk tawanan perang, bukan diperuntukan untuk kamp kerja. Lalu pada tahun 1944, kamp ini pun dijadikan sebagai kamp penampungan bagi orang-orang Yahudi yang akan dikirimkan ke kamp lain untuk bekerja. Kamp ini merupakan tempat untuk menyimpan ‘valuable Jewish’ atau orang-orang Yahudi yang memiliki nilai penting. Apakah nilai penting itu?

“Kamp ini dijadikan sebagai tempat menyimpan orang Yahudi yang memiliki kolega dekat di luar Jerman, misalnya Amerika Serikat. Nazi memasangkan harga untuk satu orang Yahudi supaya dapat dibebaskan dari kamp tersebut dengan harga yang tidak murah pada saat itu, yaitu 10,000 Deutsch Mark per orangnya, dan koleganya harus mau membayar uang sejumlah itu untuk mendapatkan sanak saudaranya kembali” sahut Benjamin dengan antusias.

Sang tour guide juga memaparkan bahwa kamp Bergen-Belsen ini awalnya hanya diisi oleh 500 orang saja, akan tetapi saat perang dunia II pecah, jumlah orang yang mengisi kamp ini melonjak drastis menjadi 20.000 orang! Karena ketidakcukupan tempat bernaung bagi para tawanan, maka ribuan orang yang tidak mendapat tempat terpaksa harus menghabiskan waktunya selama bertahun-tahun di ruang luar, termasuk saat musim dingin. Tidak menyerah karena tidak memiliki tempat berlindung, mereka pun membangun lubang galian yang dijadikan sebagai tempat tidur. Saat melihat langsung foto lubang galian yang dibuat mereka, gue langsung terbayang bagaimana mereka bisa menghabiskan sepanjang malam di waktu musim dingin dalam lubang tersebut.

Singkat cerita, karena ketidakcukupan tempat tinggal dan persediaan pangan, kondisi tawanan di kamp ini semakin memburuk. Penyakit mulai bermunculan. Satu persatu, hidup mereka pun berakhir dengan cara mengenaskan. Gue pun menyaksikan video asli yang menunjukkan mayat-mayat tawanan yang bergelimpangan di atas tanah, adapula beberapa diantaranya dalam kondisi kritis, antara hidup dan mati. Miris sekali.

Lalu, kamp ini dibebaskan oleh tentara Inggris pada tanggal 15 April 1945. Sebanyak 53,000 orang dibebaskan dari kamp tersebut, dan sebanyak 52,000 orang meninggal di kamp tersebut akibat kelaparan, penyakit, dan perlakuan yang tidak manusiawi oleh SS (anggota militer partai Nazi).

Setelah mendengar presentasi, gue dan rombongan dibawa menuju lokasi kamp yang seluruh bangunan kamp sudah diruntuhkan oleh tentara Inggris saat perang usai. Yang tersisa adalah beberapa buah bukit setinggi 2 meter dari atas tanah, dan didepannya terdapat batu yang tertulis “Hier Ruhen 1000 Tote “ (disini dimakamkan 1000 orang yang meninggal). Saat perang usai, ribuan mayat yang bergelimpang dikubur secara massal di kamp tersebut.

IMG_4595

Pemakaman Massal untuk 1000 orang

Lalu, si guide pun membawakan beberapa barang-barang tua dan bentuknya udah ga karuan. Barang-barang itu terdiri dari mangkok, sendok, garpu, dan lain-lain. Mangkoknya pun udah bolong-bolong. Si guide ceritanya bagaimana susahnya tawanan perang berebut untuk dapet mangkok bolong ini yang jumlahnya terbatas Yang dapet pun, dia harus bisa nahan air sup untuk ga keluar dari lubang mangkoknya.

IMG_4608

Di salah satu sudut area kamp konsentrasi, terdapat pula satu monumen berwarna putih serta dinding peringatan bagi orang-orang Yahudi yang meninggal di dalam kamp. Di dekatnya, terdapat pula beberapa makam, salah satunya adalah makam Anne Frank, penulis buku harian yang terkenal dengan cerita mengenai bagaimana sebagian besar hidupnya dihabiskan di dalam kamp. Anne Frank meninggal di Bergen Belsen Concentration Camp.

IMG_4637

Makam Anne Frank

IMG_4602

Area Kamp yang udah rata dengan tanah (kamp-kamp udah diruntuhkan oleh tentara Inggris)

Setelah mengelilingi lokasi kamp, gue dan rombongan dibawa menuju ruang exhibition. Di ruang tersebut, gue melihat kumpulan foto-foto peristiwa yang terjadi di dalam kamp dari masa ke masa. Adapun video-video pemaparan dari para survivor (orang yang selamat) dari kamp tersebut. Salah satu videonya adalah seorang wanita tua bernama Rene Salt yang menceritakan bagaimana dia (pada saat perang itu masih berumur 12 tahun) kehilangan semua keluarganya yang mati secara mengenaskan. Saat Nazi sedang berburu kaum Yahudi untuk dikirimkan ke kamp ‘kematian’, nenek dan kakaknya ditembak mati oleh satuan SS di rumahnya sendiri. Kemudian, ibunya yang mengakhiri hidup di gas chamber di Treblinka Concentration Camp. Beberapa waktu sebelum Jerman kalah perang, hidup ayahnya telah berakhir di dalam gas chamber di Auschwitz Concentration Camp. Ruang exhibition ini memberikan info yang cukup lengkap mengenai kronologis perang dunia dan apa saja yang terjadi di dalam kamp Bergen Belsen.

IMG_4646

Terlalu kejam untuk dilihat 🙁

Kunjungan ke kamp Bergen Belsen ini telah memberikan gambaran yang jelas bagaimana bentuk penindasan nilai kemanusiaan sekelompok kaum tertentu yang terjadi selama perang dunia II. Disini gue juga bisa memetik pelajaran bahwa pada zaman modern ini nilai kemanusiaan harus dijunjung setinggi-tingginya bagi setiap individu manusia, terlepas dari aneka macam teori konspirasi yang ada di duna ini.

So, Gue memberikan rekomendasi penuh bagi kalian yang menyukai sejarah Perang Dunia untuk bisa menyempatkan diri jalan-jalan ke Bergen Belsen Concentration Camp! Khususnya buat yang dapat kesempatan studi di Goettingen atau di kota-kota dalam provinsi Lower Saxony, tempat ini jangan sampai dilewatin. J Dijamin ga menyesal! Plus, Kamp ini bebas tiket masuk alias free entry loh!

Bulan Maret mendatang gue akan terbang ke Polandia untuk melihat kamp konsentrasi Nazi terbesar se-Eropa : Auschwitz! 😀

Tunggu ya cerita berikutnyaa~

PS : Buat yang ingin tau lebih dalam tentang Nazi, World War II, Holocaust, dan Kamp Konsentrasi, bisa nonton beberapa film menarik : The Pianist, Schindler’s List, Sophie’s Choice, dan The Boy in The Stripped Pyjamas.

  • serem ya, memori pembantaian dijadikan objek wisata. macam kita jalan-jalan ke lubang buaya.
    well, film zazi paling mendekati asli ya Downfall. Asli buatan Jerman.