STUDENT TRAVELER : FIRST TIME IN NEW YORK (Part.1)

 

Ketika tahu bahwa saya akan pergi ke Amerika Serikat, langsung terbesit dua kata di benak saya : New York. Finally I made my dream come true..

Waktu saya dapat pengumuman lolos program YSEALI Professional Fellow, ada dua kata yang langsung terlintas di benak saya: New York. Sejak dulu, saya selalu punya mimpi untuk pergi ke USA. Dan saya berjanji, jika saya bisa ke USA, I must go to New York, for many reasons. Jurusan saya (Arsitektur Lanskap) dan Film telah membuat saya merasa dekat dengan New York City. Sebut saja, Central Park, Empire State, hingga Little Italy. All I wanna see is in one city!  So, If you ask me which movies are located in New York, I will confidently mention all movies I’ve watched! From How I Met Your Mother to The Dark Knight!

Recommended Playlist while you’re reading this post or while you’re in NYC

Empire State of Mind – Alicia Keys & Jay-Z

New York – U2

New York – Ed Sheeran

 

Saya tahu USA itu negara yang besar, sempat harap-harap cemas ketika menunggu placement fellowship saya, karena bisa jadi saya dapat penempatan di belahan West Coast atau Southern USA yang mana jauh sekali dari New York yang berada di East Coast (imbasnya, ongkos perjalanan akan besar sekali). And, yes! I got Arlington, Virginia! Arlington ini berada sangat dekat dengan Washington DC. Kota DC sendiri hanya berjarak 4 jam saja dari New York dengan moda transportasi darat.

Keberangkatan saya ke New York ini sesungguhnya Bad Timing. Tepat lima hari sebelum keberangkatan saya, ada berita kalau ada teroris yang telah membunuh 9 orang tak bersalah di Manhattan dengan cara menabrakkan bus yang dikendarainya ke korban. (Ugh, I really curse terrorist!), udah gitu kesalnya dia teriak pakai lafaz Takbir. Teman saya yang juga berhijab langsung parno ketika tahu kabar tersebut. Saya juga ikut deg-degan. Karena saya akan traveling sendiri, beneran sendiri!

Union Station, Washington DC, Sabtu 4 November 2017

Saya berdiri di antrian line penumpang yang akan menaiki Megabus tujuan DC – New York (saya senyum sendiri baca rute bus DC – New York, biasanya mah saya naik bus rute Ciawi – Tanah Abang ;p). Perjalanan ke New York ini merupakan solo trip pertama saya selama di USA. Planning sudah disiapkan jauh-jauh hari, tiket bus sudah dibooking satu minggu sebelum berangkat, saya dapat tiket seharga USD 65 (sekitar 877,500). Jalan-jalan di USA memang tidak murah, saya pun berhemat dengan tidak makan-makan mewah selama fellowship, sering bawa bekal dari rumah atau jajan roti murah aja supaya bisa nyisihin uang ke NY. NY is one of the most expensive city on earth!

Night Trip to NY

Selama perjalanan, saya engga bisa tidur, entah saya terlalu excited untuk melihat New York untuk pertama kalinya, atau terlalu deg-degan karena mengingat Tragedi Manhattan itu. Tapi, saya percaya kalau warga New York cukup cerdas dan tahu bahwa agama Islam bukanlah agama teroris. Karena ingin ngirit, saya tidak booking hotel atau hostel (bayangin aja kamar hotel STANDAR per malamnya 4juta rupiah! Hostel buluk aja 1 juta permalam!) Alhamdulilah, berkat kenalan dari mbak Febri, keponakan mbak Deasy We Love Bogor, saya dikenalkan sama mahasiswi Indonesia yang nge-kos di New York dan menerima tumpangan buat gue yang kere ini. Namanya Zsazsa. Sepanjang jalan kanan kiri hanya hutan yang gelap gulita, ga ada yang menarik, akhirnya saya main smartphone aja, Setelah cek google maps perjalanan dari DC ke New York itu melewati enam states! Wah, banyak juga ya! Mulai dari DC, Maryland, Delaware, Pennsylvania, New Jersey, lalu New York. Daerah East Coast memang States-nya kecil-kecil, dibandingkan West Coast.

Studler Fact. USA terbagi ke dalam beberapa wilayah, umumnya orang familiar dengan dua bagian wilayah USA : West Coast dan East Coast. West Coast itu bagian Barat dari USA, seperti California, Seattle, Los Angeles, San Francisco, sedangkan East Coast itu bagian Timur seperti Boston, Philadelphia, Washington DC, etc.Lengkapnya bisa cek Google Map!

Dari kejauhan, saya melihat deretan gedung gedung dengan lampu-lampu yang terang benderang. And I saw the epic Empire State Building across the river.

“In New York, concrete jungle where dreams are made of…”

Yes, New York is a ‘concrete jungle’.

Bus kami berjalan menyusuri Sungai Hudson melalui terowongan bawah tanah. Ada yang ingat Sungai Hudson? Yes, It’s Sully Movie! Film yang dibintangi Tom Hanks yang memerankan pilot yang pernah melakukan pendaratan darurat di atas Sungai Hudson, peristiwa itu dijuluki The Miracle of Hudson. Well, well, well.. My movie signal is now on! I am sure there will be more movie scenes in New York!

Seluruh penumpang diturunkan di persimpangan West 28th St dan 7th Ave, hari sudah sangat larut malam. Ditambah lagi, angin bertiup kencang, bikin badan menggigil. Brrrrrr…

Karena di persimpangan agak sepi, saya cari spot yang agak ramean untuk booking Uber menuju kost-an Zsazsa di Queens. Berjalan menyusuri 7th avenue, saya tiba di antara Pennsylvania station dan Hotel Pennsylvania (oh, Godfather novel!).  Saat cek jam, OMG udah hampir jam 12 malam lewat, buru-buru saya buka HP untuk booking Uber.

Naik Uber Super Mahal

Naik Uber di New York mahalnya pol! Perjalanan dari 7th Avenue ke Flushing Queens yang memakan waktu 15 menit aja, ongkos Ubernya USD 24,75. Itu pun harga Uber Pool, bukan Uber Biasa. (Buat gambaran aja, naik Uber 15 menit di New York itu USD 24.75 = Rp 320,000!). Rontok duit aye mak, huhu. Ini baru hari pertama. Apa boleh buat, hari udah larut, saya tidak disarankan naik Metro di malam hari, meski malam itu TGIF. Driver Uber saya namanya Ahmad. Hampir semua uber yang pernah saya naikin di New York itu drivernya Muslim. Kenapa ya?

Ahmad menjemput saya di 469 7th Avenue. Dari wajahnya, saya duga Ahmad ini dari India.

Dari tadi saya perhatikan, para polisi NYPD standby bersama mobil dinas di setiap sudut jalan. Apa kondisi masih belum aman ya sejak tragedy Manhattan kemarin? Saya jadi was-was. Ya Allah, jauhkan aku dari teroris yang terkutuk.

Ahmad : “Are you from Bangladesh ma’am?”

Saya : “No, I am from Indonesia.. where are you from?”

Ahmad ; “Oh I thought you are from Bangladesh, because you‘re wearing scarf and you must be muslim… I’m from Bangladesh, But I live in here for 10 years..”

Yeee, emang yang pake jilbab Cuma orang Bangladesh doank, wkwk. Tapi, saya jadi lebih tenang di perjalanan, karena drivernya muslim dan dia begitu ramah. Selama perjalanan, saya diajak ngobrol, si Ahmad ini lumayan kepo, nanya saya ke US dalam rangka apa, berapa lama bakal stay di US, dan tiba-tiba ngomongin Shahrukh Khan! Dia ngefans berat sama si Khan.

Ahmad (pake bahasa Inggris logat Asia Selatan): “He (Shahrukh Khan) starts from nothing, he’s poor.. and now he’s famous, and became super rich! He has his own helicopter..and He has a good heart..”

Wkwkwk. Ampe Helikopter aja update banget.. kayanya kebanyakan nonton Silet Bollywood.

Berhubung saya engga update sama Bollywood, saya ho’oh aja. Duh, sialnya, saya salah masukin alamat kost-an Zsazsa di aplikasi Uber, ternyata ada dua daerah Flushing. Langsung saya panik.

Ahmad : “ Don’t worry ma’am, I will bring you to the right address..”

Alhamdulilah… baek banget ni si Ahmad. Jam setengah 2 pagi saya pun tiba di di depan Apartment di 45 Flushing St, Queens. Saya pun kenalan sama Zsazsa, ternyata Zsazsa ini lagi menempuh Master jurusan Fine Arts di New York University dengan beasiswa LPDP, wow! Pas saya dateng, untung dia belum tidur. Zsazsa langsung sigap buka Kasur tiup untuk saya tidur, berhubung saya ngantuk banget dan besok harus berangkat pagi. Setelah ngobrol sebentar, saya langsung tertidur pulas.

GOOD MORNING NEW YORK!

Pagi pertama saya di New York terasa masih melelahkan. Untungnya, berkat minum Tolak Angin sebelum tidur, badan capek jadi cepat recovery dan saya bisa bangun pagi. Zsazsa masih tidur pagi itu, saya (tanpa sungkan) langsung pake dapurnya buat bikin Indomie goreng, hahaha (bawa dari DC). Jalan-jalan saat hawa dingin bakal bikin lapar lebih cepat, so perut harus diisi dulu.

Jam 8 pagi saya jalan kaki menuju 46 St-Bliss St, stasiun Metro terdekat. Sabtu pagi di Queens ternyata masih sepiiii, mungkin pada habis party kali ya. Oya, Queens ini neighbourhood-nya Spiderman lo! Sebenarnya pemandangan di Queens ini engga begitu menarik, isinya hanya komplek perumahan. Yang menarik dari Queens itu ada tiga : Spiderman, Donald Trump (yes, he came from Queens), dan banyak orang Indonesia! Bahkan di Queens ada restoran Indonesia namanya Upi Jaya. Disitu makanannya asli Indonesia, kokinya orang Indonesia, dan waiternya juga orang Indonesia!

Sebelum naik kereta, saya beli tiket di ticket machine di dalam stasiun. Karena akan naik kereta beberapa kali, saya ambil Metro Card yang bisa diisi ulang. Tiket sekali jalan harganya USD 2,75 alias Rp 35,000! (Lengkapnya disini http://web.mta.info/metrocard/mcgtreng.htm )

Studler Tips. New York itu kota yang sangat besar, kalau kamu akan pergi ke New York dalam waktu singkat seperti saya, tentukan tujuan yang akan kamu kunjungi dan cari tahu bagaimana cara bisa kesana, supaya lebih hemat uang, dan hemat waktu!

Oke sebelum saya bercerita tentang petualangan saya di New York. Saya mau kasih sedikit pelajaran Geografi tentang New York City. Biar tambah afdol!

New York City (NYC) itu wilayah bagian dari New York States yang terletak di East Coast. NYC sendiri terbagi dalam beberapa kota kecil atau dikenal dengan istilah Borough, diantaranya (lihat di peta, sumber: Wikipedia):

  1. Manhattan (Hijau)
  2. Brooklyn (Kuning)
  3. Queens (Orange)
  4. Bronx (Merah)
  5. Staten Island (Ungu)

Pasti ada yang tanya, “kalau wilayah New York yang paling terkenal dan banyak spot wisata-nya dimana? Of course, I would say Manhattan!” Meski Manhattan sendiri luasnya lebih kecil dari wilayah lainnya, tapi kawasan ini paling rame dan padat. Manhattan juga dibagi ke beberapa wilayah: Lower Mahattan, Midtown, Upper East Side, dan Upper West Side.

First Destination : Lower Manhattan

Karena sesuai prediksi cuaca hari ini cukup cerah, I decided to choose Liberty Statue as my first destination. Sebenarnya saya bukan fans berat Patung Liberty (and it’s not on my list), tapi saya justru kepingin naik kapal Ferry ke Staten Island, dan kapal ini melewati patung Liberty! Patung Liberty terletak di antara Lower Manhatan dan Staten Island. Dari Queens, saya transit satu kali dari line Metro warna  Ungu ke line Hijau menuju South Ferry Station. Naik metro New York saya senyum senyum sendiri, meski keretanya terkesan agak kumuh, tapi seru ajah, biasa liat New York di film-film, sekarang bisa ngerasain langsung!

Staten Island Ferry, Ferry-nya Spiderman

30 menit naik Metro, tibalah saya di South Ferry Station, keluar dari stasiun saya langsung melihat gedung dengan tulisan besar STATEN ISLAND FERRY. Untuk melihat Patung Liberty ada dua pilihan :

  1. Naik Staten Island Ferry

Ferry ini merupakan transportasi umum dari Lower Manhattan ke Staten Island PP yang disediakan oleh Departemen Transportasi New York. Perlu dicatat, naik Ferry ini GRATIS dan waktu perjalanan sekitar 20 menit untuk sekali jalan. Jangan kuatir, Ferry ada setiap satu jam sekali dan tersedia dari pagi hingga larut malam. Tapi, Ferry ini engga berhenti di pulau patung Liberty berada, tapi hanya melewati Patung Liberty. Buat yang mau liat patung Liberty dengan budget terbatas dan gak butuh foto-foto jarak dekat, naik Ferry ini pilihan terbaik!

  1. Naik Liberty Statue Cruise

Buat kamu yang masukin Liberty Statue ke dalam a must to see list, nah beberapa operator wisata menawarkan paket tour ke Patung Liberty. Paket ini kita harus bayar sejumlah uang (harganya beragam).  Dengan paket ini, kita akan dibawa ke pulau patung Liberty dan Ellis Island. Buat yang pengen trip Liberty Statue-nya afdol, pilihan ini recommended.

Duh, saya sebenarnya ingin banget ke Ellis Island. Karena disitu ada Immigration Museum, New York itu saksi bisu dari The Great Migration, pendatang dari Italia dan Irlandia datang dan kemudian menetap di USA lewat Check point yang ada Ellis Island itu. Buat temen-temen yang suka sejarah Great Migration atau kehidupan Italian immigrant dan Irish Immigrant di New York, saya saranin nonton film Brooklyn yang diperankan Saoirse Ronan.

Oke balik ke Liberty, masuk ke gedung terminal Ferry, ternyata sudah ramai orang-orang yang akan naik Ferry. Saya mengantri, tapi sebeum itu saya isi botol dengan air dari water fountain. Enaknya di USA, banyak Water Fountain jadi gak perlu beli air minum!

Rame

Saya sangat excited naik Ferry ini, karena ini Ferry-nya Spiderman Homecoming! Warna Ferry-nya orange mencolok menjadi dikenal banyak orang karena pernah dibelah sama musuhnya Peter Parker. Meski sebenarnya biasa aja sih, sama kayak Ferry Merak-Bakauheni (tapi gak ada spiderman-nya), tapi tetep aja excited! Ferry pun datang dan mempersilahkan penumpang untuk masuk. Saya langsung naik ke atas, mengambil sisi kanan Ferry, karena Patung Liberty ada di sisi kanan Kapal. Suara klakson kapal bergaung, pertanda kapal akan segera diberangkatkan.

Lower Manhattan

Alhamdulilah pagi itu sangat cerah, saya melihat kapal mulai meninggalkan kawasan Lower Manhattan. Kawasan ini berderet gedung pencakar langit. Selama perjalanan saya tidak henti-hentinya ambil foto pemandangan dan juga foto Ferry-nya. Oh jadi ini toh Ferry-nya Spiderman berantem sama Vulture, pikir saya sambil memandangi bagian dalam Ferry.

Engga sampai 5 menit, saya sudah bisa melihat patung liberty dari kejauhan. Hi Liberty!

Harusnya cara saya melihat Liberty Statue itu seperti Rose di film Titanic yang baru selamat dari tenggelamnya kapal Titanic, sambil mengingat Jack Dawson. You jump, I jump Jack! Awww… *backsong : My Heart Will Go On* Jarak terdekat saya dari Ferry ke Patung Liberty itu sekitar 60-70 meter. No worries, tetep bisa ambil foto kok!

Hanya dalam 20 menit, kita sudah tiba di Staten Island Terminal. Saya langsung siap siap keluar dan berdoa supaya saya bisa segera catch ferry berikutnya, gak perlu nunggu lama. Alhamdulilah, ternyata saya nyampe, ada Ferry yang sebentar lagi akan berangkat. Saya langsung buru-buru antri untuk naik kapal, dan kembali ke Lower Manhattan. Perjalanan hanya 40 menit saja, dan GRATIS!

Nyempetin selfie dulu di Staten Island

Kembali ke Lower Manhattan, saya langsung pergi sightseeing di Battery Park, sebuah taman yang berada di ujung Lower Manhattan, tepat berada di sebelah South Ferry Terminal. Hal yang paling saya suka dari kota New York itu pemandangan taman yang dilatari gedung-gedung tinggi, kota New York ini sangat dinamis. Wah gak sabar nih pengen liat Central Park!

Battery Park

Battery Park ini taman kota yang punay konsep Urban Farm, karena sedang musim gugur, daun daun pohon sudah mulai berubah warna. Serius cuacanya enak banget! Ternyata dari Battery Park, kita bisa lihat Patung Liberty juga loh!

 

Liberty dari Battery Park

Di taman ini, ada beberapa monumen bersejarah, seperti Korean War Memorial. Dan, akhirnya gue nemu Tourist Information Booth! Sebuah booth merah mirip gerobak berisi deretan peta-peta dan brosur wisata gratis berdiri di pinggir jalan. Alhamdulilah, saya selalu terbiasa pakai peta cetak tiap traveling (meski sekarang ada Google Map) dan saya sendiri seorang kolektor peta wisata.

Studler Info. Mind your own travel time! Jalan-jalan lihat Liberty dengan Staten Island Ferry dan muter-muter Battery Park cukup memubutuhkan waktu sekitar 2 jam saja! 

Information-On-The-Go

Peta-peta gratis New York City (Koleksi peta ku bertambah, alhamdulilah!)

Oke, sekarang rute berikutnya ini bakal bikin pencinta superhero Amerika berbinar-binar, next I’m going to …

GOTHAM CITY.

To be continued. Go to Part.2