10 Fakta Unik tentang Yangon

Jujur, Myanmar bukan salah satu negara impian gue untuk didatangi. Gue hampir ga pernah ngepoin negara ini. Tapi, kalau ada trip gratis kesana, siapa yang mau nolak? Hehe. Alhamdulilah, gue dapat kesempatan untuk mengunjungi negara ASEAN satu per satu, jadinya gue malah ketagihan untuk melihat negara ASEAN lainnya. Sampai bulan April silam, delapan negara ASEAN sudah gue kunjungi, tinggal Myanmar dan Brunei Darussalam aja yang belum.

DSCF3241

Beautiful Shwedagon Pagoda, Yangon at night

Berkat project YSEALI berjudul Ecofun Go ASEAN yang sedang gue jalankan, gue berhasil menapaki negara ASEAN ke-9: Myanmar! Untuk project YSEALI ini, gue memilih tiga negara : Indonesia, Filipina, dan Myanmar. Gue lihat tiga negara ini cukup mewakili mayoritas budaya dan kepercayaan yang mereka anut. Indonesia dengan Islam-nya, Filipina dengan Kristen-nya, dan Myanmar dengan Buddhism-nya. Yangon adalah kota tujuan gue untuk melakukan misi project, selama satu minggu gue mengeksplor sebagian kecil daerah Yangon dan sekitarnya.

DSCF3057

Enjoying sunset in Kandawgyi Lake, Yangon

Ternyata satu minggu berada di Myanmar memberikan fakta unik dan menarik loh, bahkan gue salah persepsi. Hehehe. Penasaran kayak apa sih fakta unik dari kota Yangon itu?

  1. Sudah bukan ibukota lagi

Nah, ini dia kesalahan pemahaman gue tentang Yangon yang baru gue sadari ketika gue mendarat di Myanmar. Ternyata, Yangon sudah bukan lagi ibu kota Myanmar sejak tahun 2005!

Ibukota Myanmar sekarang itu Naypidaw, kota yang konon super panas ini dapat dijangkau 8 jam dari kota Yangon dengan mobil. Yangon saat ini dijadikan sebagai pusat perekonomian, bukan lagi pusat pemerintahan (Mirip seperti Beijing dan Shanghai). Maklum, gue lulus SD tahun 2001, jadi buku RPUL masih tertulis Yangon sebagai ibu kota Myanmar. Hehehe. Apa disini ada yang masih beranggapan Yangon itu ibu kota Myanmar?

Naypyidaw-Uppatasanti.jpg-nggid03673-ngg0dyn-0x0x100-00f0w010c010r110f110r010t010

Naypidaw, ibu kota Myanmar sejak tahun 2005

  1. Setir Mobil sisi Kanan, namun berkendara lajur kanan

Nah ini juga aneh nih, waktu gue tiba di Yangon International Airport, gue dijemput teman asli orang Myanmar dengan mobil. Masuk ke mobil, gue lihat setir berada di sisi kanan (persis seperti di Indonesia). Saat mobil jalan, gue merasa ada yang aneh. Kok nyetirnya di lajur kanan ya? Kalau di Indonesia kan kendaraan berada di lajur kiri (kalau naik angkot kita pasti bilang kiri, terus angkotnya melipir ke kiri). Semua kendaraan di Yangon menyetir di lajur kanan, aneh juga ya.

 

  1. Tidak ada Motor

Nah ini juga unik bin ajaib (bin hebat!). Yangon adalah kota bebas motor!

Sesaat gue memasuki area kota Yangon di malam hari, gue melihat kok jalanan sepi sekali ya, Cuma ada mobil dan bus aja.

“In Yangon, there is no motorbike, Annisa” kata Myat Mo Hsu, teman gue orang Myanmar.

Eh? Ga ada motor? Kok bisa?

DSCF1541

Jadi sejak tahun 2000an (lupa pastinya), motor dilarang beroperasi di Yangon, kecuali motor polisi. Peraturan ini dibuat karena banyaknya kecelakaan motor terjadi akibat kelalaian pengendara. Hebatnya lagi, peraturannya benar-benar dipatuhi warga Yangon. Gue engga menemukan satu motor pun selama di Yangon. Tapi, peraturan ini Cuma berlaku di Yangon aja, di luar kota Yangon, motor bisa digunakan. Jadi, salah satu penanda kalau kita sudah meninggalkan kota Yangon itu kalau kita sudah melihat motor. Hehehe. Gue bayangin kalau di Indonesia dibuat peraturan seperti ini, gimana reaksinya? Demo dulu mungkin? :p

 

 

  1. Punya masakan mirip masakan Indonesia

Sampai tiba di Myanmar, gue ga ada bayangan sama sekali masakan Myanmar kayak apa. Terus teman gue nyuruh gue nyobain Mohinga, masakan kebanggaan orang Myanmar, semacam sup yang menggunakan ikan. Kayak apa sih? Besok paginya, saat sarapan di Hotel, ada menu bertuliskan Mohinga. Di atas meja ada panci berisi kuah kuning, mangkuk berisi jeruk nipis, bihun, potongan telur rebus, seledri. Ga mikir panjang, gue langsung nyicipin. Oalah rasanya mirip Soto Lamongan! Hahaha. Amazed banget kalau makanan Myanmar mirip dengan makanan Indonesia.

Myanmar_Mohinga

Mohinga, Soto Lamongan ala Myanmar (source: globeholidays.net)

Terus, gue pergi ke monastery dan disuguhi sup berisi bihun, jamur dan wortel bernama Kyar Zan Chet yang ternyata rasanya persis Kimlo! Wow, apa masakan Indonesia dan Myanmar berasal dari kultur yang sama? Yang pasti ini masih misteri buat gue. J

DSCF2764

Kyar Zan Chet, Kimlo Myanmar

  1. Lelaki Menggunakan Sarung bernama Long Yi

Selain di Indonesia, gue hampir engga pernah menemukan orang menggunakan sarung atau bawahan mirip rok. Kalau di Indonesia kan banyak lelaki muslim dan santri memakai sarung sehari hari. Di Myanmar ini, hampir banyak laki-laki baik muda maupun tua menggunakan sarung atau songket yang disebut Long Yi (dibaca : lonji). Motif Long Yi pun bermacam-macam. Engga Cuma laki-laki, perempuan juga menggunakan long yi sehari hari atau saat ada acara khusus. Long Yi ini bisa dijadikan oleh-oleh dan bisa dibeli di pasar. Gue pun pakai saat acara Opening Ceremony Ecofun Go ASEAN loh!

DSCF2020

Menggunakan Long Yi

PS. Long Yi ini bisa dibeli di Gobyoke Traditional Market untuk oleh oleh lo!

  1. Boleh Memakai Sendal ke Acara Formal

Satu kata yang menggambarkan cuaca di Yangon : PANAS!

Panasnya pol polan deh, apalagi kalau udah di atas jam 9 pagi sampai jam 4 sore. Panas nya kota Yangon ini membuat gue harus berpenampilan kasual dan engga ribet, termasuk alas kaki. Ga kebayang kalo gue pake baju ribet terus jalan di bawah panas terik matahari. Gue sendiri pecinta sendal kalau tiap kali traveling. Kalau tidak ada acara khusus, selalu pakai sendal kemana-mana. Untungnya di Yangon ini, kita boleh pakai sendal kemana pun, termasuk acara formal. Awalnya gue merasa aneh dan kurang sopan saat pakai sendal. Tapi teman gue bilang gapapa. Alhasil gue datang ke US Embassy dengan baju formal batik dan celana hitam, tapi pakai sendal jepit kulit. Hehehe. Bahkan teman gue bilang, mereka bisa datang ke kampus dan ikut kuliah pakai sendal. Soalnya profesornya juga pakai sendal. Wow. Kalau pakai sendal di IPB sih sudah kena sanksi ringan. Hehehe.

 

  1. Thanaka, Make Up Organik ala Orang Burma

Ini kejanggalan yang paling terlihat setiba gue di Yangon. “Itu cewe-cewe pada ngapain sih mukanya dempul begitu”, pikir gue saat melihat sekelompok wanita yang lagi lewat dengan wajah yang memakai bedak masker putih-putih engga rata di muka. Aneh banget muka maskeran tapi malah jalan jalan di tempat.

Lwin Myo, teman gue bilang kalau wanita itu pakai Thanaka. Orang Myanmar, terutama wanita dan anak-anak selalu memakai Thanaka sebagai bedak mereka. Thanaka itu berasal dari nama pohon yang biasa digunakan sebagai obat, tapi bagi orang Myanmar, Thanaka digunakan untuk kecantikan. Jadi, kalau muka kita cemong cemong pakai Thanaka itu seperti pakai bedak biasa! Hahaha.

DSCF3125

Thanaka, ada yang bentuk bubuk, ada yang bentuk batang asli bersama batunya.

Waktu gue di Maubin, gue mampir ke rumah May, disitu tim gue sedang menggosok kayu di atas batu, lalu memberi air di atas tatakan batu. Kemudian, mengoles cairan hasil gosokan ke muka.

“Annisa, you should try Thanaka!” kata Lwin Myo. Akkhirnya gue nyobain, ternyata enak, pakai Thanaka itu recommended di tempat panas, karena muka jadi adem.

DSCF1726

Pakai Thanaka

DSCF1746

With Lwin Myo (Tracy) and Khingthandar Linn (Helen)

Pas gue ngaca, muka gue cemong-cemong aneh, sesaat setelah pakai Thanaka, kami diminta pergi menuju sekolah untuk ketemu kepala sekolah. Dengan muka cemong gini, gue bingung.

Is it polite to meet Principal with the face like this?” Tanya gue ragu.

yes, of course! I;m sure he will like it so much, because you use Thanaka” jawab dia sambil senyum santai.

OMG! Dan benar terjadi, salah bertemu kepsek dan beberapa guru dengan muka cemong pake Thanaka.

DSCF1775

Ketemu Kepsek dengan muka begini hahaha

Anak-anak juga pakai loh!

DSCF2742

 

  1. Ganti Bendera

Ini juga kesalahpahaman gue terhadap Myanmar. Waktu gue mau buat poster acara Ecofun Go ASEAN, gue menaruh tiga bendera : Indonesia, Myanmar, dan Filipina ke dalam desain poster. Kemudian, May mempublikasikan poster acaranya sendiri, tapi kok benderanya beda ya?

Bendera Myanmar yangn gue pakai itu warna biru dan merah. Tapi kok yang ini warna kuning, hijau, merah ya? Ternyata sejak tahun 2010, mereka ganti bendera. Bendera merah-biru yang gue gunakan sudah tidak dipakai lagi. Ternyata Myanmar sudah ganti bendera 2 kali karena pengaruh politik dan penjajahan, tahun 1948, tahun 1974, dan tahun 2010. Heran, kok bendera negara bisa diubah gitu ya?

flag1972

Bendera Myanmar tahun 1974

download

Bendera Myanmar tahun 2010 sampai sekarang

 

  1. Perbedaan Waktu 30 menit

Menginjakkan kaki pertama kalinya di Myanmar memberi fakta baru kalau ternyata ada dua negara yang punya perbedaan waktu 30 menit saja! Yup, waktu Indonesia (WIB) itu 30 menit lebih maju dari waktu Myanmar (MMT). Biasanya kan perbedaa waktu itu hitungannya per jam, 1 jam, 2 jam, bahkan 12 jam. Gue baru tau kalau dua negara hanya beda 30 menit saja. J

 

  1. Pusat Kota dengan tiga tempat ibadah yang berdampingan

Once again, gue sama sekali ga punya banyak gambaran tentang kota Yangon dan negara Myanmar. Yang gue tahu mayoritas orang Myanmar beragama Buddha, ibu kota di Yangon (itu pun salah, hehe), dan isu konflik yang sempat viral di internat tentang muslim Rohingya di Myanmar. Poin ketiga memang cukup sensitif dan gue engga akan bahas di artikel ini. Waktu gue tiba di kota Yangon, teman gue ngajakin muter-muter ke pusat kota. Ternyata di pusat kota Yangon berdiri tiga rumah ibadah yang berdampingan satu sama lain: Pagoda, Gereja, dan Masjid. Gue cukup surprise kalau ternyata ada banyak muslim di kota Yangon bahkan di kota lain di Myanmar. Sejauh gue lihat, minoritas muslim disini hidup damai bersama mayoritas Budhhist di Yangon. Meski ada isu konflik yang merebank dan menyangkut masalah etnis dan teritori ((tapi yang lebih digembar gemborkan memakai nama Agama), masih ada bukti-bukti toleransi  antar umat beragama di Myanmar.

DSCF3107

Masjid di pusat kota Yangon, Myanmar

Nah, apa kalian juga baru tau tentang fakta unik yang gue temukan? Atau ada fakta unik lain yang tidak ada di atas? Share disini ya.