My Attempt(s) to Go to USA

The best thing in life is when you can make your dream come true.

Saya percaya kalau hidup ini ada istilah beruntung atau hoki yang melekat pada hidup seseorang. Kadang orang yang hokinya gede itu lebih didambakan orang yang pintar. Namun ternyata tidak berlaku di semua hal, contohnya ketika saya mengejar mimpi saya ke Amerika Serikat.

Before you say I am lucky enough, let me tell you a story. I hope you can get my ‘luckyness’ in this post.

Hari ini, detik ini, saya duduk di kursi 37A United Airlines dari Tokyo menuju New York. This is the moment that I’ve been waiting for a very long long time.

I’m going to USA, soon I will be landed in the USA.

Kadang-kadang saya merasa tidak mengerti bagaimana semua ini bisa terjadi, terlepas dari usaha saya mempersiapkan diri untuk mengejar mimpi saya, mendaftar sebuah program, mengikuti seleksi, dan sebagainya. Terlebih lagi, bagaimana saya mendapat kesempatan ini sekarang, setelah melewati berbagai tantangan dan cobaan.

I always want to go to USA, since I was in high school.

Most people said USA is a dream, so that’s why there is a term of American dream. well mimpi duniawi mungkin ya? Hehehe. Some others might say America is a nightmare. But I’ll go for the first one.

My efforts to go to USA is quite a big challenge in my life. It’s not easy to go there.

Dulu saya pernah melamar program AFS, pertukaran pelajar SMA keluar negeri, and I failed at the third test. My first attempt to USA failed.

Kemudian, datang kesempatan mengikuti program SUSI, pertukaran pelajar untuk mahasiswa ke USA. Saya pun mendaftar. Tiba-tiba beberapa minggu setelah mengirim dokumen persyaratan, saya dihubungi oleh mbak Reni dari US Embassy. She said that she is unsure if I can be accepted due to my final year position. Saya mendapat info yang tidak begitu diharapkan, karena saya sudah tingkat akhir, saya tidak bisa mengikuti program tersebut, namun beliau bilang aplikasi saya itu berada di ranking teratas di Indonesia. Saya pun lemas dan pasrah, hingga pengumuman datang, I failed, again. My second attempt to USA failed.

Kemudian, di akhir masa kelulusan, saya mengikuti konferensi ilmiah yang mempertemukan saya dengan Professor dari AS dan beliau menawarkan magang dengan beasiswa disana. Namun, sayang, Ayah saya tidak mengizinkan saya mengikuti magang disana. I failed again, three times.

Sometimes, I questioned my self, is USA not for me, at all? My gut said no, just stay, you’re still on the track, keep going. Okay, I follow my gut.

Saat saya mencari beasiswa S2, saya melamar Fulbright Scholarship. Saya mengurusi semua berkas dengan sepenuh hati. Maybe this time will be my chance.. dalam hati saya. Entah apa saya memang sudah bermental baja, teman-teman saya selalu mengatakan kalau I’m so fearless when it comes to thing like this. And, they said this character is my asset. Pengumuman pun tiba, I failed, four times!

MAsih berlanjut, saya ditawari oleh dosen saya untuk studi S2 di USAm namun dengan syarat mendapat beasiswa 50%, sisanya menanggung sendiri atau mencari pembiayaan yang lain. Sekolah di USA tanpa beasiswa penuh buat saya yang berasal dari keluarga kelas menengah itu hampir tidak masuk akal, kecuali saya ingin membuat orang tua saya kehilangan semua asetnya. Saya urungkan penawaran itu. Can I say this as my failed attempt for sixth times?

Berkali-kali gagal, saya pun mengurangi pengejaran mimpi saya ke USA, dan try to focus on what I want to achieve, something more impactful. Saya fokus mengembangkan Ecofunopoly dari nol dengan harapan bahwa saya bisa membuat dunia ini lebih baik.

Awal tahun 2017, ketika saya semakin sibuk membangun social entreprise bersama Ecofunopoly. Saya mendapat info dari laman Facebook : YSEALI Professional Fellow telah dibuka. Program Fellow 6 minggu di USA dengan beasiswa telah dibuka dan sedang mencari fellow yang baru. Saya cek persyaratan aplikasi, hmm.. I think I should apply, but will I succeed for the first time or will I failed again for seventh times?

download

Saya selalu ingat prinsip saya kalau berhadapan dengan hal seperti ini : just go for it, don’t think about the result before you made a step.

Awal mulanya saya membuuat akun aplikasi-nya satu bulan sebelum deadline, namun karena terlalu sibuk mengurus Ecofunopoly, saya hampir terlupa, dan saya cek kembali aplikasi saya, ternyata deadline 6 hari lagi, dan isian aplikasi saya baru 20%! OMG, buru-buru saya menyelesaikan aplikasi-nya sekuat tenaga.

Once I clicked Submit, now it’s my God turn to decide. Whether I will go or not go.

Beberapa bulan kemudian saya mendapat email… I was selected as a semi-finalist, and soon will have an interview session!

Saya merasa gugup, namun entah mengapa I feel a bit mature inside. Muncul di benak saya sebuah pesan, “If you love what you do, then everything will follow..”

Sejak tahun lalu, saya memutuskan untuk meninggalkan zona nyaman saya dengan mengejar mimpi saya untuk membuat sebuah perubahan, membangun mimpi bersama Ecofun. Soon, I realize that it’s all about struggle, struggle, and never give up.

Interview hanya berjalan 5 menit saja, dan saya menyampaikan impian saya sebagai seorang early stage social entrepreneur with full of passionate. Interview selesai, again, it’s my God’s turn.

Hal terbaik saat momen seperti itu berserah diri sama Allah. J

July 1st, I got a new email : “Congratulations, you are selected as YSEALI Professional Fellow 2017.”

Sebuah guratan senyum kemenangan di wajah saya. Alhamdulilah. Ternyata jatah saya ke USA itu tahun ini. Ternyata Ridho-Nya untuk saya menimba ilmu di USA baru tahun ini. The struggle has been paid off.

Here I am at United Airlines Flight from Tokyo to New York

 My new journey to the 32th country for the next 6 weeks is now begin, Bismillah… This will be a great adventure! (Backsound : Advennture of A Lifetime by Coldplay)

22424544_10212521850435032_345535270750591920_o

So, am I quite lucky to fail 6th times? Jadi, apa saya cukup beruntung untuk gagal 6 kali? J

Somewhere above Ontario, Canada from 39002 ft,

 Master of Failure, @annisaa_potter

PS. Pendaftaran the Spring 2018 YSEALI PFP program sudah dibuka, silahkan klik
http://professionalfellows.americancouncils.org/. Baca persyaratannya, cek deadline, dan persiapkan aplikasi terbaikmu!