Student Traveler : Central Park New York (Part. 3)

A great day in New York would be to wake up, get a cup of coffee and head up to Central Park for a nice walk. Then I’d go down to the East Village and stroll around. After that, maybe I’d go check out a museum or catch an indie film at the Angelika.

– Emmanuelle Chriqui

Saya punya prinsip kalau makan enak pasti harus didukung dengan tempat yang enak juga. Saya langsung tahu kemana harus pergi : CENTRAL PARK! (Baca part 2 disini)

Jarak dari Halal Guys ke Central Park hanya enam blok atau 7 menit jalan kaki. Saya langsung jalan lurus menyusuri 6th avenue, dan deretan pohon-pohon sudah terlihat di ujung jalan. Ya ampun, mimpi apa gue akhirnya bisa menginjakkan kaki di Central Park juga.

Masuk ke area taman, saya langsung cari spot duduk buat makan, saya nemu bukit rerumputan kecil, disitu ada beberapa orang lagi duduk sambil makan. Saya langsung membuka sepiring Chicken Over Rice hangat dan baunya menggugah selera.

Sesendok nasi ayam yang masuk ke mulut saya itu luarrrr biasa. Ya Allah enak banget. This is the best lunch I’ve ever had during my stay in USA (mungkin efek laper parah juga hehe). Ayamnya gurih asin, nasinya juga berbumbu, saosnya pedas super bercampur dengan mayo putih. Tiba-tiba saya kangen banget sama masakan Indonesia, huhu.

Porsi Halal Guys ini gede banget, ternyata saya gak habis juga. Akhirnya saya bungkus kembali untuk dijadikan dinner. Lumayan juga ya USD 8 bisa untuk dua kali makan!

Perut kenyang, hidung meler akibat kepedesan, dan badan agak hangat, saya bangkit dari duduk dan lanjut muter-muter Central Park. Kalau ada pertanyaan, “jika kamu hanya punya waktu 15 menit dan hanya bisa pilih satu tempat di New York yang paling ingin saya lihat, kamu mau kemana?”

My answer is easy, CENTRAL PARK for sure!

 

Saya yakin sudah banyak orang yang tau Central Park (bukan yang di Meikarta lo ya, hehe). Tapi kecintaan saya pertama kali terhadap Central Park itu berawal saat saya menjadi mahasiswi Arsitektur Lanskap di IPB.  Pertama kalinya saya mengenal Central Park itu dari buku Landscape Architecture : A Manual of Environmental Planning and Design karya JO Simonds. (kalau anak Lanskap IPB pasti udah mabok banget sama ini buku, hahaha).

Central Park in the heart of New York City

Central Park merupakan taman kota berbentuk persegi panjang yang berada di jantung Manhattan dengan luas 341 hektar. Luasnya empat kali Kebun Raya Bogor! Kebayang gede banget kan? Taman ini dirancang oleh Frederick Law Olmstead. Dia lah Bapak Arsitektur Lanskap modern yang menjadi panutanqu saat mahasiswa. Sekarang taman ini dimiliki oleh New York Deparment of Park and Recreations.  Terus kenapa taman ini begitu fenomenal? Apa Cuma karena gede aja?

Waktu saya sekolah dulu, saya belajar kalau lingkungan itu sangat mempengaruhi karakter, kebiasaan, dan preferensi masyarakat yang tinggal di sebuah kawasan. Tugas seorang Arsitek Lanskap itu adalah membuat lingkungan bagi manusia yang nyaman, indah secara visual, dan menaikkan produktivitas dan kreativitas masyarakatnya. Manusia yang tinggal di perkotaan yang padat itu pasti butuh ruang yang tenang dan terbuka untuk menyeimbangkan kehidupannya. Saya percaya kalau ada manusia stress, berarti hidupnya engga seimbang. New York merupakan kota metropolis yang sangat padat, beragam, dan tentu memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Adanya ruang ini publik seperti taman kota inilah yang berperan dalam memberikan apa yang dibutuhkan masyarakat.

If you circle above Central Park at night in a helicopter, you’re looking down at the most expensive real estate in the world. It’s the American Monopoly board.

– Ridley Scott

Central Park ini merupakan manifestasi taman kota yang luar biasa menurut saya. Di dalamnya, New Yorker bisa duduk-duduk santai sambil baca buku dan melihat pepohonan rindang (padahal dia masih di dalam pusat kota), bisa juga lari jogging berkeringat, membawa anak-anak bermain secara aktif (engga main gadget terus), mencari inspirasi atau ide, ice skating saat musim dingin, hingga mengadakan pertunjukkan seni. Selain itu, nilai sejarah yang dimiliki Central Park masih dilestarikan dalam bentuk patung-patung dan monument yang membuat Central park menjadi super ikonik. Well, Central Park is the pride of New Yorker. Itu kenapa banyak film yang mengambil lokasi di Central Park. Because the landscape is too much iconic!

Bayangin deh kalau Central Park tiba-tiba dihancurkan terus diganti jadi gedung-gedung tinggi?

(Baca juga ini : http://www.businessinsider.com/why-central-park-is-the-best-in-the-world-2013-11/?IR=T )

 

Sheep Meadow

Ada beberapa spot yang ingin saya lihat, spot ini pasti sudah gak asing buat para penggemar film. Mulai dari Sheep Meadow, sebuah lapangan rumput yang sangat luas. Dahulu lapangan rumput ini dipakai untuk tempat makan kambing, makanya diberi nama Sheep Meadow. Di meadow ini, ada yang tidur-tiduran, ada yang main Frisbee, dan masih banyak lagi. Dan disinilah movie location film August Rush!

Film yang mengisahkan seorang anak bernama August Rush yang punya terlahir sebagai music prodigy, dia menyangka kalau dirinya itu yatim piatu, karena sudah terpisah sejak lahir dari bapak-ibunya yang juga pemusik, dan mereka masih hidup. Endingnya, mereka bertiga dipersatukan kembali di Sheep Meadow saat pertunjukkan musik dipimpin oleh si August Rush. Duhhh sedih banget filmnya, makin sedih pas denger lagu “Someday” dari John Legend.

And the most unusual and surrealistic place in New York City is Central Park.

– Christo

The Mall

 Meningggalkan Sheep Meadow, saya berjalan menuju jalan yang lurus dan panjang, bernama The Mall. Bukan shopping mall ya, tapi The Mall ini merupakan jalan penghubung bagian Selatan taman dengan Bethesda Fountain dengan lebar 12 meter, di sisinya ada bangku taman dan diapit oleh deretan pohon American Elm yang batangnya cantik banget! The Mall inilah yang menjadi scene film Maid In Manhattan, Kramer vs Kramer, dan film Indonesia Critical Eleven! Adegan Ale sama Anya pas duduk di kursi taman sambil mengelus perut Anya yang lagi hamil mengambil lokasi disini. Buat yang suka buku dan film Critical Eleven, pasti bakal speechless deh liat New York! Hari Sabtu, The Mall rame banget, udah gitu banyak PKL yang jualan lagi, jadi suasana The Mall jadi kurang romantis.

The Mall yang romantis (next time harus bawa suami nih!)

Maid in Manhattan at The Mall

Ale dan Anya (Critical Eleven)

Bethesda Terrace and Fountain

Tepat di ujung The Mall, saya sampai di sebuah jembatan yang disambung oleh dua tangga. Inilah spot yang paling saya cari : Besthesda Fountain!

Yup, kawasan air mancur ini gak kalah ikonik dari spot lain ini terdiri dari sebuah plaza besar yang ditengahnya ada air mancur berbentuk lingkaran, yang diapit oleh jembatan dengan tangga dan danay yang disebut The Lake. Di tengah air mancur, ada patung malaikat perempuan yang dibawahnya mengalir air yang jatuh ke kolam.

Kolam air mancur ini sudah engga asing lagi buat yang pernah nonton film Made of Honor, Enchanted, Home Alone 2, When In Rome, dan John Wick! Udah gitu jembatan yang ada di dekat air mancur juga pernah jadi ending scene film Avenger!

Inget waktu Loki datang mengganggu bumi, terus akhirnya dia dikembalikan lagi ke Asgard bareng Thor dan Avengers lain, nah lokasinya pas di atas jembatan itu. Hahaha. Duh pengen ketawa jadinya.. Saya ketahuan bener-bener movie freak abis! 😀

 

Avenger di Central Park

The Bow Bridge

Engga jauh dari situ, ada spot bernama The Bow Bridge, sebuah jembatan yang berbentuk lengkung ke atas yang membelah The Lake jadi dua. Jembatan ini menjadi terlihat cantik karena latar belakang nya ada pohon-pohon berwarna-warni dan di belakangnya lagi ada gedung-gedung tinggi. Komposisi pas banget! Cocok untuk spot foto dan sangat Instagramable!

 

Studler Info. Spot Central Park yang sangat Instagrammable:

  1. Bethesda Fountain
  2. The Mall
  3. Sheep Meadow
  4. The Bow Bridge
  5. Loeb Boathouse
  6. The Lake

 The Lake

Spot terakhir yang engga kalah cantik adalah The Lake. Di Central Park punya beberapa danau. The Lake ini yang sangat recommended untuk sightseeing. Di pinggir danau dekat Bow Bridge, saya seperti menemukan harta karun berupa view yang super duper indah. Ga nyangka kalau view ini ada di dalam kota New York. Di pinggir danau ada bebatuan untuk duduk-duduk, permukaan danau sangat tenang hingga memantul pohon-pohon dan bangunan di sekitar Central Park. How beautiful..

Sebenarnya masih banyak sekali spot bagus di Central Park, tapi buat saya spot-spot tadi yang cukup representative kalo kamu mau jalan jalan kesini. Saking gede-nya Central Park, sangat tidak mungkin buat saya untuk menjelajahi semua area taman dalam satu hari (kecuali punya ability kayak Flash), maka saya mutusin untuk explore bagian di bagian selatan aja, dan itu baru 1/3 dari satu kawasan Central Park!

Hari sudah mulai gelap, pertanda waktu bengcengkrama dengan alam nya sudah selesai. It’s time to go for … ART NIGHT!