6 THINGS I LEARNED FROM THE GERMANS

Sebelum saya menginjakkan kaki pertama di Jerman pada tahun 2010, saya tidak begitu familiar dengan negeri Panser, Jerman. Lebih tepatnya tidak begitu interest (Dulu, saya menaruh UK dan Jepang as my favourite countries).  HIngga saya berlabuh di kota kecil bernama Leverkusen tahun 2010 karena memenangkan kompetisi duta muda lingkungan dari Bayer, akhirnya saya ‘melihat’ negara ini. Seminggu berada di Jerman belum langsung mengubah cara pandang saya terhadap Jerman secara total. Setelah itu, lagi-lagi saya bertemu kembali dengan negara ini melalui beasiswa Erasmus. Dan selama satu tahun saya tinggal dan belajar di sebuah kota kecil bernama Goettingen, Jerman. Satu tahun itulah I changed my mind. Meski negara ini telah membuat saya kejang-kejang saat belajar bahasa Jermanb, but then I really adore this country!

IMG_1566

Saking adore-nya sama Jerman,saya ampe bikin Ecofunopoly bahasa Jerman dan main bareng anak-anak disana! lol

Sewaktu kecil, kita (more…)

Read More

13 Unique Things I Found in Germany – Chapter 2

Setelah Jerman kalah di babak semifinal Euro 2016 melawan Prancis, saya sebagai supporter tim Panzer cukup sedih dan harus move on. Daripada move on-nya sambil galau, mending saya tuangkan ke dalam bentuk tulisan. Germany, my 2nd home is always fascinating me. From this country, I’ve seen so many things that shaped my perspectives about life. 🙂

Yang namanya traveling keluar negeri atau study abroad, pasti kita akan dipertemukan dengan momen unik, yang mungkin saja terlihat ‘biasa’ untuk orang lokal namun unik bagi orang asing. Mungkin ini terjadi juga dengan kita sebagai orang Indonesia, apabila melihat bule-bule begitu kaget dengan hal-hal yang kita anggap biasa saja, karena itu sudah menjadi keseharian kita.

Tiga kali melakukan perjalanan ke Jerman sebagai Student Traveler (dan semuanya gratis!), saya sudah banyak menemukan keunikan atau hal yang berbeda yang belum pernah saya lihat, dan kurang lengkap rasanya kalau tidak saya tuangkan ke dalam tulisan.  Setelah berhasil menulis 13 Unique Things I Found in Germany di buku pertama Student Traveler, nah saya punya another 13 Unique Things I Found in Germany! Mau tau spoiler-nya? Simak (more…)

Read More

The Bride and The Groom

Annisa Hasanah (The Bride)

reading time : 1 minute

Lahir pada tanggal 23 Maret 1989 atau 16 Sya’ban 1409 H di Rumah Sakit Palang Merah Indonesia Kota Bogor dari pasangan Dr. H. Apendi Arsyad, MSi yang berdarah Riau dan Sudarijati, SE, MSi yang berdarah Jawa. Annisa adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Kedua adiknya bernama Inna Rahmawati (20) dan Fathia Nurul Izzah (9).

Annisa menempuh studi mulai dari TK Amaliah Ciawi Bogor, SD Amaliah Ciawi Bogor, SMPN 2 Bogor, SMAN 1 Bogor, dan Institut Pertanian Bogor program studi Arsitektur Lanskap.

Saat ini, Annisa masih menempuh studi master di Institut Pertanian Bogor. Pada tahun 2013, Annisa mendapat kesempatan untuk mengikuti program Master Exchange di Georg-August Universitaet Goettingen Jerman dengan beasiswa dari lembaga Uni-Eropa, Erasmus Mundus selama 10 bulan. Ternyata, kesempatan ini tidak hanya memberikan ilmu dan pengalaman tetapi juga mempertemukannya dengan calon pendamping hidupnya yang juga sama-sama masih menempuh studi master.

Annisa suka menggambar, bermain game, menulis blog, dan travelling. Lahir, tinggal, dan besar di Bogor membuat Annisa tidak betah berdiam diri, waktu masih berumur 6 bulan, Annisa pernah dibawa mudik ke Riau dengan menggunakan bus ekonomi, sehingga sejak kecil dia sudah melanglang buana ke rumah nenek di pedalaman Riau, bernama Cerenti, dan juga ke kampung halaman Mamanya di Madiun, Jawa Timur.

Sejak kecil, Annisa bermimpi untuk bisa menjelajahi dunia. Sampai detik ini, Annisa sudah bisa menjelajahi 21 negara di Asia, Timur Tengah, dan Eropa melalui program exchange, conference, kompetisi, workshop, dan backpacker. Cerita travelling-nya selalu ditulis di blog pribadinya, www.studentravelerdiary.wordpress.com.

Satu kenangan yang tidak pernah Annisa lupakan selama di Eropa adalah melakukan solo travelling sendirian ke Polandia, (dan pada saat itu sedang ada krisis di Ukraina), Annisa justru malah mengunjungi kamp konsentrasi Nazi terbesar dan situs-situs sejarah perang dunia II yang sangat kelam.

Annisa turut aktif dalam berbagai kegiatan lingkungan, salah satunya adalah EcoFun Community, komunitas yang dididirikan olehnya pada tahun 2009. Di tahun yang sama, Annisa juga menciptakan permainan edukatif berbasis lingkungan bernama Ecofunopoly. Permainan ini telah mengantarkannya ke berbagai penghargaan tingkat nasional dan internasional. Baru-baru ini, Annisa telah meraih Kreativitaet im Studium award dari University of Goettingen dan AKB Stiftung untuk permainan tersebut. Permainan Ecofunopoly dapat dilihat di blog ecofuncommunity.wordpress.com.

Sewaktu duduk di bangku SMP, Annisa bercita-cita agar bisa bertemu jodohnya saat masih sekolah dan sama-sama masih sekolah. She made her dream come true. 🙂

Andik Fatahillah (The Groom)

reading time : 1,5 minutes

Terlahir pada hari Selasa Kliwon, 6 Rajab 1403 Hijriah atau tanggal 19 April 1983 di Rumah Sakit Bersalin Gunung Sawo Semarang, Jawa Tengah dari pasangan (Alm.) Abdul Rochim dan Hj. Siti Miatun yang sama-sama berdarah Jawa. Merupakan anak bungsu dari enam bersaudara. Kelima kakaknya bernama Uswatun Hasanah (46), Isnaini (43), Fajarwati (41), Maria Ulfah (39) dan Nanang Sofana (36).

Andik kecil menempuh studinya mulai dari TK Tarbiyatul Athfal di Kaliwungu, dan sempat mengalami pindah sekolah dasar sebanyak tiga kali yang di mulai dari Madrasah Ibtidaiyah Al-Husain Krakitan Magelang, SDN 1 Plantaran Kaliwungu Kendal dan dilanjutkan di SDN 2 Girirejo Tempuran Magelang. Andik kecil juga sempat nyantri di Pondok Pesantren Nurul Qur’an Kaliputih Tempuran Magelang selama 4 tahun yang kemudian dilanjutkan nyantri di Pondok Pesantren Sunan Pandan Aran Sleman selama 3 tahun, juga menempuh studi Madrasah Tsanawiyah ditempat yang sama. Masa SMA dihabiskan di Kaliwungu Kendal dengan masuk ke SMA 1 Kaliwungu dan tergabung dalam ex-skul TaeKwonDo yang menjadi passionnya saat itu, meski sempat mengikuti beberapa kejuaran nampaknya dewi fortuna belum berpihak untuk menjadikannya juara .

Kemudian, terinspirasi oleh ayam kampung peliharaan Ibu di halaman belakang rumah membuat Andik muda memberanikan diri untuk mendaftar ke Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang dan akhirnya lolos tanpa tes melalui program siswa berprestasi. Pasca lulus S1, sempat bekerja disalah satu chicken farm di Semarang yang kemudian menemukan passionnya bersama Palang Merah Indonesia (PMI). Kurun waktu 2007 – 2010 berafiliasi dengan PMI dalam program Community Based Avian influenza Control Project (CBAIC). Ternyata kebersamaan selama tiga tahun lebih tersebut membawa kesan tersendiri bagi Andik, yaitu munculnya passion untuk bekerja di community development project. Alhasil, selepas dari PMI bergabunglah dia dengan Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumberdaya Pembangunan (LPPSP) Semarang.

Setahun berlalu, Andik memutuskan untuk mengambil pendidikan master, dan lagi-lagi berjodoh dengan Fakultas Peternakan UNDIP Semarang karena diterima sebagai mahasiswa S2 Magister Ilmu Ternak dengan beasiswa BPKLN Kemendiknas di tahun 2011. Pada tahun 2012 berkesempatan mengikuti program exchange-student selama satu tahun di Georg-August Universitaet Goettingen Jerman dengan beasiswa yang sama dari BPKLN Kemendiknas. Agustus 2013, perasaan dilema melanda karena harus memutuskan apakah kembali ke tanah air atau nekat melanjutkan studi masternya di Uni-Goettingen. Dengan modal nekat dan doa restu dari sang Ibunda, serta semangat „Man Jadda Wa Jadda“ – „Jer Basuki Mowo Beyo“ maka dilanjutkan lah studi full master-nya di Uni-Goettingen meskipun tanpa dukungan beasiswa. Ternyata, kenekatan ini tidak hanya memberikan ilmu dan pengalaman tetapi juga mempertemukannya dengan calon pendamping hidupnya yang juga sama-sama menempuh studi master di Goettingen, iya calon itu adalah Annisa Hasanah .

Awal Desember 2014, dengan membaca Bismillah nekat melamar Annisa, Alhamdulillah lamaran diterima dan berangan-angan menikah di tahun 2015. Mei 2014, Allah membukakan jalan untuk rencana besar itu, Andik dan Annisa sama-sama meraih Kreativitaet im Studium award dari University of Goettingen dan AKB Stiftung, yang memberikan kesempatan bagi Andik untuk melakukan riset thesis di lereng Gunung Merapi, dan sekaligus tentunya untuk bersilaturahiem ke keluarga Annisa serta melangsungkan acara lamaran. Saat ini Andik sedang menyelesaikan tugas akhirnya untuk meraih gelar master of science dari Sustainable International Agriculture University of Goettingen.

meraih Kreativitaet im Studium award dari University of Goettingen dan AKB Stiftung, yang memberikan kesempatan bag i Andik untuk melakukan riset thesis di lereng Gunung Merapi, dan sekaligus tentunya untuk bersilaturahiem ke keluarga Annisa serta melangsungkan acara lamaran. Saat ini Andik sedang menyelesaikan tugas akhirnya untuk meraih gelar master of science dari Sustainable International Agriculture University of Goettingen.

tersebut. Permainan Ecofunopoly dapat dilihat di blog ecofuncommunity.wordpress.com.

Sewaktu duduk di bangku SMP, Annisa bercita-cita agar bisa bertemu jodohnya saat masih sekolah dan sama-sama m

asih sekolah. She made her dream come true. 🙂

Read More