What I Have Seen in Myanmar – As A Muslim

DISCLAIMER : Tulisan ini hanya ingin mengajak para pembaca untuk lebih jernih menyikapi isu konflik dan tidak memperkeruh situasi yang bisa merugikan orang lain yang sesungguhnya tidak bersalah, hingga membuat persepsi baru membentuk kebencian baru. Tulisan ini bukan berarti melarang pembaca untuk bersuara atau beraksi untuk muslim Rohingya. Tulisan ini juga bukan menunjukkan keberpihakan saya terhadap Myanmar. Saya menolak penuh kekerasan dan perbuatan keji terhadap muslim Rohingya dan juga warga lokal di Myanmar.

Kemarin saya baru saja ikut menandatangani petisi Cabut Penghargaan Nobel dari Aung Sang Suu Kyi karena sikap acuh-nya dalam krisis kemanusiaan yang dialami warga Rohingya yang menelan banyak nyawa secara tidak pantas. Jadi pemimpin itu ujiannya emang gede. Saya tahu konflik ini bukan persoalan agama saja, lebih dari itu. Sedihnya, agama kembali digunakan untuk alat memicu konflik oleh orang-orang yang punya kepentingan.

Prinsip saya, yang (more…)

Read More

Balada Demo Tolak Valentine’s Day

Hari Senin kemarin, gue sedang ada di Bogor untuk mengurus pekerjaan administrasi di beberapa dinas. Siang itu, gue booking gojek dari kantor dinas di Pengadilan menuju Bayu Buana Travel. Ketika gojek yang gue naiki melewati Jalan Pajajaran, tiba-tiba hujan besar. Alhasil, gojeknya melipir ke pinggir untuk mengeluarkan jas hujan. Hujan makin deras, hati gue gundah, takut kantor travelnya tutup, gue berharap semoga jalanan lancar.

Baru aja gojeknya jalan, tiba-tiba mandek. Duh, macet apaan nih, pikir gue. Mana udah gede banget lagi, dan gue banyak bawa dokumen penting (untung udah dimasukin ke map plastik). Akhirnya gojeknya nyelip-nyelip, dan kami bisa menembus keluar dari kemacetan. Setelah gue melewati lampu merah di depan Botani Square, gue menemukan salah satu penyebab macet : (more…)

Read More