MIDDLE EAST TRIP – SAUDI ARABIA CHAPTER 3

Baca chapter 2 disini.

Arabian Night at Masmak Fort

Tiba-tiba bus berhenti, gue terbangun, duh capek banget badan gue. Semalam baru tidur 3 jam, saat gue lihat jam tangan, ternyata sudah jam 10 malam. Buset 1 jam lebih dari Riyadh ke tempat ini?! Btw, tempat apaan ini ya?

a0

Turun dari bus, sebuah bangunan benteng megah berdiri di depan mata gue. Rombongan kami mulai berkumpul setelah semua bus markir. Saya dan delegasi Indonesia bertanya-tanya kita ini ada dimana. Meski masih bingung kita ada dimana, pemandangan di benteng ini indah banget, very Arabian. Bangunan benteng berbahan tanah liat yang dikelilingi oleh pohon palem. Guide kami berpakaian Arab berteriak untuk berkumpul. Kita akan dibawa tur ke dalam benteng yang bernama Masmak Fort. Sebelum kita masuk, rombongan Indonesia sempet-sempetnya foto dulu sama Onta. Hahaha.

a1

Foto ini ga ada Onta-nya

Memasuki area benteng, perut saya keroncongan. Duh, udah jam 11 tapi belum makan. Alhasil, saya rada kurang konsen dengerin penjelasan dari tour Guide. Interior bagian dalam benteng ini sangat tua dan very Arabic. Langit-langit bangunannya yang khas, lalu lantainya dilapisi karpet. Ternyata bangunan ini tempat kelahiran bangsa Saudi modern. Dibangun tahun 1902, dulunya menjadi pusat pemimpin Arab, sekarang sudah menjadi museum. Menelusuri setiap sudut benteng ini, bikin saya makin penasaran, buat yang suka sejarah Islam, I’m sure Masmak Fort is a good place for you!

a10

Lalu kami memasuki area plaza di dalam benteng. Kami langsung disuguhi kopi Arab di gelas kecil dan beberapa snack manis. Gue sebenarnya butuh nasi, laper banget. Gue melihat sebagian besar peserta memikirkan hal yang sama: makan malam.

a2

Tapi kayanya belum ada tanda tanda untuk makan malam, malah kami lanjut jalan-jalan. Di dalam benteng, ternyata ada lapangan luas sekali, bahkan ada pasar nya loh!

Pasar dalam bahasa Arab disebut Souk. Inilah pertama kalinya saya melihat Souk. Bangunan souk nya benar-benar jadul, disitu ada beberapa orang menjual makanan, kain, aksesoris, dll. Ini pasar beneran atau pasar boongan ya?Maksudnya pedagang itu kok bisa dagang jam 11 malem gini. Saya engga melewatkan kesempatan untuk foto di Souk pertama saya!

a3

Souk

a11

Setelah kami dibawa berkeliling,sesekali kami diajak untuk menikmati snack yang disediakan oleh ibu-ibu pendamping. Berhubung udah laper banget, saya nyomot apa aja yang ada di meja, meski tampilannya rada aneh-aneh, sayangnya ga ada siomay atau cilok disitu. Ibu-ibu guide kami cerewet sekali dan rada maksa agar kami makan. Saya diberi semangkuk kecil berisi makanan seperti bubur berwarna hitam. Saya ambil sedikit ke dalam mulut. Oh! Enak banget, apaan nih?

Kata si ibu nya itu campuran kacang ijo pake kurma yang dihalusin. Kok enak banget ya? Kaget banget gue nemu makanan enak di Arab. Kejutan lain datang lagi. Lagi enak-enak nyicipin snack, tiba-tiba muncul dentuman gendang dari jauh. Apaan lagi tuh?

Wah ternyata ada segerombolan bapak-bapak berpakaian Arab yang sebagian sedang menyanyi sambil menabuh gendang dan sebagian lagi menari sambil membawa bendera Arab Saudi dan pedang. Mereka menyanyi dalam bahasa Arab, lagunya enak juga. Hehehe.

a4

Tarian Arab

a5

Pedang Arab

Saya langsung sigap dengan kamera untuk mengambil momen ini. Jadi, mereka sedang melakukan tarian selamat datang untuk peserta MiSK. Seru banget!

Saat mereka lagi asik nyanyi, beberapa peserta ditarik untuk bergabung dan menari. Bahkan saya sempat diberi pisau panjangnya juga oleh salah satu performer. Awalnya ngantuk, jadi melek. Hehehe.

Setelah cukup dihibur oleh bapak bapak Arab, kami pun meninggalkan benteng. Daaaaannn…

Kita baru mulai dinner! OMG, jam 12 malam baru mulai dinner? Perut gue yang lapar udah ampe kenyang lagi karena kelamaan nunggu waktu dinner. Kami dibawa ke tenda-tenda yang sudah ada buffet, meja dan kursi. Meski capek banget dan engga gitu laper, saya paksain makan sedikit. Setelah dinner, saya lihat ada beberapa pekerja pria yang sedang berseliweran di sekitar tenda. Saya lihat mereka bukan orang Saudi, tapi mereka imigran dari negara timur tengah lain. Ternyata pekerja kasar di Saudi itu banyak mengambil dari luar.

Setelah hampir semua peserta MiSK meninggalkan tenda dan pergi menuju bus, saya termasuk orang terakhir yang berada di tenda itu. Saya terkejut, sesaat bagian dalam tenda sepi, pekerja pria itu langsung pergi menuju meja-meja buffet sambil membawa kantong kresek. Mereka saling berebut mengambil makanan sampai-sampai salah satu staf berpakaian resmi menegur sikap mereka yang agak kelewatan. Saya kaget pekerja itu terlihat seperti orang yang belum makan 2 bulan, lalu datang seperti merampok makanan. Apakah mereka selalu seperti ini? Entah saya sedih aja lihatnya, ternyata di saat kami sedang makan, mereka bekerja tanpa suara. Lalu, saat selesai, mereka berhamburan mengambil makanan sisa dari makan malam kami.

a1

Pekerja imigran berebutan ambil makanan di meja

Mungkin sikap-sikap seperti yang bikin orang jadi sensitif terhadap imigran. Bahkan saya juga sempat was was waktu mau pergi ke toilet. Toilet nya ada di ujung gedung yang sepi, tapi disitu banyak pekerja imigran. Mereka sempat memandang saya dengan muka agak jahil, saya jad parno sendiri. Saya selalu ingat pesan ini : “selama di Arab, jangan pernah pergi ke tempat sepi sendiri”. Alhasil, saya minta mas Joseph untuk nungguin di depan toilet.

PS. Terlepas dari kekuatiran saya, toilet nya keren banget!

Naik Uber ‘Super Mewah’ di Arab

Besoknya fix nge-drop gara-gara baru balik ke hotel jam 2, dan saya baru tidur jam 3 pagi. Alhasil, saya dan beberapa temen-temen Indonesia ketinggalan bus antar jemput hotel ke venue MiSK di Four Seasons. Kami, grup yang terlambat, memutuskan untuk naik uber. Obrolan sarapan pagi kami itu promo uber dan jenis kendaraan uber. Saya baru tau kalau Uber itu menjadi sponsor dari acara MiSK Global Forum, imbasnya mereka memberikan promo naik uber gratis selama tiga kali dalam sehari menuju venue MiSK sebesar 60 Riyal.

Para cowok-cowok ngomongin juga kalau booking UberBLACK (layanan premium uber) di Riyadh pake mobil mewah sekali! Akhirnya kita tercetus ide untuk book UberBLACK, toh ada promo. Kapan lagi naik mobil mewah, di Indonesia aja kagak pernah. Saya buka app uber untuk pertama kalinya di luar negeri. Setelah book, munculah tulisan “Luxio”.

“Eh, Luxio mobilnya kayak apa ya?” Tanya saya.

“Eh bagus tuh Luxio! Keren kok.. “ balas Randy, temen saya. Saya ga tau banyak soal otomotif, baru denger nama Luxio.

Dan ternyata mobilnya sangat tidak mengecewakan, mewah banget!

Mobil sedan hitam kinclong sudah standby di depan hotel kami, bagian dalamnya lebih kece lagi. For the first  time, I rode uber in Riyadh. Ternyata gratis, Cihuy!

Ketemu Menteri UAE Cantik

Hari kedua program MiSK, saya merasa lebih santai. Selain ruang utama, kita bisa duduk di ladies room yang lebih informal sambil mendengarkan presentasi plus menikmati kopi dan kue. Bener-bener deh, disini kayak sapi digemukin. Makanan datang silih berganti!

Siangnya, saya menikmati break time bareng mbak Reky dan Dissa. Saya sempat berkenalan dengan beberapa wanita Arab oleh Dissa dan mbak Reky. Saya baru sadar kalau banyak wanita muda Arab yang menekuni dunia komunitas dan social work. Ternyata wanita Arab juga boleh punya ‘peran’ lebih, tidak hanya sebagai wanita yang dikurung di rumah dan ga bisa kemana-mana. Mengikuti program MiSK ini membukakan pandangan baru terhadap wanita di Arab. Lebih hebatnya lagi saya bertemu Princess Shamma Suhail, dia adalah menteri termuda United Emirate Arab di bidang Kepemudaan. Dia menjadi salah satu pembicara dalam program MiSK. Umurnya masih 22 tahun dan cantik pula! Umur 22 saya masih berkutat dengan skripsi, dia malah udah jadi menteri. Hehehe. Beruntung banget saya sempat berfoto bersama putri Arab yang asli.

a6

Saat kami masih asik ngobrol di Ladies Room, tiba-tiba Dissa didatangi oleh beberapa pria Arab.Ternyata mereka itu penerjemah bahasa sandi untuk tuna rungu.

Disitu baru tau kalau orang Arab Saudi banyak sekali yang pakai Snapchat. Dikit-dikit Snapchat.. Hehehe.

Ngomong-ngomong soal wanita Arab, saya teringat kembali dengan wanita yang saya temui di toilet kemarin. Wanita cantik banget itu namanya Anud, ga sengaja saya papas an lagi di koridor. Dia sempet nawarin diri untuk jadi guide buat keliling Riyadh, tapi sayang banget waktu terbatas. Jadi ga bisa jalan-jalan. Alhasil, takutnya ga bisa ketemu lagi, saya ngajak foto. Dia jawab oke, tapi anehnya engga excited.

Sesaat setelah berfoto bersama, dia langsung bilang.

Please keep the photo for your personal, don’t share to social media, okay? If you post it, then my family would kill me” sahut Anud.

“Oh, o..o.. okay…” jawab saya masih kaget. Anud pun tersenyum dan kami pun say goodbye. (Akhirnya foto kami tidak bisa saya post disini).

Saya duga, dia engga diizinkan pakai jilbab tanpa cadar, jadi mukanya keliatan. Bisa jadi dia menampakkan muka diam-diam. Hehehe. Ngeri juga ya. Selama di Arab ini, saya sadar kalau ada banyak tipe wanita Arab beserta cara berhijabnya. Ada yang konservatif banget, ada yang menutup rambut, tapi muka terbuka, ada juga yang berjambul. Jujur, saya juga masih bingung sama Arab Saudi ini. Hehehe.

Hijup by mbak Ajeng

Siang harinya, salah satu delegasi Indonesia akan presentasi tentang start-upnya, yes, mbak Ajeng dari Hijup akan sharing mengenai brand melalui Hijup. Sebagian besar delegasi Indonesia sudah standby di ruangan panel, termasuk suami mbak Ajeng, mas Zaky. Mbak Ajeng tampil cantik dan simple dengan abaya bernuansa abu di atas panggung. Karena Mbak Ajeng ga ada yang motoin, alhasil saya mendadak jadi fotografer pribadi mbak Ajeng di ruangan itu. Hehehe.

a7

Ada perasaan yang luar biasa ketika kita berada di luar negeri, lalu kita mendengar sesuatu yang positif dari negeri kita sendiri. Mbak Ajeng bersandingan dengan desainer Arab Saudi yang juga menceritakan bisnis fashionnya. Mbak Ajeng membuat poin penting yang menurut saya penting untuk diketahui kita sesame muslim. Selama ini fashion banyak berkiblat di dunia barat, tapi bagaimana dengan fashion muslim? Misi besar hijup itu ingin menjadikan Indonesia sebagai kiblat fashion muslim di dunia. Keren banget ga sih? J Saya setuju, pastinya perekonomian juga akan tumbuh. Bahkan negara-negara Arab sendiri belum ada brand fashion sekelas Channel, Dior, Yves Saint Laurent, dll. Yang ada mereka mengkonsumsi semua merek itu, hehe.

a8

Dinner at 70th Floor in the Middle of Riyadh

Agenda terakhir program MiSK ini ditutup dengan Farewell Dinner di Lantai 70 Four Season Hotel!

Baru kali ini saya nyobain dinner di gedung pencakar langit, di Indonesia pun ga pernah. #RejekiAnakSolehah

Masuk ke ruang dinner, saya melihat di sudut ruangan ada kaca besar yang menampilkan pemandangan malam kota Riyadh yang dipenuhi lampu-lampu. Malam itu entah saya engga begitu nafsu makan. Saya hanya ambil beberapa makanan Western supaya perut saya ada isi. Disitu ada Kambing BBQ, tapi saya gak suka kambing. Sambil menikmati makan malam, saya ngobrol-ngobrol dengan temen-temen Indonesia, diantaranya mas Narenda dan mas Dhika. Dari hasil ngobrol-ngobrol, mereka berdua sepertinya sudah lama berkiprah di dunia start up, dan kedua start up berbasis IT. Mas Naren ini CEO nya Dicoding, sedangkan mas Dhika itu CEO nya perusahaan yang saya jadi HRD Manajer palsu, hahaha (baca ceritanya di Chapter 1 ya).

“Bisnis lo apa nis?” Tanya mas Naren.

Setelah saya cerita sedikit Ecofunopoly, mas Naren langsung ngasi data tentang dunia board game di Indonesia dan bagaimana bisa survive di industri board game. Ntap banget kalo ketemu orang-orang yang menekuni dunia start up!

Memandangi indahnya nightscape kota Riyadh dari lantai 70 sungguh luar biasa. Saya tersenyum, ah harus banyak-banyak bersyukur nih. Saya gak pernah menyangka kalau saya bisa ke Arab dengan cara yang seperti ini.  Terima kasih Pangeran Muhammad bin Salman untuk undangan-nya.

Karena undangan terhormat ini, saya bisa sekalian memenuhi panggilan ke tanah suci esok hari!

Terima kasih Prince Muhammad bin Salman! Syukran!

a9

To be continued.

 

 

Read More

MIDDLE EAST TRIP – SAUDI ARABIA CHAPTER 2

Baca Chapter 1 disini.

JEDDAH-RIYADH ON AIR

“Wanita adalah properti domestik di Arab, sehingga mereka jarang tersenyum untuk menjaga diri dari kaum lelaki”. Itu kalimat yang saya baca di buku ‘Mekkah dan Madinah’. Wuih properti? Naik Saudia kedua rute Jeddah-Riyadh membuat saya jadi terbiasa dengan agenda tukar kursi sebelum take off. Kasian juga si abang berwajah Oriental curhat ke saya kalau dia udah switch kursi dua kali dengan orang Arab dan pindahin barang dua kali, hashtag-nya #AbangLelahDek.

Tepat di samping kanan saya ada wanita bercadar yang memangku anak laki-laki nya yang berumur sekitar 1 tahun. Si anak rewel ga mau dipangku ibunya. Anak Arab itu udah dasarnya ganteng, matanya bagus banget! Si anak itu ga sengaja nendang paha saya, akhirnya si ibunya bilang sori dengan nada dingin. Saya hanya balas senyum.   Si anak ini kayanya ingin main, akhirnya sesekali saya ajak funny-eye-contact.

Midnight Arrival at Riyadh

Sampai King Khalid International Airport, kami menunggu jemputan dari panitia MGF. Saya salut dengan kesigapan panitia-nya. Bersama koper-koper besar, kami diarahkan menuju mobil jemputan. Liassion Officer kami bicara dengan nada ribut, kami pun disuruh segera naik mobil. Saya dapat pesan dari Mama, kalau di Arab, jangan sekali-kali perempuan naik mobil duluan sebelum ada laki-laki yang kita percaya masuk mobil. Saya minta satu orang cowok untuk naik mobil duluan, akhirnya mas Joseph naik mobil yang saya naiki.

Perjalanan dari airport ke hotel membutuhkan waktu 30 menit. Kota Riyadh malam itu cukup terang benderang. Namanya ibu kota, suasana-nya modern sekali, tidak seperti Arab yang digambarkan kisah-kisah Nabi jaman dahulu. Mobil kami menyusuri jalan utama yang kanan-kirinya berdiri gedung megah dengan lampu yang terang. Ketika mobil berbelok ke satu gedung. Alhamdulilah, akhirnya bisa istirahat juga. Jam 11.30 malam bisa check-in di hotel Rosh Rayhaan by Rotana (psst, it’s 5 star-hotel J). Jangan bilang ini acara pangeran Arab kalau tiap orang dapat kamar pribadi, wow! Alhamdulilah, saya dapat kamar nomor 627 di lantai 6, jadi dapat view kota Riyadh.

Anak Ciawi Ketemu Smart Room

Mata udah berat banget saat masuk kamar. Saat chip-card saya masukan ke lubang kartu untuk menyalakan lampu. TV-pun menyala, dan disitu tertulis “Welcome, Annisa Arsyad!”. Uuuuu… saya tahan rasa kantuk sejenak dengan room tour. Pertama-tama buka kamar mandi-nya. “Uwaaaaaw…” it’s just like a 5 star-bathroom. Ada bath-tub, shower, toilet, dan washtafel, and  just for me!

dscf2686

Lalu saya pergi menuju tempat tidur, kamar ini punya banyak lampu, dan tombol on-off nya itu ada disamping tempat tidur. Ada 8 tombol, akhirnya saya pencet-pencet semua, ngecek tombol mana dan lampu mana. Kurang lebih setengah jam, saya adaptasi dengan smart room ini, sempet ngerekam video juga. Hehe.

dscf2684

Kasur-nya ngajak bobo banget

Di ujung kamar, disediakan meja yang ada pemanas air, air mineral gratis, snack (berbayar), dan teh-kopi-gula. Wuidih, teh nya Dilmah euy! Kalo di Giant, sekotak harganya 100 ribuan lebih, bisa dapet Sariwangi 10 kotak! Okay, time to rest! MiSK Global Forum – Day 1 Saudi never stop surprising me, even at breakfast. Jam 7.30 saya pergi menuju lantai Mezzazine, tempat restoran berada. Breakfastnya buffet, dan waaaaw banget! Judulnya breakfast-rasa-makan siang. Banyak banget menunya! Semua wanita diwajibkan untuk pakai Abaya hitam, semacam gamis panjang yang menutup aurat dan tidak membentuk badan. Panitia MGF menyediakan Abaya, tapi sesuai prediksi Abaya-nya kedodoran di badan saya. Untung saya bawa gamis (pinjem punya Mama). Kami dijemput oleh shuttle bus dari hotel menuju venue MiSK Global Forum di Four Seasons Hotel. Hanya perlu 5 menit perjalanan dari hotel ke Four Seasons, masih sama-sama ring 1 kota Riyadh. Semua peserta turun dari bus, panitia berabaya hitam mengarahkan peserta perempuan menuju pintu masuk khusus wanita. Cewe-cowo dipisah!

dscf2710

Dissa, mbak Reky, and Me at Ladies Entrance MGF 2016

Hall-nya super besar dan bisa menampung ribuan orang. Seat peserta dibagia dua zona dan dibatasi oleh pagar putih. Yang bikin saya amazed dari acara ini, baru aja nyampe, kita udah disuguhi aneka jenis snack dan minuman. Kalau kayak gini mah kita kayak sapi digemukin, makan terus! Dibalik panggung utama, disediakan sofa-sofa nyaman yang didepannya ada layar besar yang menampilkan panggung utama MiSK. Disitu peserta bisa duduk santai sambil menikmati snack, jika tidak mau duduk di kusi ruang utama.

dscf2737

Ladies Zone

Di setiap kursi, ada satu goodie bag putih berlogo MiSK. Saya, mbak Reky, dan Disssa duduk manis di baris ketiga dari depan. Lalu, kami membuka isi goodie bag. *excited* Pertama ada notebook, lalu ada flash disk, dan ada satu kotak putih, saat saya buka, eh apa nih? Benda berbentuk persegi warna silver metalik, eh iPhone? Saat saya keluarkan benda itu dari kotaknya, oh ternyata Power Bank, wkwkwk. Asli bentuknya mirip iPhone loh!

dscf2717

Main Stage

Ada Bill Gates!

Jam 9 pagi, MiSK Global Forum resmi dibuka dengan Welcoming Video dari Bill Gates. Om Bill meminta maaf karena ga bisa hadir ke MiSK Forum (sayang sekaliii, terakhir saya lihat Bill Gates itu di kartun the Simpsons, hehe), dan dia nyebut project-nya dia di Indonesia bersama Microsoft! Sesi dilanjutkan ke Panel Sesion, dua wanita Arab dan dua pria Arab maju, mereka presentasi secara bergantian. Jadi, Arab Saudi ini sedang mengusung “Saudi Vision 2030” secara besar-besaran. Di bawah kerajaan Arab, negara ini mempromosikan visi mereka sebagai “heart of the Arab and Islamic World, the investment powerhouse, and the hub connecting three continents”. ( lebih lanjut bisa dilihat vision2030.gov.sa).

Kalau dari artikel yang pernah saya baca sih, si Pangeran Arab ini ingin mengubah paradigm negara Arab yang selama ini fokus ke minyak bumi menjadi negara yang mengandalkan SDM yang kuat, khususnya anak muda. Empat orang Arab di depan ini bisa dibilang figur anak muda yang sukses sebagai changemaker,innovator dan entrepreneur. Saya duga sih, forum ini juga ingin menunjukkan ke semua orang tentang isu wanita di Arab. Wanita di Arab kan sering dianggap terkekang dan hak-nya lebih rendah dari laki-laki, tapi sebenarnya engga gitu-gitu amat. Ada satu wanita Arab yang jadi panelis bercerita kalau dia bisa sukses membangun rumah tangga, dan juga bisnisnya di bidang pendidikan.

Awalnya, acara berlangsung formal dan khidmat, terus makin kesini saya rada keganggu karena banyak peserta wanita yang lalu lalang sambil bawa snack atau minuman. Kok acara formal gini bisa wara wiri ya? Tapi sepertinya sih wara wiri yang saya lihat terlihat biasa disini. Sesi berikutnya lebih cetar lagi, pembicaranya CEO Siemens! Saya jadi ingat dulu saya pernah ke pabrik pertama Siemens di Goslar. I saw how Siemens started the company from a small factory. Btw, modal banget ya ini acara bisa ngundang beragam world top executive.

Mengamati Kerudung Wanita Arab

Meski pembicara yang hadir cetar membahana, badan saya agak lemes, baru tidur 3 jam plus capeknya perjalanan kemarin mungkin masih nempel di badan. Akhirnya saya bangkit dari kursi untuk cari kopi ke belakang panggung. Di belakang panggung ini ada space yang cukup luas untuk duduk di sofa berbentuk lingkaran dan di depannya ada screen besar yang menayangkan pembicara di panggung utama, dipojokan ruangan ada buffet kue-kue manis, dan di sebelahnya ada mesin kopi. Nah, itu yang kumau! Then, I ordered Hot Latte.

Sambil menyeruput latte panas, saya mengamati peserta wanita yang sedang asik menikmati snack time-nya, 70% dari peserta di forum ini orang Arab. Saya amati wajah mereka luar biasa cantik, nearly perfect. Kulit putih mulus terawat, mata indah, hidung super mancung, bibir merah. Ya ga kaget juga sih, kalau laki-laki disini dikenal dengan nafsu-nya yang gede, wong wanitanya cakep-cakep begini, hehe. Jadi, syariat Islam sangat dijunjung disini. Tapi, uniknya, gaya berpakaian wanita Arab juga beragam, khususnya gaya berkerudung. Sebagian dari mereka pakai niqab (cadar) sehingga semua tertutupi kecuali mata dan telapak tangan, sebagian lagi pakai abaya dengan gaya berkerudung orang Indonesia (menampakkan wajah dan telapak tangan), dan ajaibnya, ada sebagian wanita yang memakai abaya tapi kerudung-nya menampakan jambul rambutnya. Kok bisa beda gini ya? Kata mbak Reky, sejak tahun lalu, pemerintah Arab konon memperbolehkan gaya kerudung ‘jambul’ begini, konon mereka lebih ‘longgar’. Hmm, kenapa yah?

Setelah makan siang, sesi dilanjutkan ke parallel session, jadi ada beberapa sesi di ruangan berbeda, dan kita bisa milih. Saya pergi ke sesi “Better Luck Next Time : Why Concepts Fail” karena pembicaranya itu Global Vice President Youth Venture ASHOKA! I’m curious to meet her, since I’ve been awarded ASHOKA Young Changemaker in 2009. Sesi yang saya ikuti ini ternyata tidak se-serius di ruang utama. Kursi-kursi dibuat seperti lingkaran, sehingga terasa lebih akrab. Ms. Nancy dan satu pembicara lainnya berbagi cerita soal pengalaman hidupnya yang tentu tidak lepas dari kegagalan. Sambil mendengar cerita mereka, saya lihat peserta-nya mostly orang Arab semua, yang cowo berpakaian terusan putih dan sorban merah putih, dan yang cewe pakai Abaya hitam semua. Well, jarang-jarang juga sih, hampir ga pernah ikut forum yang peserta-nya pakai pakaian seperti ini. Hehe. Sesi selesai saya sempatkan diri untuk kenalan dengan Ms. Nancy dan bertukar kartu nama. J

Ketemu Orang Mesir Pertama yang Mendaki Everest

Sesi yang saya pilih berikutnya engga kalah seru, kali ini terkait dengan Dunia saya: Traveling. I joined “Expedition to Success: In Conversation with the Explorer”. Pembicaranya adalah Omar Samra, dia adalah Founder Wildguanabana, sebuah Adventure Travel Company. Belum berhenti disitu, pasti yang baca profil dia akan ternganga deh. Omar Samra ini orang Mesir pertama yang pernah mendaki Puncak Everest, dan dia pernah menjelajahi kutub Utara dan Selatan. Wow! Dengar kata Everest, kok jadi inget film Everest yang nyeremin itu ya? Nontonnya aja Tegang banget, gimana naik beneran ya?

Eh, belum selesai, perusahaan dia merupakan perusahaan pertama di Timur Tengah dan Africa yang Carbon Neutral! Personal achievement dia lebih cetar lagi: masuk sebagai 50 Powerful Arabs Bussinessmen di salah satu majalah besar dan Arabia Business’s 100 Most Powerful Arabs Under 40s. Omar mulai berbagi cerita seputar pengalaman hidup-nya sebagai seorang professional worker yang sukses, kemudian dia tinggalkan stable job-nya untuk mengejar mimpinya. Mulailah dia mengembara dengan mendaki gunung-gunung tertinggi di dunia, salah satunya Everest. Saya begitu hanyut dengar ceritanya. Kemudian, dia membuka bisnis travel agent company yang bisa sekaligus menyalurkan mimpinya. FYI, dia juga sudah berkeluarga dan memiliki anak, namun istrinya baru aja meninggal dunia. L dscf2745 Selesai dia sharing, pertanyaan berdatangan berjubel dari peserta, mulai dari bagaimana menghandle itu semuanya, sampai ‘what’s next?’. Omar menjawab pertanyaannya satu-satu dengan kalem. Satu quote bagus dari dia adalah we are just a tiny part in this universe, 99,99% hidup kita ini dikendalikan oleh alam semesta, dan kita hanya bisa mengendalikan hidup kita 0,00001% aja, jadi kita tidak perlu panik pada hal-hal kecil, dan terus berusaha. Oh, bang Omar, I’m your new fan! Setelah sesi beres, saya samperin bang Omar ini, mau minta foto bareng. Alhamdulilah, bisa ngobrol sedikit bareng dia. He is sooooo humble! Udah pintar dan sukses, humble lagi. Buat yang ga humble, duh kelaut aja deh! Hehe. Sempet sharing soal Student Traveler dan pengalaman trip saya ke 25 negara ke bang Omar, then he asked me which country that interests me most. Germany! For sure. Hehe.

dscf2746

Bang Omar Tinggi bangett !

Rumpi Cantik bareng Wanita Arab di Toilet

Karena sudah waktunya solat Zuhur, saya pergi menuju musola. Ada satu ruangan yang disediakan untuk solat, pas saya ke musola, kok ga ada tempat wudhu-nya ya? Alhasil saya ke Toilet. Di area washtafel, ada dua wanita Arab yang lagi benerin make up-nya. Saya rencana mau wudhu di washtafel, kok rada sungkan ya? Masa’ di negara Arab ga ada keran khusus wudhu? Saya beranikan diri nanya ke wanita Arab disitu.

“Excuse me, do you know where I can do.. wuudhu?” Tanya saya sambil praktekan cara berwudhu. Takutnya spelling wudhu saya salah, hehe,

“You can do here.. “ jawab si wanita itu senyum sambil nunjuk washtafel. “Oh, so it’s allowed to take wudhu here?” Tanya saya lagi ragu.

“Sure! No problem! Sorry we don’t have a proper place to do wudhu in here.. I travel to Malaysia and other Muslim countries, they provide a place to do wudhu..” jawab dia lagi.

Hehehe, saya jawab gapapa, tapi kok aneh juga ya ini negara dimana Islam turun pertama kali, tapi engga ada tempat wudhu di Four Seasons Five Star Hotel, tepat di tengah ibu kota. Yasudahlah, saya sudah biasa wudhu di washtafel. Alhasil kami berkenalan, ternyata dia peserta MiSK Global Forum juga, namanya Anud. Dia kerja di kantor pemerintahan Riyadh. Anud ini cantiknya superrrr deh! Dia ga pakai cadar, tapi pakai kerudung tertutup. Saya cerita kalau ini pertama kalinya saya ke Arab Saudi, and I’m super excited. Baiknya, dia menawarkan diri untuk menjadi guide kalau misal saya mau pergi ke suatu tempat di Riyadh. But, unfortunately, the schedule is really tight. Duh, padahal pengen banget muter-muter Riyadh.

Karena Anud begitu ramah, saya beranikan diri nanya apakah wanita disini benar-benar engga boleh keluar sendiri kecuali ditemani mahramnya. Saya baca di internet, bahkan wanita berdua pergi pun dilarang. Selama naik kendaraan di Riyadh, saya emang ga pernah liat wanita jalan sendiri juga sih. Jadi penasaran banget. Dia jawab santai, “engga juga sih”. Intinya, menurut dia boleh-boleh aja pergi sendiri. Hmm gitu ya? Jujur saya penasaran banget soal hak-hak wanita di Arab.

Awwww, Meet The Legend of Social Entreprise! Guess Who?

Beres solat Zuhur dan Jamak Ashar, saya dikirimi WA dari mbak Reky, “mbak dimana? Sekarang Prof. XX loh.. ”. Saya buru-buru pergi menuju main Stage. He is the one that I really want to meet!

Masuk ruang duduk wanita, tampak di panggung, seorang pria paruh baya berpakaian khas Asia Selatan, celana dan atasan hijau lumut dan rompi krem, rambut beruban, Yes, it’s Professor Muhammad Yunus, Noble Peace Prize Winner for his innovation, Grameen Bank, Bank untuk orang Miskin di Bangladesh! Berkah banget bisa melihat beliau langsung dan mendengar presentasinya dalam topic “Unpacking Global Citizenship Decision Making and Challenges of the Globalized World”. Buat saya yang sedang menggeluti dunia Social Entreprise, dia itu bagai the Legend of Social Entreprise! Dia memulai cerita bagaimana dia mengkritik bank-bank konvensional yang dia anggap aneh, karena meminjamkan uang kepada orang yang sudah punya uang, tapi bukan kepada orang yang tidak punya uang. Banker konvensional menganggap di Prof. Yunus ini aneh, karena dia meminjamkan uang kepada orang yang tidak bisa ngasih jaminan. Akhirnya dia membangun Grameen Bank di Bangladesh untuk poor people. Bank pun berkembang hingga menjadi national bank dengan 9 juta nasabah di Bangladesh.

Luar biasanya lagi, beliau pun ngasih pinjaman ke pengemis (bayangin, pengemis itu nasabah di Grameen Bank!), tapi dengan syarat dia harus bawa product untuk dijual saat mengemis, lalu dalam beberapa tahun pengemis itu sudah engga lagi menjadi pengemis, tapi mereka berubah jadi door-to-door salesmen. Waaaw. Denger cerita ini jadi sadar kenapa beliau bisa dapat penghargaan sekelas Noble. Ada beberapa quote dari beliau yang benar-benar menginspirasi saya.

dscf2748

“Human being wasn’t born to work for somebody else.”

“I’m not a Job Seeker, I’m a Job Creator. That’s what I am.”

“Job is a sacrifice of our creative power.Job is not a destination.”

“We didn’t came to the planet, and said ‘where is my job?’”

“You decide what is your destination, what is your purpose of life.”

“Poverty is not in the poor. Poverty is in the system that we built in.”

“Charity money has one life. Social business money has endless life.”

“Three Megapower: Youth,Technology, Social Business.”

Prof. Muhammad Yunus, Noble Peace Prize Winner

(Speech Prof. Yunus bisa dilihat di link ini ya, dijamin inspiring!)

Prof. Yunus’s speech boosted up my mood that day.

Setelah beliau meninggalkan panggung, saya, Dissa, dan mbak Reky langsung pergi ke backstage untuk menemui beliau. Serunya di acara ini, kita boleh nyamperin pembicara langsung di backstage loh! Hihi. Backstage sudah penuh orang-orang yang antri untuk ketemu Prof. Yunus. Dengan sabar kami bertiga menunggu. OMG, Prof. Yunus is just 3 meters from me! Setelah beliau beres diliput media, kami langsung menghampiri beliau. “Hello Professor Yunus.. my name is Annisa from Ecofun Indonesia” sapa saya sambil memberikan name card. Beliau memberikan kartu nama-nya ke kami bertiga (Uhuy!). Karena antrian beliau panjang banget, kami langsung berfoto secara bergantian. Untung ada Michael, dia sukarela motoin saya dengan Prof. Yunus. Thanks Michael!

dscf2752

Wandering Around Four Seasons Hotel

Meski masih ada sesi berjalan, saya memutuskan untuk jalan-jalan sekitar Four Season Hotel. Kami hanya punya dua hari disini, takutnya besok engga bisa muter-muter, akhirnya saya wandering around sendiri. Eh, ternyata saya ketemu si Darun di dekat entrance, ternyata dia pengen jalan-jalan juga. Let’s go! Menara Four Season Hotel ini menjadi salah satu landmark utama kota Riyadh. Bentuk tower itu pipih, dan bagian atasnya bolong, mirip seperti pembuka tutup botol. Kalau malam hari, justru mirip Mordor-nya Lord of The Rings, haha. And, I wish to have one single photo with it! Saya dan Darun berfoto di depan hotel. Sedih juga ya, perempuan terbatas untuk kemana-mana, hiks.

dscf2766

Four Seasons Hotel, Landmark of Riyadh (mirip Mordor kan?hehe)

Lalu, saya masuk kembali ke dalam hotel, dan nyari taman bergaya Arab di dalam hotel, sempet lihat di website-nya (Maklum lulusan Arsitektur Lanskap, pasti bawaannya pengen liat taman! Hehe). Pas lagi nyari tamannya, eh ada mbak Ajeng dan mas Zaky lagi duduk di dekat lobi utama hotel. Ternyata mereka mau balik duluan ke hotel untuk istirahat, mbak Ajeng kayanya kecapean banget. Alhasil kami ngobrol-ngobrol dulu disitu. Mbak Ajeng awalnya ngajakin pulang bareng naik uber, sebenarnya saya capek buanget sih dan pengen istirahat. Tapi barang-barang saya masih tertinggal di ruang acara. .

dscf2784

With Start Up CEOs Couple, mbak Ajeng (Hijup.com) & mas Zaky (Bukalapak.com). Orang sebelah saya lagi hits dengan iklan ‘Sakit Jiwa’-nya Bukalapak di TV! Hehe

Mereka pun pergi duluan, kami lanjut jalan-jalan. EH ternyata taman yang saya cari engga ada, disana hanya ada pohon-pohon palem palsu yang dijejer, jadi terlihat seperti taman. Walah.

dscf2787

Batang Pohon boongan ternyata..

Jam 6.30 sore, kami dijemput oleh bus untuk kembali ke hotel. Jam 7.30, kami dijemput lagi untuk dinner. To be honest, I’m very exhausted that evening. Pengen istirahat di hotel, tapi kok sayang ya kalo ga ikutan. Malam ini kita akan dibawa ke satu tempat untuk cultural excursion sekaligus dinner, eh tapi kita engga diberi tahu akan dibawa kemana, dan ternyata kita dibawa ke tempat yang tidak terduga, suatu tempat bernama … To be continued.  

Read More