MIDDLE EAST TRIP – SAUDI ARABIA CHAPTER 3

Baca chapter 2 disini.

Arabian Night at Masmak Fort

Tiba-tiba bus berhenti, gue terbangun, duh capek banget badan gue. Semalam baru tidur 3 jam, saat gue lihat jam tangan, ternyata sudah jam 10 malam. Buset 1 jam lebih dari Riyadh ke tempat ini?! Btw, tempat apaan ini ya?

a0

Turun dari bus, sebuah bangunan benteng megah berdiri di depan mata gue. Rombongan kami mulai berkumpul setelah semua bus markir. Saya dan delegasi Indonesia bertanya-tanya kita ini ada dimana. Meski masih bingung kita ada dimana, pemandangan di benteng ini indah banget, very Arabian. Bangunan benteng berbahan tanah liat yang dikelilingi oleh pohon palem. Guide kami berpakaian Arab berteriak untuk berkumpul. Kita akan dibawa tur ke dalam benteng yang bernama Masmak Fort. Sebelum kita masuk, rombongan Indonesia sempet-sempetnya foto dulu sama Onta. Hahaha.

a1

Foto ini ga ada Onta-nya

Memasuki area benteng, perut saya keroncongan. Duh, udah jam 11 tapi belum makan. Alhasil, saya rada kurang konsen dengerin penjelasan dari tour Guide. Interior bagian dalam benteng ini sangat tua dan very Arabic. Langit-langit bangunannya yang khas, lalu lantainya dilapisi karpet. Ternyata bangunan ini tempat kelahiran bangsa Saudi modern. Dibangun tahun 1902, dulunya menjadi pusat pemimpin Arab, sekarang sudah menjadi museum. Menelusuri setiap sudut benteng ini, bikin saya makin penasaran, buat yang suka sejarah Islam, I’m sure Masmak Fort is a good place for you!

a10

Lalu kami memasuki area plaza di dalam benteng. Kami langsung disuguhi kopi Arab di gelas kecil dan beberapa snack manis. Gue sebenarnya butuh nasi, laper banget. Gue melihat sebagian besar peserta memikirkan hal yang sama: makan malam.

a2

Tapi kayanya belum ada tanda tanda untuk makan malam, malah kami lanjut jalan-jalan. Di dalam benteng, ternyata ada lapangan luas sekali, bahkan ada pasar nya loh!

Pasar dalam bahasa Arab disebut Souk. Inilah pertama kalinya saya melihat Souk. Bangunan souk nya benar-benar jadul, disitu ada beberapa orang menjual makanan, kain, aksesoris, dll. Ini pasar beneran atau pasar boongan ya?Maksudnya pedagang itu kok bisa dagang jam 11 malem gini. Saya engga melewatkan kesempatan untuk foto di Souk pertama saya!

a3

Souk

a11

Setelah kami dibawa berkeliling,sesekali kami diajak untuk menikmati snack yang disediakan oleh ibu-ibu pendamping. Berhubung udah laper banget, saya nyomot apa aja yang ada di meja, meski tampilannya rada aneh-aneh, sayangnya ga ada siomay atau cilok disitu. Ibu-ibu guide kami cerewet sekali dan rada maksa agar kami makan. Saya diberi semangkuk kecil berisi makanan seperti bubur berwarna hitam. Saya ambil sedikit ke dalam mulut. Oh! Enak banget, apaan nih?

Kata si ibu nya itu campuran kacang ijo pake kurma yang dihalusin. Kok enak banget ya? Kaget banget gue nemu makanan enak di Arab. Kejutan lain datang lagi. Lagi enak-enak nyicipin snack, tiba-tiba muncul dentuman gendang dari jauh. Apaan lagi tuh?

Wah ternyata ada segerombolan bapak-bapak berpakaian Arab yang sebagian sedang menyanyi sambil menabuh gendang dan sebagian lagi menari sambil membawa bendera Arab Saudi dan pedang. Mereka menyanyi dalam bahasa Arab, lagunya enak juga. Hehehe.

a4

Tarian Arab

a5

Pedang Arab

Saya langsung sigap dengan kamera untuk mengambil momen ini. Jadi, mereka sedang melakukan tarian selamat datang untuk peserta MiSK. Seru banget!

Saat mereka lagi asik nyanyi, beberapa peserta ditarik untuk bergabung dan menari. Bahkan saya sempat diberi pisau panjangnya juga oleh salah satu performer. Awalnya ngantuk, jadi melek. Hehehe.

Setelah cukup dihibur oleh bapak bapak Arab, kami pun meninggalkan benteng. Daaaaannn…

Kita baru mulai dinner! OMG, jam 12 malam baru mulai dinner? Perut gue yang lapar udah ampe kenyang lagi karena kelamaan nunggu waktu dinner. Kami dibawa ke tenda-tenda yang sudah ada buffet, meja dan kursi. Meski capek banget dan engga gitu laper, saya paksain makan sedikit. Setelah dinner, saya lihat ada beberapa pekerja pria yang sedang berseliweran di sekitar tenda. Saya lihat mereka bukan orang Saudi, tapi mereka imigran dari negara timur tengah lain. Ternyata pekerja kasar di Saudi itu banyak mengambil dari luar.

Setelah hampir semua peserta MiSK meninggalkan tenda dan pergi menuju bus, saya termasuk orang terakhir yang berada di tenda itu. Saya terkejut, sesaat bagian dalam tenda sepi, pekerja pria itu langsung pergi menuju meja-meja buffet sambil membawa kantong kresek. Mereka saling berebut mengambil makanan sampai-sampai salah satu staf berpakaian resmi menegur sikap mereka yang agak kelewatan. Saya kaget pekerja itu terlihat seperti orang yang belum makan 2 bulan, lalu datang seperti merampok makanan. Apakah mereka selalu seperti ini? Entah saya sedih aja lihatnya, ternyata di saat kami sedang makan, mereka bekerja tanpa suara. Lalu, saat selesai, mereka berhamburan mengambil makanan sisa dari makan malam kami.

a1

Pekerja imigran berebutan ambil makanan di meja

Mungkin sikap-sikap seperti yang bikin orang jadi sensitif terhadap imigran. Bahkan saya juga sempat was was waktu mau pergi ke toilet. Toilet nya ada di ujung gedung yang sepi, tapi disitu banyak pekerja imigran. Mereka sempat memandang saya dengan muka agak jahil, saya jad parno sendiri. Saya selalu ingat pesan ini : “selama di Arab, jangan pernah pergi ke tempat sepi sendiri”. Alhasil, saya minta mas Joseph untuk nungguin di depan toilet.

PS. Terlepas dari kekuatiran saya, toilet nya keren banget!

Naik Uber ‘Super Mewah’ di Arab

Besoknya fix nge-drop gara-gara baru balik ke hotel jam 2, dan saya baru tidur jam 3 pagi. Alhasil, saya dan beberapa temen-temen Indonesia ketinggalan bus antar jemput hotel ke venue MiSK di Four Seasons. Kami, grup yang terlambat, memutuskan untuk naik uber. Obrolan sarapan pagi kami itu promo uber dan jenis kendaraan uber. Saya baru tau kalau Uber itu menjadi sponsor dari acara MiSK Global Forum, imbasnya mereka memberikan promo naik uber gratis selama tiga kali dalam sehari menuju venue MiSK sebesar 60 Riyal.

Para cowok-cowok ngomongin juga kalau booking UberBLACK (layanan premium uber) di Riyadh pake mobil mewah sekali! Akhirnya kita tercetus ide untuk book UberBLACK, toh ada promo. Kapan lagi naik mobil mewah, di Indonesia aja kagak pernah. Saya buka app uber untuk pertama kalinya di luar negeri. Setelah book, munculah tulisan “Luxio”.

“Eh, Luxio mobilnya kayak apa ya?” Tanya saya.

“Eh bagus tuh Luxio! Keren kok.. “ balas Randy, temen saya. Saya ga tau banyak soal otomotif, baru denger nama Luxio.

Dan ternyata mobilnya sangat tidak mengecewakan, mewah banget!

Mobil sedan hitam kinclong sudah standby di depan hotel kami, bagian dalamnya lebih kece lagi. For the first  time, I rode uber in Riyadh. Ternyata gratis, Cihuy!

Ketemu Menteri UAE Cantik

Hari kedua program MiSK, saya merasa lebih santai. Selain ruang utama, kita bisa duduk di ladies room yang lebih informal sambil mendengarkan presentasi plus menikmati kopi dan kue. Bener-bener deh, disini kayak sapi digemukin. Makanan datang silih berganti!

Siangnya, saya menikmati break time bareng mbak Reky dan Dissa. Saya sempat berkenalan dengan beberapa wanita Arab oleh Dissa dan mbak Reky. Saya baru sadar kalau banyak wanita muda Arab yang menekuni dunia komunitas dan social work. Ternyata wanita Arab juga boleh punya ‘peran’ lebih, tidak hanya sebagai wanita yang dikurung di rumah dan ga bisa kemana-mana. Mengikuti program MiSK ini membukakan pandangan baru terhadap wanita di Arab. Lebih hebatnya lagi saya bertemu Princess Shamma Suhail, dia adalah menteri termuda United Emirate Arab di bidang Kepemudaan. Dia menjadi salah satu pembicara dalam program MiSK. Umurnya masih 22 tahun dan cantik pula! Umur 22 saya masih berkutat dengan skripsi, dia malah udah jadi menteri. Hehehe. Beruntung banget saya sempat berfoto bersama putri Arab yang asli.

a6

Saat kami masih asik ngobrol di Ladies Room, tiba-tiba Dissa didatangi oleh beberapa pria Arab.Ternyata mereka itu penerjemah bahasa sandi untuk tuna rungu.

Disitu baru tau kalau orang Arab Saudi banyak sekali yang pakai Snapchat. Dikit-dikit Snapchat.. Hehehe.

Ngomong-ngomong soal wanita Arab, saya teringat kembali dengan wanita yang saya temui di toilet kemarin. Wanita cantik banget itu namanya Anud, ga sengaja saya papas an lagi di koridor. Dia sempet nawarin diri untuk jadi guide buat keliling Riyadh, tapi sayang banget waktu terbatas. Jadi ga bisa jalan-jalan. Alhasil, takutnya ga bisa ketemu lagi, saya ngajak foto. Dia jawab oke, tapi anehnya engga excited.

Sesaat setelah berfoto bersama, dia langsung bilang.

Please keep the photo for your personal, don’t share to social media, okay? If you post it, then my family would kill me” sahut Anud.

“Oh, o..o.. okay…” jawab saya masih kaget. Anud pun tersenyum dan kami pun say goodbye. (Akhirnya foto kami tidak bisa saya post disini).

Saya duga, dia engga diizinkan pakai jilbab tanpa cadar, jadi mukanya keliatan. Bisa jadi dia menampakkan muka diam-diam. Hehehe. Ngeri juga ya. Selama di Arab ini, saya sadar kalau ada banyak tipe wanita Arab beserta cara berhijabnya. Ada yang konservatif banget, ada yang menutup rambut, tapi muka terbuka, ada juga yang berjambul. Jujur, saya juga masih bingung sama Arab Saudi ini. Hehehe.

Hijup by mbak Ajeng

Siang harinya, salah satu delegasi Indonesia akan presentasi tentang start-upnya, yes, mbak Ajeng dari Hijup akan sharing mengenai brand melalui Hijup. Sebagian besar delegasi Indonesia sudah standby di ruangan panel, termasuk suami mbak Ajeng, mas Zaky. Mbak Ajeng tampil cantik dan simple dengan abaya bernuansa abu di atas panggung. Karena Mbak Ajeng ga ada yang motoin, alhasil saya mendadak jadi fotografer pribadi mbak Ajeng di ruangan itu. Hehehe.

a7

Ada perasaan yang luar biasa ketika kita berada di luar negeri, lalu kita mendengar sesuatu yang positif dari negeri kita sendiri. Mbak Ajeng bersandingan dengan desainer Arab Saudi yang juga menceritakan bisnis fashionnya. Mbak Ajeng membuat poin penting yang menurut saya penting untuk diketahui kita sesame muslim. Selama ini fashion banyak berkiblat di dunia barat, tapi bagaimana dengan fashion muslim? Misi besar hijup itu ingin menjadikan Indonesia sebagai kiblat fashion muslim di dunia. Keren banget ga sih? J Saya setuju, pastinya perekonomian juga akan tumbuh. Bahkan negara-negara Arab sendiri belum ada brand fashion sekelas Channel, Dior, Yves Saint Laurent, dll. Yang ada mereka mengkonsumsi semua merek itu, hehe.

a8

Dinner at 70th Floor in the Middle of Riyadh

Agenda terakhir program MiSK ini ditutup dengan Farewell Dinner di Lantai 70 Four Season Hotel!

Baru kali ini saya nyobain dinner di gedung pencakar langit, di Indonesia pun ga pernah. #RejekiAnakSolehah

Masuk ke ruang dinner, saya melihat di sudut ruangan ada kaca besar yang menampilkan pemandangan malam kota Riyadh yang dipenuhi lampu-lampu. Malam itu entah saya engga begitu nafsu makan. Saya hanya ambil beberapa makanan Western supaya perut saya ada isi. Disitu ada Kambing BBQ, tapi saya gak suka kambing. Sambil menikmati makan malam, saya ngobrol-ngobrol dengan temen-temen Indonesia, diantaranya mas Narenda dan mas Dhika. Dari hasil ngobrol-ngobrol, mereka berdua sepertinya sudah lama berkiprah di dunia start up, dan kedua start up berbasis IT. Mas Naren ini CEO nya Dicoding, sedangkan mas Dhika itu CEO nya perusahaan yang saya jadi HRD Manajer palsu, hahaha (baca ceritanya di Chapter 1 ya).

“Bisnis lo apa nis?” Tanya mas Naren.

Setelah saya cerita sedikit Ecofunopoly, mas Naren langsung ngasi data tentang dunia board game di Indonesia dan bagaimana bisa survive di industri board game. Ntap banget kalo ketemu orang-orang yang menekuni dunia start up!

Memandangi indahnya nightscape kota Riyadh dari lantai 70 sungguh luar biasa. Saya tersenyum, ah harus banyak-banyak bersyukur nih. Saya gak pernah menyangka kalau saya bisa ke Arab dengan cara yang seperti ini.  Terima kasih Pangeran Muhammad bin Salman untuk undangan-nya.

Karena undangan terhormat ini, saya bisa sekalian memenuhi panggilan ke tanah suci esok hari!

Terima kasih Prince Muhammad bin Salman! Syukran!

a9

To be continued.