Hari Libur Nasional Tahun 2017

Buat ngatur cuti or persiapan jalan2, berikut ini adalah

*Hari Libur Nasional Tahun 2017.*

1 Januari (Minggu): Tahun Baru Masehi

28 Januari (Sabtu): Tahun Baru Imlek 2568

28 Maret (Selasa): Tahun Baru Saka 1939-Nyepi

14 April (Jumat): Wafat Isa Al Masih

24 April (Senin): Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW

1 Mei (Senin): Hari Buruh Internasional

11 Mei (Kamis): Hari Raya Waisak

25 Mei (Kamis): Kenaikan Isa Al Masih

1 Juni (Selasa): Hari lahir Pancasila

25-26 Juni (Minggu-Senin): Hari Raya Idul Fitri 1438H

17 Agustus (Kamis): Hari Kemerdekaan RI

1 September (Jumat): Hari Raya Idul Adha 1438H

21 September (Kamis): Tahun Baru Islam 1439H

1 Desember (Jumat): Maulid Nabi Muhammad SAW

25 Desember (Senin) Hari Raya Natal.

*Cuti Bersama Tahun 2017:*

23, 27, 28 Juni (Jumat, Selasa dan Rabu) – Idul Fitri 1438H

26 Desember (Selasa): Hari Natal

*Harpitnas Tahun 2017:*
27 Maret (Senin)
12 Mei (Jumat)
26 Mei (Jumat)
28 Agustus (Jumat)
22 September (Jumat)

*Long Weekend Tahun 2017:*
14-16 April (Jumat-Minggu)
22-24 April (Sabtu-Senin)
29 April-1 Mei (Sabtu-Senin)
1-3 September (Jumat-Minggu)
1-3 Desember (Jumat-Minggu

Semoga bermanfaat!
Happy Holiday!

Read More

My Article ‘Woman and Tourism’ on A Magazine

“Through travel I first became aware of the outside world; it was through travel that I found my own introspective way into becoming a part of it.”

– Eudora Welty –

Malam kemarin sepulang dari bertapa untuk menyelesaikan tesis, saya menemukan sebuah paket dibalut kertas coklat yang ditujukan kepada saya. Wah paket apa nih?

13269255_10208292402741483_7365586410002884635_n

Perasaan engga belanja online deh, haha. Pas nemu nama tertuju-nya, tertulis ‘Annisa Potter’.

Semenjak punya buku dengan nama pena ‘@annisaa_potter’, menerima paket dengan nama ini seolah tidak terasa aneh. hehe.

Oh, ternyata paket ini kiriman dari Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata, Kementerian Pariwisata RI!

Saya baru ingat kalau bulan April silam, saya pernah diminta oleh mbak Fina, salah satu staf Kemenpar untuk membuat tulisan tentang Perempuan, merayakan hari Kartini, dan tulisannya akan dimuat di majalah internal Kementerian Pariwisata. I feel so honoured to get this offer. Saya ingat sekali bulan April sedang hectic banget, tapi alhamdulilah saya bisa menyelesaikan tulisan saya.

13343138_10208292402861486_1882647509647112569_n

Buru-buru saya langsung buka paketnya, isinya ada dua majalah berjudul Destinasi & Industri Pariwisata edisi III bulan April 2016,  di bagian kanan bawah cover, ada logo “Pesona Indonesia” yang sudah tidak asing lagi buat saya. Saya langsung buka majalah tersebut dan mencari tulisan saya.

13321892_10208292343379999_209126770198735260_n

Waaaaah, senangnya tulisan saya dimuat di rubrik Insight dengan total 2 halaman. Saya senyum-senyum sendiri, hihi. Judul tulisan nya adalah “Kekuatan Perempuan Dalam Pariwisata Indonesia”. Di tulisan ini saya sedikit membawa bumbu feminisme dimana pariwisata atau dunia traveling bukanlah aktivitas yang bisa dilakukan oleh kamu adam. Selain itu, ada banyak figur-figur wanita Indonesia yang telah menjadi icon dalam berhasil menaikkan popularitas pariwisata Indonesia! 

13331122_10208292343740008_2010407769562682470_n

Daripada saya banyak memberi spoiler, saya akan berikan artikel yang sudah di-scan, siapa tau ada yang mau baca secara lengkap. (Majalah ini masih untuk kalangan internal Kementerian Pariwisata Indonesia, jadi belum diedarkan secara umum).

Scan_20160605

Halaman 1

Scan_20160605 (2)

Halaman 2

Book Review ST MenPar

Buku Student Traveler on Book Review

Ingin PDF-nya?

Klik Gambar di bawah ini untuk mendapat pdf-nya!

Selain majalah, saya mendapatkan aneka souvenir cantik dengan logo ‘Pesona Indonesia’, huwaaah, makasih yaaa~ <3

Terima kasih untuk mbak Fina atas kesempatan yang diberikan, semoga artikelnya bermanfaat !

Hidup wanita Indonesia, hidup pariwisata Indonesia~~~

Salam,

@annisaa_potter who loves #WONDERFULINDONESIA & #PESONAINDONESIA

Don’t forget to follow @ceritadestinasi on Instagram!

 

Read More

Europe Day!

What’s on May 9th?

It’s Europe Day!

13178848_10153783595043392_4780927395034823381_n

Eropa ternyata punya hari jadi juga loh!
Mengutip dari postingan bu Destriani Nugroho di grup fb Erasmus Indonesia :

” 9 May – diperingati sebagai awal Eropa bersatu dan disebut Hari Eropa.

Setiap tanggal 9 Mei masyarakat negara-negara anggota Uni Eropa (UE) merayakan Hari Eropa atau Schuman Day guna memperingati pembentukan organisasi Masyarakat Eropa yang didasarkan pada deklarasi yang disampaikan mantan Menlu Perancis Robert Schuman pada 9 Mei 1950.

Dalam deklarasi yang dibacakan dihadapan media di Paris, Menlu Schuman mengusulkan pembentukan lembaga supra nasional Eropa yang bertugas untuk melakukan pengelolaan batu bara dan baja bersama-sama dan mencegah berulangnya konflik antar negara… “

Untuk merayakan Europe Day ini, kedutaan Uni Eropa di Indonesia mengadakan rangkaian acara bertemakan Eropa selama bulan Mei, mulai dari formal Reception, EU Run (Lari berjamaah), hingga nonton film! Seru ya?

Nah, sebagai alumni dari beasiswa Uni Eropa, Erasmus Mundus, saya kecipratan rejeki untuk dapat undangan Reception Day. Ada kuota khusus yang diberikan untuk alumni Erasmus, alhamdulilah saya dapat jatah untuk bisa ikutan.
Berhubung ini acara spesial yg ada dihadiri tamu-tamu spesial juga, saya penasaran banget seperti apa sih Reception Day yang akan menyuguhi masakan Eropa untuk menu makan malam. Uuuu.. Gonna be awesome and yummy.
Senin (9 Mei) sekitar jam 6.30, saya pergi menuju hotel Dharmawangsa bersama Steven Cavéll, ‘spouse’ saya. Hah spouse?
Yup, jd kan kalau acara dinner formal satu undangan itu untuk dua orang, nah jadi para alumni Erasmus antar cewe dan cowo dipasang-pasangkan sebagai spouse, supaya dapat kuota dobel. Haha. Setelah diatur mbak Eva, ‘spouse’ saya itu Steven Cavéll, alumni Erasmus yang pernah studi di Portugal tahun 2013.
Setibanya di depan hotel Dharmawangsa (mobil Steven hanya dapat parkir di bahu jalan) saya kaget melihat ada tank militer besar yang markir tidak jauh dari mobil Steven. Buset, ampe pake tank segala ya. Mungkin isu national security yg belakangan ini lagi naik sejak terjadi kasus pemboman di beberapa negara di Eropa.
Syukurlah kami tiba tepat waktu di Lobby hotel. Disitu saya bertemu dengan teman-teman alumni Erasmus lainnya, dan berkenalan ulang takut pada lupa. Hehe.
Menurut undangan elektronik yang saya terima, dress code yang disarankan adalah formal attire atau batik. Untuk Reception day ini, saya mengenakan dress polos berwarna biru gelap mengkilap sampai bawah lutut, lalu mengenakan legging hitam dan sepatu balet warna biru donker. Warna baju saya pas banget ama warna Uni Eropa, Blue!

Mbak Eva langsung mengajak ke ruang utama.  Masuk ke dalam ruangan, sudah berdiri bapak Vincent Guerrend, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, dia menyalami semua tamu yang hadir termasuk saya. Halo pak Vincent! :p
Wow.. Ternyata acaranya berbentuk standing party. Dalam ruangan tersebut, berdiri ‘gubuk-gubuk’  makanan untuk makan malam para tamu. Ruangan sudah dipenuhi oleh para tamu undangan baik orang Indonesia maupun bule-bule yang di sinyalir mayoritas bule Eropa.
Erik teman saya menyikut lengan saya.
‘ter, ter, itu duta besar US untuk Indonesia! ‘ sambil nunjuk ke arah bapak bertubuh tinggi, kurus, dan berambut putih. Oh ternyata, tamunya ada yang dari kedutaan negara lain. Setelah saya google, nama beliau adalah Robert….
Karena acara belum resmi mulai, saya mampir ke satu booth yang ada bendera Biru-Kuning. Warna ini sudah engga asing banget buat saya, it’s a Viking country, Sweden!

My 2014 New Year’s Eve was in Malmo, Sweden. <3

Di booth Sweden, saya melihat aneka brosur serta baki besar berisi potongan-potongan roti yang diberi topping. Penjaga stand, laki-laki muda bule mempersilahkan untuk nyoba, ketika saya tanya ini namanya apa, mereka bingung sendiri, haha. Yaudah saya nyoba, hmmm.. akhirnya saya bisa mencicipi keju Eropa lagi (di rumah makannya selalu keju Kraft, hihi).

Nafsu makan saya tiba-tiba meningkat, memang waktunya makan malam sih, akhirnya saya melakukan ‘Tawaf” melihat gubuk-gubuk yang tersedia di dalam ruangan bareng beberapa teman Erasmus.

Saya pergi ke sudut ruangan yang semakin jauh dari pintu masuk, kemudian saya melihat beberapa gubuk yang menjajakan makanan mulai dari European food sampai Indonesian Food. Dari makanannya, kerasa banget kalau acara ini antara Eropa-Indonesia. Pilihan makanan saya jatuh pada Ravioli!

Ravioli ini semacam pasta, tapi mirip pangsit, jadi ada isinya. saya mengenal Ravioli justru dari Masterchef US, bukan pas jalan-jalan ke Italia, haha. Saya mengambil dua buah Ravioli isi bayam. Yummy, enaknya! Raviolinya diberi mayo, jadi gurih banget.

“Eh itu ada Prabowo!!” teriak salah satu teman saya. Mata saya langsung mencari-cari apa benar ada pak Prabowo. Eh ternyata benar! Pak Prabowo sedang duduk di roundtable putih untuk VIP, dan sedang ngobrol dengan sosok yang juga tidak asing lagi, Pak Hidayat Nur Wahid. Wuih, ternyata receptionnya juga ada pejabat-pejabat negara. Mbak Eva langsung berinisiatif untuk ngajak foto bareng Erasmus alumni. Pas mbak Eva mau nyamperin, seorang lelaki muda datang menyela, diduga ajudannya. Wuih, ternyata ajudan Pak Prabowo ada tiga orang!

Di sisi lain, pak Hidayat sepertinya tidak dikawal ajudan.

Ajudan itu ternyata meminta waktu 3 menit untuk foto bersama. Kami menunggu di dekat situ, dan akhirnya kami bisa foto bareng! Saya dan Erik mengenalkan diri sebagai mahasiswa IPB. Denger kata IPB, beliau langsung tertarik, “oh ini semua IPB?” Saya jawab, “engga bapak, hanya kami berdua saja..”.

13179383_10153761447123155_5039244232438755414_n

Tahun lalu, saya tidak sengaja ketemu Ex-Cawapres RI, Pak Hatta Rajasa di bandara Soetta, kami akan menaiki pesawat yang sama. Eh tahun ini, malah ketemu Ex-Capresnya. HIhihi. Mungkin berikutnya, saya akan ketemu pak Jokowi dan JK sepaket, entah dimana. Semoga saja ketemunya sambil bawa Ecofunopoly. 😀

Selesai berfoto, ternyata MC Reception memulai acara. Di tengah ruangan, ada panggung bernuansa biru yang akan digunakan untuk pembukaan. Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan dilanjutkan ke lagu Uni-Eropa, Ode to Joy. (kalau denger musiknya, pasti tau deh! Coba aja google :D).

Acara dilanjutkan dengan pembukaan oleh Menteri Perdagangan RI, Bapak Thomas Lembong. Before I met him in person, I didn’t know exactly who he is. I mean, what he has done, what is he doing now.

Menurut sumber terpercaya, beliau adalah orang yang super smart dan menguasai 8 bahasa asing. Saat beliau memulai speechnya, suddenly I remember Gita Wiryawan dan BJ Habibie. Cara ngomongnya mirip, suara berat dan very fluent in English. Wow. Kalau ngeliat beginian, orang Indonesia itu banyak yang keren dan luar biasa ya?

Acara pun resmi dibuka. Saat peresmian, si Erik Never Stop, temen gokil saja engga henti-hentinya bikin video  snapchat pake iPadnya di samping saya. Pas lagi recording, ternyata pak Prabowo berdiri di belakang kami!

It’s funny, kalau di Indonesia, mgkn pejabat berdiri di belakang rakyat jelata seperti kami, rasanya seperti tidak pantas. Tapi kalau event Eropa ini, sepertinya lebih terlihat ‘equal’. Malah, duta besar Uni Eropa untuk Indonesia berdiri juga di belakang, tanpa duduk di seat dan diperlakukan seperti raja. Standing party itu bebas banget!

Acara resmi dibuka, MC mempersilahkan kami untuk menyantap makan malam. Yak lanjooot!

Malam itu, saya bisa mencicipi makanan yang sehari-hari tidak pernah saya makan, di Indonesia, mana pernah saya makan European Food, paling banter Sosis Bratwurst Kanzler yang siap goreng, Haha. Saya mencicipi mulai dari Smoked Salmon yang super lezat, Bitterballen (Jerman), Frikadellen, Fish and Chips (Inggris), Paella Seafood (Spanyol), Churros (Spanyol), Herring cake (French), dan masih banyak lagi.

Namanya juga orang Indonesia, rasanya engga lengkap kalau belum makan nasi, akhirnya makan malam saya perpanjang ke Nasi Campur The Dharmawangsa! *Forget the calories please*

Sambil icip-icip makanan, tidak sengaja kami berdiri dekat pak Thomas Limbong. Si Steven ternyata mau foto bareng, saya ikutan juga untuk titip foto, karena hp saya mati total.

Colek dikit, beliau langsung memberikan senyuman maksimalnya, gile ya, muda banget ini orang, udah jd entrepreneur plus menteri pulak. He has a very excellent communication skills. Sepertinya dia terbiasa mixing bahasa saat bicara, jadi alhasil nyampur-nyampur gitu ngomongnya. Berhubung beliau menteri perdagangan, saya memanfaatkan momen untuk memberikan kartu nama saya.

Saya “Pak Thomas, sorry actually I’m nothing, but I’d like to give you this.. I run a small company, we sell environmental boardgame”

He received very carefully and said “Oh I’m sorry I forgot my namecard.. ”

I said it’s fine. At the end of conversation, he said “nice to meet you mbak Nisa..”

Wah, he mentioned my name! jarang-jarang loh pejabat bisa inget nama rakyat jelat yang aku mah apa atuh dalam waktu singkat hihi. Kesan pertama bertemu pak Tom ini menyenangkan!

13055531_10208127838747486_4022429144589684039_n

Ruangan semakin dipenuhi oleh tamu-tamu, sebagian menikmati makanan, sebagian lagi asik ngobrol, dan sebagian lagi asik berfoto ria. Para Erasmus alumni pun engga mau ketinggalan foto bareng. So honoured banget nih bisa diundang atas nama alumni beasiswa Erasmus! 😀

13164440_10153761441393155_2746395054004382578_n

Acara semakin malam, musik jedag jedug mulai diputar. Menurut undangan , memang tertulis ada acara dancing. Saya kira bakal ada dancing formal ala-ala kerajaan Eropa gitu, eh ternyata malah dugem, Haha.

Selagi orang asik joget, saya asik lihat-lihat booth.

berhubung hari sudah malam, saya pulang diantar Steven ke hotel tempat saya menginap.

It was a great night. I feel so proud for being an Erasmus alumni!

Selamat hari Eropa! Yuk bagi yang bermimpi sekolah ke Eropa, daftar yuk beasiswa Erasmus!

Jangan mulai dengan kata “tapi.. ” dulu, mulailah pelajari infonya disini dan jangan menyerah ya!

Salam,

@annisaa_potter

Read More