Pesan Anies Baswedan Untuk Mahasiswa

image

Sumber foto : radarpena.com

Tulisan beliau jadi mengingatkan saya selepas lulus S1. Resmi menjadi sarjana, saya hampir tidak pernah ditanya IPK saya berapa, cumlaude atau tidak, 4.0 atau tidak.
Mungkin bisa tanya ke senior-senior kalian yang sudah bekerja, berkarir, atau berwirausaha, tanyakan ‘kapan terakhir kali anda ditanya IPK?’
Mungkin bisa dihitung jari.

Andaipun ditanya, itu pun hanya utk screening saat melamar kerja atau sebagai bahan obrolan basa basi di keluarga.
I used to be IPK minded student when I was in bachelor program.
Saat menjadi maba, saya ongin punya nilai A, dan merasa sedih dengan target nilai yang tidak tercapai.
But as soon as I stepped into the end of my bachelor study, I realized that IPK isn’t enough.
Saya menyadari there is a greater challenge that I will face soon after the graduation, and I cannot face it only with IPK.
Perlahan, setelah bertahun-tahun menjadi sarjana, ada banyak ‘hal hal di luar bangku kuliah’  yang memberi andil dalam capaian mimpi saya. Hal hal itulah yang terpapar pada tulisan pak Menteri ini. 🙂

Tulisan ini bisa menjadi pengingat kembali bagi rekan-rekan mahasiswa untuk belajar menemukan titik keseimbangan antara studi akademik dan aktivitas di luar akademik, termasuk saya sendiri.

===============================
Pesan Anies Baswedan Untuk Mahasiswa

Selamat untuk Anda yang kini menjadi mahasiswa, Anda disebut maha atas kesiswaan Anda. Tanggungjawabnya tentu lebih besar daripada anak-anak muda lainnya.
Di Indonesia ada jutaan anak masuk SD, tapi hanya ratusan ribu yang hari ini bisa kuliah. Itu artinya Anda berbeda dengan yang lain. Anda adalah sekelompok anak-anak muda yang punya kesempatan, untuk mengembangkan diri, untuk maju, meraih masa depan bukan hanya untuk Anda sendiri tapi untuk kemajuan Republik, untuk kemajuan bangsa.

1. Tolong jangan hanya belajar di dalam ruang kuliah.

Kuliah Anda adalah di dalam ruang dan di luar ruang kuliah. Kalau Anda disebut sebagai aktivis, maka jangan hanya jadi aktivis di luar ruang kuliah, tapi juga aktivis di dalam ruang kelas.

2. Anda merugi jika hanya belajar di dalam kelas saja

Bagi teman-teman yang ingin belajar hanya di dalam kelas saja, maka Anda akan masuk golongan orang yang merugi. Karena di ujung masa kuliah Anda hanya akan keluar membawa selembar kertas bertuliskan transkrip atau selembar kertas ijazah. Masa depan tidak bisa dibuat atau dibangun hanya dengan selembar kertas itu.

3. Anda harus menjadi manusia baru

Anda harus menjadi pemimpin di Indonesia. Anak-anak muda yang kata-katanya, langkahnya bisa membuat perubahan dan itu artinya belajar dari sekarang.
Saya sering menganalogikan hidup pasca kuliah itu seperti berenang di lautan. Anda punya pilihan, mau belajar berenang saat sudah sampai ke laut atau mau belajar berenang di kolam renang? Kalau di kolam renang kedalamannya terukur, tekanannya terukur, suhunya terukur, arusnya juga terukur, dan di sana Anda bisa belajar berenang.

Atau Anda langsung terjun ke laut dan belajar berenang. Resikonya agak besar belajar berenang di tengah lautan. Kalau Anda belajar berenang di kolam renang resikonya jauh lebih terkontrol. Karena itu belajarlah “berenang”, belajar untuk memimpin, belajar menjadi bagian dari masyarakat ketika kuliah.

Anda bisa lihat nanti, mereka-mereka yang banyak memberikan kontribusi pada masyarakat, mereka yang berpengaruh, mereka yang bisa mendorong kemajuan adalah orang-orang yang pada masa mudanya tidak hanya menghabiskan waktu di dalam ruang kelas, tapi juga di luar kelas.

Jadilah pegiat, jadilah anak-anak yang aktif. Saya sering mengatakan IP yang tinggi akan mengantarkan Anda pada panggilan wawancara, TITIK. Adalah 3 Hal ini yang mengambil alih selanjutnya yaitu

    Kepemimpinan
    Kemampuan komunikasi
    Kemampuan analitik

Hal-hal itu yang akan mengantarkan Anda ke masa depan.

Kalau dulu SD ke SMP Anda perlu nilai tinggi, untuk masuk SMA Anda juga perlu nilai, dan sekarang dari SMA masuk di kampus Anda juga harus punya nilai yang tinggi. Sesudah Anda lulus kuliah, fase berikutnya Anda butuh lebih dari sekadar nilai.

Jangan diartikan boleh mendapatkan IP rendah. Kalau IP Anda rendah, Anda bahkan tidak dipanggil wawancara. Jadi IP-nya harus tinggi, berapa minimal IP? Usul saya mumpung Anda baru kuliah, coba Anda cek kalau daftar beasiswa S2 berapa syarat IP minimalnya? Lalu Anda gunakan itu sebagai target.

Hari ini tidak ada yang bertanya IP Anda berapa? Misalnya saya tidak ada yang tanya IP saya berapa? Atau berapa lama kuliahnya? IP dan lama kuliah itu ditanyakan saat wisuda. Yang kuliahnya cepat, IP-nya tinggi senyumnya lebih lebar daripada yang tidak. Tapi dalam perjalanan ke depan yang dibutuhkan lebih dari itu.

Saya tidak ingin menganggap enteng pelajaran di kuliah. Pelajaran itu sangat penting. Tapi saya ingin Anda punya double track:

    Track akademik
    Track kepemimpinan

Keduanya harus seimbang. Jadi bangun itu, mumpung Anda punya kesempatan untuk melakukannya.

[Anis Baswedan – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia]

Read More

Student Traveler

Cover Depan Student Traveler

Title            : Student Traveler
Author       : @annisaa_potter
Pages          : Hardcover, 1st, 256 pages
Published : September 6th 2015
Publisher : Penebar Plus
ISBN           : 139786021279274
Edition Language : Indonesian
Price            : Rp 50,000
~~~~~

The world is a book, and those who don’t travel read only one page – Augustine of Hippo

 

Sinopsis Buku

Masih berstatus pelajar dan mahasiswa, tapi ingin traveliling keliling Indonesia, bahkan dunia? Pasti yang pertama terpikir adalah, “Hah, duit dari mana?” Jika teman-teman jeli, status sebagai pelajar dan mahasiswa bisa memberi keuntungan. Kalian bisa ber-traveling dengan “kedok” summer school, internship, pertukaran pelajar, conference, seminar, workshop, atau kompetisi. Studler info yang ada di dalam buku ini berguna bagi kalian yang ingin traveling seru.

Buku ini berbagi pengalaman seru traveling keliling Asia dan Eropa. Kalian diajak penulis tukaran suvenir dengan Michael Ballack, “gak boleh pipis” di Jepang, minum air bekas di Singapura, lihat Amsterdam yang meng’Indonesia’, bertemu dengan Chinese moslem ganteng, dan merasakan “derby” di antara tifosi inter dan AC Milan. Penasaran dengan kisah-kisah seru lainnya?

Yuk keliling dunia dengan harga Rp 50,000 ajah!

Grab this book and let’s the journey begin!

Where to buy?

Buku Student Traveler tersedia di Gramedia, Gunung Agung, dan toko buku lainnya!

Tersedia juga di online book shop : www. penebar-swadaya.net, bukularis.co.id, dll.

E-Book

E-book Student Traveler bisa dibeli disini!

Rate and Comments

Give your rate and comment about Student Traveler here in Goodreads!

Like our “Student Traveler” FB Page~

 

Read More

Make A Difference Forum 2016 – Hong Kong

January has brought me into the new place I’ve never been before.
Yes, I am back as a student traveler!

Bulan September silam, saya melihat informasi di Facebook mengenai sebuah program berjudul Make A Difference Forum or MaD Asia. Sebenarnya saya sudah mengetahui program ini sebelumnya dari adik kelas saya Iqoh. Menurut Iqoh, program ini menarik sekali untuk diikuti karena konsep acaranya sedikit berbeda dan tidak konvensional macam seminar. Setiap tahunnya, program MaD Asia ini memiliki tema-tema yang berbeda, dan kali ini tema yang diangkat adalah Village Reinvented. Acara ini ingin mengulik ide-ide, sudut pandang dan pemikiran anak muda tentang kampung halamannya (Village disini bisa diartikan desa atau kota). Pikiran saya tersambung langsung dengan (more…)

Read More