9 Must-Visit-Spots : My Crazy Rich Asian Trip in Singapore

Singapura udah bukan lagi negara yang asing buat kebanyakan orang Indonesia, termasuk gue.  Negara kecil yang gue injak pertama kali waktu jaman SD, kemudian negara ini juga sempat membuat gue menang lomba nulis (ceritanya bisa dibaca disini ), sampe menjadi saksi bisu backpacking kere  bersama sahabat gue. Hehehe. Negara ini entah kenapa mampu menyihir gue lagi untuk balik kesana, padahal gue sempet males ke Singapore, kemudiaaann… gue nonton film Crazy Rich Asian dan lanjut baca novelnya, tiba-tiba gue jadi kangen banget sama Singapore. Gue kira film Crazy Rich Asian ini hanya tipikal Asian drama yang cliché, percintaan si kaya dan si miskin gitu, ketika gue namatin buku pertama-nya, gue langsung jatuh cinta sama bukunya Kevin Kwan ini, ternyata ceritanya gak Cuma fokus ke kisah cinta Rachel dan Nick, tapi lebih dari itu,  ada cerita Migrasi orang jaman dulu, filosofi hidup, kaum peranakan (berikut makanan nya yang ditulis sama Kevin Kwan dengan apik, hingga bikin gue ngiler pollll… ) hingga kehidupan Horang Kayah yang asli nyata dan lucunya dikemas dalam balutan satire dan komedi. Film dan novelnya sendiri ada beberapa perbedaan cerita dan setting. Ada beberapa tempat yang pernah gue datangi ada juga yang belum, yang belum ini yang bikin gue penasaran, oh I really wanna have my own Crazy Rich Asian trip so bad!

Bulan Maret silam, alhamdulilah gue baru saja beranjak ke umur yang baru, suami gue yang baik hati nanya “yank, mau kado apa?” Gue sendiri sekarang lagi ada di fase gak gitu minat sama barang-barang apalagi branded stuff. Gue pikir terlalu mainstream buat minta kado barang ke suami. Awalnya sih gue mau say no aja, biar bisa berhemat, tapi dipikir-pikir lagi, all I want now is to travel! Sekalian nyari bahan nulis, Hehehe.

“Mas, gimana kalo kadonya kita trip ke Singapore aja,  bikin budget trip lah… “ Tanya gue semangat.

“Hmmm, boleh juga, aku juga belum pernah ke Singapore..” jawab suami gue dengan positif, all right this is such a great idea!

Pucuk dicinta ulam pun tiba… Ide kami berdua ini didukung oleh aplikasi tiket.com yang lagi buka promo gledek, dan Singapura menjadi salah satu destinasi untuk promo tiket pesawat. Kami berdua dapat tiket promo PP yang super murah. Mestakung banget deh.. alhamdulilah. Thank you hubby for this birthday gift. <3

Okeh, waktunya memanggil para fans-nya Crazy Rich Asian, both book and movie, cos’ I’m gonna list all Crazy Rich Asian book and movie scenes yang gue datangi saat liburan kemarin. Buat yang lagi cari  itinerary bertema Crazy Rich Asian, this post might be helpful for you!

  1. Changi Airport

Film/Buku? Keduanya

Salah satu bandara terbaik di dunia menjadi tempat yang pasti pertama kali kita lihat kalau tiba di Singapura via jalur udara. Changi Airport ini bandara kesukaan gue, karena suasana nya yang asik banget buat ngapain aja, mau tiduran di lantai oke, mau jajan-jajan enak, mau belanja lengkap, mau nonton film ada movie teather dan ditambah lagi Changi punya sesuatu yang gak dimiliki bandara lain, yakni Butterfly Garden dan Sunflower Garden!

Di film, Nick dan Rachel tiba di Singapura dan disambut sama Colin dan Araminta di bandara ini. Si Rachel takjub banget ngeliat Changi, sampe sampe dia ngomong  “Wow, this airport has butterfly garden and a movie theater, JFK is just salmonella and despair..”. I agree on that, hehehe..

Sunflower Garden

Movie theater at Changi Airport (kursinya gede nyaman, bisa buat tidur, hehe)

What to do : Bandara Changi sendiri bisa dijadikan destinasi wisata, Changi sendiri ada empat terminal yang tersambung dengan skytrain.Setiap terminal punya taman-taman cantik yang bagus buat difoto, jangan lupa, kunjungi Sunflower Garden dan movie teather di Terminal 2. Kalau Butterfly Garden adanya di Terminal 3. Gue sendiri sempet kepikiran untuk tur satu hari keliling Changi Airport, Hahaha.

Google Map :

Google Maps Generator by embedgooglemap.net

 

  1. Bukit Pasoh Road, Chinatown

Di film, ada scene Rachel curhat ke Peik Lin tentang keluarga Nick sambil duduk-duduk di ruang terbuka, dengan latar deretan toko-toko dua lantai bergaya art deco. Scene ini diambil sebuah restoran bernama Humpback di Jalan Bukit Pasoh dekat Chinatown.

Pasoh sendiri dalam bahasa Malay artinya Pot Bunga. Restorannya sendiri menjual Steak, tapi sayangnya restoran ini gak halal, jadi gue Cuma duduk di depan restorannya aja, dan pas lagi sepi hehehe.. Dan sepertinya restoran cukup pricy, tidak cocok untuk saya yang masuk kategori Crazy Cheap Asian. Hahaha.

Muncul di Film/Buku? Film

Google Map :

Google Maps Generator by embedgooglemap.net
  1. Newton Food Center

Ini nihhhh yang bikin liur gue gak bisa nahan. Gue paling suka sama Chinese food, dan Singapura salah satu surga makanan Asia! Salut sama Kevin Kwan yang ekspos makanan Asia di dalam bukunya. Nah, di film Crazy Rich Asian, Nick, Rachel, Colin, sama Araminta pergi ke Hawker Food untuk makan sate, kepiting dan lain-lain. Scene makan makan ini diambil di Newton Food Center. Gue dan suami masukin Newton Food Center untuk lokasi dinner kita!

Nick Young bilang di film kalau disitu ada street food yang dapet gelar Michelin Star, menu nya makanan khas Singapura, yaitu Chili Crab. Gue penasaran donk ya kayak apa sih rasanya, dan kalo street food kan harus nya gak gitu mahal kan ya… Kedai yang dapet Michelin Star itu namanya Alliance Seafood. Pas nyampe di Newton Food Center, gak sulit nemuin kedainya (btw, kedainya buanyak banget), kedainya terang benderang dan ada tulisan “Michelin”. Gue dan suami nyampe situ sekitar jam 5 sore, kita sengaja datang buat dinner lebih awal, karena kalau pas jam makan bakal rame banget, eh ternyata jam 5 sore juga udah mulai rame.

Alliance Seafood (kiri) – Michelin Starred Chili Crab (kanan)

Gue mesen 1 porsi Chili Crab yang ternyata harganya bukan standar street food, 1 porsi harganya SGD 41 alias Rp 450ribu-an! Alamak, mahalnyo.. tapi berhubung menunya kepiting, gue pikir oke lah, nyobain sekali ini aja. Selain kepiting, gue mesen beberapa menu lain yang juga khas Singapura, yaitu Oyster Omellete (SGD 6) sama Carrot Cake (SGD 5). Untuk minumnya, kita pesan Ice Sugar Cane – es tebu (SGD 2) dan Ice Orange (SGD 3).

Bon apetit~

Meski kita ngeluarin uang yang lumayan, the eating experience was all worth it. Kita makan di ruang terbuka dengan keringat yang bercucuran di sekujur badan, oh betapa lembabnya Singapura ini. Chili Crabnya porsi besar dan cukup buat berdua, meski rasanya kurang pedes untuk lidah Indonesia, but it’s quite tasty. Oyster Omellete dan Carrot Cake nya guriiihh banget. Gue suka.. gue sempet ngira carrot cake itu pake wortel warna orange yang biasa kita makan, dan bentuknya kayak kue manis. Ternyata salah semua, carrot cake ini dioseng dengan bahan baku : lobak, bawang putih, daun bawang, sama telur. Tampilannya mirip kayak Omelet dan rasanya asin-asin nikmat. Recommended buat dicoba, dan harganya masih terjangkau dibanding Chili Crab.

Carrot Cake (small portion) & Oyster Omellete (small portion)

Gue juga recommend buat makan satay Singapura, rasanya agak beda sih sama sate Indo, meski sama-sama pake sambel kacang. Gue sendiri udah beberapa kali makan satay, so gue gak pesen lagi.

Newton Food Center menjelang magrib

Nah, pertanyaan berikutnya, ini makanan halal gak ya?

Hampir di semua Hawker center, mereka akan ngasi info apakah kedai mereka halal atau tidak. Umumnya kedai di Singapura terbagi dalam tiga kategori :

  1. Halal Certified
  2. No Pork No Lard (Tidak ada babi dan lard (lemak babi), tapi belum memiliki sertifikat Halal)
  3. Non-Halal (sudah pasti ada babi dan lard).

Makanan yang gue pesan termasuk dalam kategori No Pork No Lard. Menu nya sendiri bukan berbahan dasar daging, tapi seafood, so inshaAllah aman. Tapi, tenang aja, di Newton Food Center, banyak banget kok kedai makanan halal. Untuk pilihan makanan, gue kembalikan ke pilihan masing-masing ya. J

What to do : Pesan Chili Crab dan Chicken Satay!

Google Map :

Google Maps Generator by embedgooglemap.net
  1. Lau Pa Sat Hawker Center

Nah, kalau di film Crazy Rich Asian kan lokasinya di Newton Food Center, beda lagi sama lokasi di buku. Kalau di Buku, Rachel dan Nick itu makan makan di Lau Pa Sat atau dikenal juga dengan nama Telok Ayer Market, sebuah Hawker Center yang letaknya di pusat kota, gak jauh dari Merlion.

Bangunan Lau Pa Sat ini lebih bersejarah, karena struktur bangunan nya ala Victorian style (liat rangka di langit-langitnya). Makanan yang dijual juga mirip-mirip kayak di Newton Food Center. Waktu gue ke Lau Pa Sat, gue makan di kedai halal, namanya Aiman BBQ Seafood no.72, letaknya di sisi luar gedung. Gue pesan Mie Hongkong seharga SGD 6 untuk ukuran kecil (dan porsinya mayan banyak), suami gue pesen Hor Fun, semacam mie ukuran besar pake kuah kental seharga SGD 6.

Halal Food Stall di Lau Pa Sat (kiri) – Hor Fun (mie lebar tebal)

What to do : kalau traveling ramean, pesan macem-macem menu makanan ukuran kecil terus sharing deh!

Google Map :

Google Maps Generator by embedgooglemap.net
  1. CHIJMES

Inget scene Araminta dan Colin Khoo menikah di sebuah gereja yang disulap seperti tropical forest? Ada yang terpana gak sama scene itu karena muncul air di aisle terus diiringi irama mellow lagu “Can’t Help Falling in Love”?

Nah, scene ini lokasi nya di CHIJMES, sebuah komplek bersejarah dimana ada bangunan gereja Katolik berwarna putih susu. Letak gereja ini di tengah kota dan easy to spot. Waktu gue masuk ke kawasan CHIJMES, gue familiar sama area parkir yang jadi tempat runway tamu-tamu nikahan Araminta dan Colin, salah satunya Rachel. Pas gue nyampe di pintu masuk gereja, ternyata lagi mau ada wedding event, jadi kita gak dibolehin masuk karena banyak orang lalu lalang angkut barang. Sebenarnya boleh saja masuk dan gratis.

CHIJMES

Akhirnya kita pergi ke sisi samping gereja, dan ternyata cantik bangettttt… gue gak nyangka kalau area sekitarannya itu cantik banget, bahkan di belakang gereja, ada green open space yang dinaungi pohon-pohon peneduh dan dikelliling café-café, udah gitu open spacenya dilengkapin sama bean bag warna warni. Gue sama suami sempat chill sebentar sambil memandangi CHIJMES dari sisi belakang, di sebelah gue ada mba-mba bule yang lagi duduk di bean bag, sambil baca buku dan pegang kopi dingin. Ahhhh, asik banget liatnya, sayang gue masih ada spot lain yang harus dikunjungi, next time kalo gue balik ke Singapore gue bakal chill lama di tempat ini.

Muncul di Film/Buku? Film

What to do : Foto-foto di bagian depan dan samping gereja, dan duduk santai pake bean bag di lawn belakang!

Google Map :

Google Maps Generator by embedgooglemap.net
  1. Merlion

Sebenarnya spot ini gue bosen banget buat bahas, karena udah terlalu mainstream hahaha. Merlion atau patung Singa ini masuk ke scene awal-awal pas Nick dan Rachel nyampe Singapura. Merlion buat turis mainstream sih it’s a must place to visit, but for antimainstream, it’s just a statue of lion and fish in one body, bursting out water, you can see it almost everywhere, tourism photo, key chain, chocolate, and many more.

Buat yang pertama kali ke Singapura, monggo melipir ke Merlion. Kalau yang udah berkali-kali, mending explore tempat lain yaa.

Muncul di Film/Buku? Film

Google Maps Generator by embedgooglemap.net
  1. Fort Canning Park

Fort Canning Park ini emang gak ada di film, tapi muncul di novel. Fort Canning Park ini sebuah bukit bersejarah yang pernah dipake buat benteng pertahanan pas jaman Perang Dunia II, dan sekarang bukitnya berubah jadi taman rekreasi. Di novelnya, Nick ngajakin Rachel untuk nunjukin ruang persembunyian waktu jaman remaja di Fort Canning Park, dan ujungnya muncul mantannya si Nick yang bikin cerita malah kayak sinetron, hehe.

Dari deskripsi novelnya, tempat ini sunyi banget meski berada di tengah kota. Dan bener, gue dan suami pagi-pagi kesitu untuk morning walk, dan bukit ini sunyi dan adem banget. Pohon-pohonnya juga masih banyak. Di atas bukit Fort Canning, ada Fort Canning Art Center, makam keramat Sultan Iskandar Syah, dan beberapa Cannon. Buat yang suka olahraga atau jalan pagi, Fort Canning Park is the best place for you to explore!

What to do : Ada banyak akses masuk ke Fort Canning Park, karena tamannya juga besar, baiknya masuk ke taman dari satu pintu, terus keluarnya dari pintu lain. Kemarin gue masuk dari jalan Clemenceau Avenue, terus keluarnya di National Museum of Singapore dekat Bras Basah.

 

Muncul di Film/Buku? Buku

Google Maps Generator by embedgooglemap.net
  1. Marina Bay Sands

Wah, kalau yang ini part yang beneran Crazy Rich alias Horang Kayah, karena untuk lihat langsung lokasi filmnya, kita harus jadi guest hotel atau masuk ke SkyPark yang dikenakan tiket. We decided not to go p here because of budget. Tapi intinya sih, Marina Bay Sands ini menjadi landmark terbaru yang bentuknya unik banget, mirip kayak kapal pesiar. Ending scene film Crazy Rich Asian diambil di rooftop-nya Marina Bay Sands, adegan pas Nick baru ngelamar Rachel, dan mereka party-party bersama keluarga besar ngerayain kebahagiaan mereka setelah dikasi restu sama Eleanor.

Marina Bay Sands ini sebuah komplek properti yang super besar terdiri dari hotel mewah, pusat belanja, casino, dan convention center. Biasanya turis-turis Crazy Cheap Asian kayak gue gini itu masuk Marina Bay Sands Cuma buat lewat aja dan lanjut ke Garden by The Bay (soalnya sebelahan). Hehehe. Untuk pergi ke rooftop, ada dua opsi : (1) jadi tamu hotel alias nginep disitu (2) beli tiket Sands Skypark seharga SGD 23.

Roof top swimming pool Cuma bisa diakses sama tamu hotel aja, so kalau kamu berminat, silahkan book satu kamar dengan harga paling murah sebesar Rp 7,4 juta. *darah misqueen-ku langsung mengalir kencang*

Buat yang penasaran dalemnya Marina Bay Sands kayak apa, nih gue fotoin dari lobi nya aja yah… :p

Muncul di Film/Buku? Film

 Google Map :

Google Maps Generator by embedgooglemap.net
  1. Garden by The Bay

Last but least, my favorite spot in Singapore of all timeGarden by The Bay!

Taman rekreasi umum yang letaknya pas di sebelah Marina Bay Sands dibuka tahun 2012, emang terbilang baru dibanding area wisata lainnya. Pertama kali gue kesana itu tahun 2018 silam, dan gue terbius oleh cantiknya taman ini yang kerennya kebangetan. Buat gue yang sekolah 8 tahun di bidang Arsitektur Lanskap, this Garden is just beyond my dreams. Ada banyak banget hal-hal menarik dalam taman ini, kalau gue jadi dosen, gue pasti bakal bikin fieldtrip kesini sama mahasiswa gue, hahaha.

Garden by the Bay masuk di bagian awal scene film Crazy Rich Asian dan satu lagi, scene party nikahannya Araminta dan Colin yang sangat spektakuler. Scene ini pun diambil di spot favorit gue: Supertree Groove!

Supertree ini menjadi icon-nya Garden by The Bay berupa tiang-tiang rangka besi yang melengkung di ujungnya berbentuk pohon yang dijalari tanaman-tanaman, sehingga bentuknya seperti pohon, di malam hari Supertree ini diberi lighting yang berganti warna setiap menit.

Garden by The Bay

Supertree Malam Hari

Gak berhenti disitu, setiap malam, ada musical show yang berdurasi 15 menit di area Supertree, and you cannot missed it! Pertama kali gue nonton itu sendirian, sambil tiduran di lantai, gue terbius banget sama kelap kelip lampu yang diiringi alunan lagu klasik. And finally, I came back again with my husband, so we’re able to enjoy the show together <3

 

View this post on Instagram

 

Us ❤️

A post shared by Student Traveler (@annisaa_potter) on

 Muncul di Film/Buku? Film

What to do : Nonton Musical Show yang disebut Garden Rhapsody di Supertree Area, show-nya tayang dua kali, jam 19,45 dan 20.45. Pastikan datang 15 menit sebelum show dimulai, cari spot paling pewe buat senderan bahkan tiduran untuk nikmati the ultimate show of Garden by the Bay. This show is free alias gratis! Datang ke Garden by The Bay gak perlu tiket, kecuali mau masuk ke Flower Dome sama naik ke jembatan Supertree.

Google Map :

Google Maps Generator by embedgooglemap.net

Nah, habis baca tulisan gue ini, jadi pengen ke Singapore gak? Hehehe… gue sambil nulis ini aja jadi pengen balik kesana lagi, pastinya pergi ke spot favorit gue and freeze the time just to enjoy the moment. Overall, lokasi-lokasi Crazy Rich Asian ini kaya akan budaya dan sejarah, dan bisa nambah-nambah wawasan kita tentang sejarah peranakan, kuliner, dan tanaman tropis. Kebanyakan lokasi nya gratis, gak dipungut biaya, tapi ada beberapa tempat perlu ngocek-ngocek duit sedikit, misal buat kuliner. Untuk urusan perut, gue punya prinsip “live a little..” hehe. Buat kamu kamu pecinta budaya, sejarah, kuliner dan tanaman hias, those locations will be like heaven for you! Sekian perjalanan seorang Crazy Middle Class Asian ke lokasi film dan novel Crazy Rich Asian di Singapura. Moga-moga habis trip ini malah engga berubah status jadi Crazy Poor Asian. Hehehe.

Any questions please drop on comment section ya.