hari ini gue punya cerita seru.
kayak apa sih serunya? #eaa
hari ini gue hadir ke acara workshop yang diselenggarakan oleh kerjasama IPB dengan Daejayon Association.
gue sedikit ‘dijebak’ oleh seseorang hingga gue bisa masuk situ. ;p
sampai di ruang workshop, gue bingung mau masuk ato engga.,
Dan lagi-lagi, gue selalu disangka masih kecil, disangka peserta engga terdaftar. hahaha.
duh emang nasib ya muka muda. mau jadi pembicara aja, ga ada yang percaya. ckckck.
Well, alhamdulilah setelah diskusi panjang, gue bisa masuk ruangan workshop dan duduk di belakang.
baru aja duduk, gue udah disangka media. trus adalagi yang ngira gue siapa. mau bilang gue pembicara, tapi takutnya ga ada percaya.. well, dunia ini memang kejam. gue tiba-tiba keinget ama kuliah stratifikasi sosial.
gue membawa kode sosial yang salah. sehingga banyak org menilai berbeda dengan yang gue pikirkan.
well, sambil duduk, gue mendengarkan presentasi dari Teh Nina dan Ka Cahyo, yang dimoderatori oleh Tina, my powerpuff mate. ^^ beres sesi mereka adalah sesi gue. Gue pengen tau siapa rekan satu sesi gue, setelah tanya ternyata anak Korea yang akan bareng gue.
beres sesi presentasi tadi, dilanjut hiburan, baru habis itu, sesi gue.
ternyata gue kenal moderatornya, namanya Yumi. anaknya pintar banget bahasa Inggrisnya, secara dia ketua debate club IPB gethoo.
Yumi cukup atraktif pas ngebawain sesi, saat nama gue disebut, mau tidak mau gue langsung maju ke depan.
entah saat itu gue tidak merasa gugup. bukan karena gue merasa sudah sering jadi pembicara, tapi saat itu, gue capek banget. so, maju ya maju ajaa. hehe
setelah nama gue, dipanggilah dua nama Korea, cewe cowo. gue lupa nama mereka. #mav
pertama gue presentasi dulu, gue memaparkan tentang usaha-usaha IPB dalam pencapaian Green Campus, disini gue banyak cerita soal real action apa yang sudah dilakukan oleh IPB, khususnya mahasiswa, baik produk sampai social project. Ga lupa dan ga akan pernah lupa, gue jelasin tentang IPB Green Living Movement. Beres gue presentasi, gue dengar pembicara Korea itu maju. To be honest, gue agak sedikit kurang paham dengan yang mereka sampaikan, tapi setelah gue melihat slide. gue mengerti.
Gue terkagum-kagum lihat aksi Korea dalam implementasi Green Campus. rasanya apa yang kita lakukan di IPB jauh banget dengan kampus Korea. Korea sudah berpikir soal renewable energy untuk kampus, Indonesia? masih bahas soal kebersihan dan sampah.
Korea sudah menggandeng semua pihak dalam implementasi Green Campus, baik pimpinan kampus, perusahaan, NGO, dll. Indonesia? silahkan jawab sendiri yah. 🙂
saat itu, gue disadarkan kembali, negara kita masih banyak yang belum dibenahi, gue pribadi berasa seperti nothing. Masih banyak kontribusi yang harus gue berikan untuk negeri ini. Perlu kerja keras untuk itu.
Korea dan Indonesia diklaim sebagai negara berkembang, lalu mengapa kita berbeda?
gue salut banget dengan presentasi mereka yang menceritakan bahwa SEMUA pihak terlibat, mulai dari anak-anak samapi dewasa. mulai dari sektor pemerintah sampai sektor private.
Mereka punya visi yang patut gue acungin jempol, mereka menyusun strategi untuk mencipakan Green Campus.
Definisi mereka, Green Campus adalah konsep wise untuk energy, oke dalam pemberdayaan natural resources, dan terus improve environmental education. bagaimana dengan IPB? gue rasa kita masih jauh untuk menjadi Green campus sesuai standar itu. kita masih bicara perilaku manusia dan sampah, Korea sudah bicara banyak hal.
kita masih berada di strategi akar rumput. kita perlu dobrak kelas atas untuk bisa support. but how?
Simpulannya sih, Indonesia udah ketinggalan. but it’s not too late.
Yuk mari ubah dunia dengan perilaku sehari-hari! mulai aja dari diri sendiri dulu, ga perlu muluk-muluk deh!
apa yang dirasa baik untuk lingkungan, lakukanlah! ^^