Catatan Akhir Tahun 2012

Halo semua! 

alhamdulilah akhirnya bisa nyempetin juga untuk buat catatan akhir tahun ini 🙂

Postingan ini sengaja gue buat setiap tahunnya untuk merangkum segala hal yang gue alami selama setahun, dan mungkin bisa merefleksikan hidup gue untuk masa depan yang lebih baik. 

Afterall, a lot of things happened in the year of 2012.

2012-new-year-wishes-on-sea

Mungkin tidak seindah tahun-tahun sebelumnya, s I expected, a lot of things have done in my life, segala lika liku hidup, perjuangan untuk mimpi, ambisi yang belum tercapai, hasrat untuk mengunjungi tempat-tempat baru, dan tidak lupa… mencari makna dalam hidup .

Suka, duka. Sedih, senang. galau, optimis. 

tahun 2012 memiliki lebih banyak bumbu-bumbu kehidupan, karena pada awal tahun ini, gue menginjak pada kehidupan baru, kehidupan sebagai seorang sarjana. 

meski saat ini gue sedang bersekolah lagi (program s2), namun gue ngerasain banget perbedaan yang mencolok antara mahasiswa s1 dan s2. bedaaaaa banget. tapi gue bakal bahas lebih jauh lagi, tetapi gue ingin share tentang lika liku perjalanan  gue dimulai dari tahun 2012. 🙂

Pada bulan januari, gue sudah resmi dapat SKL (Surat Keterangan Lulus) dari IPB. Tanpa pikir panjang, gue langsung mendaftarkan diri untuk wisuda di bulan februari. Beres dengan urusan administrasi kelulusan, so then what should I do?

Jalan-jalan donk! alhamdulilah, gue dapet kado jalan-jalan ke Korea dari organisasi burung internasional bernama ARRCN selama seminggu. Serunya lagi, perjalanan gue saat itu berada pada musim dingin, there must be a snow! 

Tahun 2012 ini akhirnya.. for the first time… gue bisa merasakan salju putih yang turun langsung dari langit!

IMG_1681

Snow in Ganghwa, South Korea

Selain melihat salju, tahun ini gue dapet kesempatan untuk mengunjungi kota-nya K-pop, which Seoul!

Oh yeaaahh~ meski cuma sehari, gue senang banget bisa mewujudkan angan-angan yang selalu gue bayangkan tiap kali nonton drama Korea, gue selalu berteriak dalam hati, “I wanna go to Seoul someday!”

and my dream came true.

pada akhirnya gue bisa melihat secara langsung Cheonggyecheon Stream yang legendaris itu… FYI, stream ini dipakai untuk syuting video klip SEOUL-nya SNSD ama Super Junior, stream ini juga terkenal sebagai model lanskap alamiah di antara bangunan-bangunan tinggi yang modern di Seoul. 

IMG_2455

Cheonggyecheon Stream

Selain ke cheonggyecheon, gue dapet kesempatan buat nyicipin Ddeokbooki yang dimakan Yoo Jae Suk di Running Man episode 34 yang lokasinya di Hongdae, plus gue bisa ketemu teman Korea gue waktu ikutan BYEE dulu, Joohwa. 😀

Selama sekitar 1 jam, gue bisa ngerasain gimana rasanya jadi anak gaul Seoul yang cuci mata di Insadong Market, hahaha.

Sepulang dari Korea, gue langsung kembali melihat dunia nyata.

Karena gue belum terpikir untuk langsung kerja (niat sekolah masih nomor 1 banget waktu itu), aktivitas gue akhirnya beralih ke ngembangin usaha Ecofunopoly ke skala yang lebih besar,

alhamdulilah gue mendapat beasiswa bussiness plan dari bank Mandiri untuk mengembangkan usaha kecil ini, gue berhasil membuat Ecofunopoly menjadi mass production!

Untuk tahap awal ini, gue memproduksi 500 set permainan yang siap dijual di seluruh penjuru Indonesia!

Alhamdulilah sampai detik ini, pesanan masih terus ada, namun gue merasa masih belum total di dalam usaha, semoga ke depannya gue bisa lebih total or at least bisa manage waktu dengan baik. Awal februari gue launching Ecofunopoly untuk pertama kalinya, dan sampai saat ini, Ecofunopoly sudah terkirim di banyak kota di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Lampung, Pekan Baru, Aceh, Pontianak, Bali, Nusa Tenggara Barat, Makasar, Yogyakarta, Banjarnegara, Tegal, Brebes, dan masih banyak lagi. 

Sampai akhir Februari, gue masih total untuk mengurus usaha Ecofunopoly, ditambah gue meluangkan waktu untuk belajar TOEFL setiap harinya demi persiapan untuk daftar beasiswa s2.

Tanggal 29 Februari menjadi hari yang bersejarah dimana gue resmi jadi wisudawati (read more here)

Selesai wisuda, gue mulai memecah fokus gue menjadi dua hal, yaitu mengurus usaha dan menyiapkan dokumen untuk mendaftar beasiswa. disini gue merasa hidup gue lebih menantang. DI saat orang-orang sedang berusaha mencari pekerjaan, bahkan sudah bekerja. Gue masih luntang lantung mencari beasiswa, karena ini sudah niat, jadi gue tekuni terus.

Awal Maret, gue resmi bekerja sebagai staf magang di Fakultas. Pada akhir Maret, gue bisa memakai tiket pesawat AirAsia Jakarta-Bali PP dengan harga semurah-murahnya yang pernah gue dapet pas tahun 2011. Gue bersama Denda, Nisty, Tahmid melakukan backpacking selama 3 hari di Bali, and it’s so amazing! gue akhirnya bisa muter2in Bali dengan kendaraan umum plus nyewa motor (pas di Ubud). Jujur aja, naik motor di Ubud (tanpa punya sim) itu rasanya ga bisa diungkapkan dengan kata-kata. antara deg-degan, seru, nagih, nikmat, semua jadi satu! 😀 (baca cerita ke Bali di sini)

IMG_6905

Tahmid, Nisty, Gue, dan Denda sukses ke Sawah Teras Tegalalang Bali dengan motor! Yahoo~

Di akhir Maret juga, dengan tidak terduga, gue dipilih untuk dapetin penghargaan dari Yayasan Bakrie untuk Outstanding Achievement Awards. Lucunya lagi, gue tau kabar ini H-30 menit sebelum pemberian hadiah! wow gimana ga kaget coba? rasanya seperti dapat rejeki nomplok. dengan kagetnya 30 menit kemudian, gue langsung menjinjing satu laptop yang diberikan langsung ama Ardy Bakrie dn Nia Ramadhani. alhamdulilahh…. 😀 (simak ceritanya di sini)

Oke kita kembali ke pekerjaan gue, gue senang banget secara pribadi mendapat tawaran kerja di Fakultas, semoga ini bisa menjadi pengalaman bagi gue untuk mengenal dunia kerja di IPB.

selama bekerja sebagai asisten dosen (sepertinya lebih tepat dibilang asisten aja dibanding staf magang, hehe), gue dapet banyak kesempatan untuk mengenal orang, memahami sistem kelembagaan di IPB, bagaimana sistem itu bekerja, dan masih banyak lagi.

hal-hal di atas engga pernah gue pikirkan sebelumnya, gue pun sadar kalau selama ini gue masih berpikiran sempit saat mahasiswa dulu. akhirnya gue banyak banget melihat masalah dari sisi kacamata dosen, bukan dari mahasiswa.

program pertama yang gue urus adalah acara peringatan 60tahun pendidikan pertanian. acara ini berupa rangkaian acara untuk mengenang dan mrefleksikan pendidikan pertanian di IPB. selain itu, gue ikut terlibat dalam pembuatan booklet tentang searah pendidikan pertanian. Gue sendiri bertugas sebagai kolektor data, gue bolak-balik ke badan arsip nasional untuk dapat rekaman-rekaman video dan tulisan bersejarah terkait pertanian. Menarik!

Kesimpulannya, rasa haru muncul ketika gue melihat bagaimana sesepuh kita berjuang membangun pendidikan pertanian di Indonesia  dari masa ke masa. gue jadi bis membandingkan bagaimana dunia pertanian dulu dan sekarang (meski sekarang miris banget).

setelah acara itu, pekerjaan gue lebih banyak ke bidang kerjasama internasional.

sambil kerja, gue tetep ngejalanin usaha, plus hunting beasiswa. Hampir semua beasiswa yang ada gue apply,

gue mondar mandir bogor-jakarta untuk ngirim berkas beasiswa. Pertengahan tahun, perasaan gue hanyalah penuh-penuh harap, berdoa semoga gue menjadi orang yang beruntung, juga menyiapkan diri untuk kegagalan.

gue sendiri juga ikut mendaftar s2 ke IPB, dengan niat untuk mengambil program Double Degree.

Di suatu masa, gue pun harus menghadapi kenyataan yang pahit. Satu per satu jawaban datang.. dan tidak ada respon positif terhadap aplikasi beasiswa gue.

Dan di awal bulan Juni, gue mendapat kiriman surat dari Tunghai University Taiwan (gue daftar program Arsitektur Lanskap disana), yang menyatakan bahwa gue diterima sebagai mahasiswa disitu, namun sayangnya gue tidak dapat beasiswa. disitulah gue mendapat dilema berat.

Dari hasil googling, Tunghai University itu salah satu university top di Taiwan, lebih ‘wah’nya lagi itu EcoArk (ruang terbuka yang dibuat dari barang-barang bekas jadi bangunan megah) dibuat ama Arthur Huang yang saat ini jadi dosen di Tunghai University.

Hingga deadline datangm gue harus memberi jawaban untuk kesediaan gue mengambil tawaran itu. karena problem finansial, gue pun menyatakan batal untuk meneruskan sekolah disana.

Setelah ‘menolak’ tawaran dari Tunghai University, hati gue semakin galau. kadangkala gue merasa sedih, kesedihan yang cukup wajar ketika gue sendiri sedang berusaha keras mencari beasiswa untuk sekolah lagi.

Titik puncaknya berada di akhir Juli, dimana semua aplikasi beasiswa gue mengalami penolakn mentah-mentah, harapan gue terakhir adalah beasiswa Kemendiknas.

Gue kecewa banget berkas gue ternyata tidak jelas sudah diterima atau engga oleh mereka, alhasil gue sendiri tidak tercatat berkas gue masuk atau engga, dan otomatis gue ga lolos unuk dpat beasiswa ini.

And that was my last hope.

I felt so desperate.

I think that was the lowest point of my life. 

butuh beberapa hari buat gue untuk merenungi kembali segalanya, untuk memikirkan kembali bagaimana rencana hidup gue ke depannya. sampai-sampai gue pun mencoba untuk melamar kerja. berbeda dengan beasiswa, lamaran pekerjaan gue pun diterima, tanpa proses yang begitu ketat dan berbelit, gue langsung mendapat tawaran kerja pertama kalinya sebagai Landscape Supervisor di PT Sentul City.

but then… gue langsung dihadapkan oleh suatu pilihan. Tepat saat gue dapat pekerjaan itu, gue sendiri mendapat tawaran untuk s2 di IPB, disitulah gue mulai menyadari.

Allah may have a big plan for me, and He asked me to choose one.

Gue diuji saat itu, untuk membuat suatu pilihan yang tepat. untuk menguji apa benar gue masih berjuang untuk cita-cita saya, dan jalan pun dibukakan, gue pun ditawari untuk sekolah di IPB.

Alhamdulilah, gue masih punya passion yang kuat untuk sekolah lagi, sambil tarik nafas, gue memutuskan untuk meninggalkan tawaran pekerjaan, dan mengambil tawaran sekolah pascasarjana di IPB.

Alhamdulilah, once again alhamdulilah..

Awal September, gue memulai diri gue sebagai mahasiswa pascasarjana di IPB, sambil sekolah, gue tetap dituntut untuk bekerja di Fakultas.

Gue sangat bersyukur telah membuat keputusan yang tepat dengan memilih sekolah.

Semenjak sekolah lagi, gue merasa pikiran gue lebih terbuka, gue bnayak mengkaji filosofi ilmu, dan banyaakk banget yang gue dapet terkait lanskap , budaya, ekonomi, politik dn masih banyak lagi.

Inilah keuntungannya sekolah lagi, ras ingin tahu bisa tersalurkan dengan bebas lepas puas. 🙂

Di bulan Oktober, gue dapet kado lagi, alhamdulilah gue terpilih mewakili Indonesia dalam program Young Environmental Leaders Program di Tokyo bulan februari 2013 nanti. gue merasa kabar ini menjadi kado terbaik gue mengingat tahun gue belum berkesempatan untuk studi ke luar negeri. syukur alhamdulilah gue masih diberi ksempatan untuk mengembangkan permainan Ecofunopoly.

Di bulan November, gue mengambi libur panjang dengan liburan ke Gunung Anak Krakatau selama 4 hari.

satu kata buat gunungnya : INDAH..

Di laut sekitar kraktau juga punya terumbu yang bagus-bagus. Wownya lagi, akhirnya gue bisa nyelam ke laut tanpa life vest! Yippiee…

akhirnya bisa juga, hahaha.. 😀 selain itu, gue pertama kalinya nyoba nyebur dengan loncat ke laut dari perahu, filannly I made it too!

hmm mungkin sepertinya segitu aja catatan akhir tahun  gue selama 2012 ini, semoga bisa bermanfaat dan bisa memberikan pencerahan ke teman-teman semua.

Selamat Tahun Baru semua! semoga di tahun 2013 , kita bisa menjadi lebih baik lagi! amiiiin

 

salam,

 

Annisa

Read More

Harvest Moon for my Vegetables!

20121226-065308.jpg

Last October, I intent to plant something so I can eat from what I’ve plant, I saw on TV that eating the food that you plant by yourself is something priceless, and it will give you a countless self satisfaction, so then I decided to grow some easy-to-grow plants which are vegetables!
My friend who studied about agronomy recommended me that if I want to start growing plants, just start with vegetables. Why? Because it’s easy to be planted and less requirement, vegetables such as lettuce, spinach, kale land, caisin are easy to grow. And it can e planted in the pot or secondhand pocket or whereelse.
I bought the seeds from traditional market in Sukasari, it cost Rp 20,000 per one package. One package of seeds consist of countless seeds! I think it’s more than a thousan seeds!
Then I prepared the pot as the planter, I collected all secondhand stuffs that are potentially used as planter, and also I prepared the special soil which already mixed with fertilizer (it cost Rp 10,000 for a big sack)

The planting is started!
I realized that planting vegetables is quite easy one!
I just put the soil in the planter and then I put the seeds in the small hole (make several small holes in the planter) for one hole, you can put 2-3 seeds. After that, give some water to the seeds. And finished.

Watering the vegetables once per day, then you just wait it to grow!
The most satisfaction things while you’re growing plants is when you saw that your vegetables are growing and growing.. When I saw my lettuce is growing for about 5 cm, I saw the wavy leaves.. The moment I saw that is made me speechless.

I think that’s why a lot people do gardening or farming as a hobby 🙂
After 2 months, the Vegetables got big!
It turned out to be the vegetables that mostly I saw in the market, and I’m so proud that I can grow my own vegetables (even it’s easy to grow it! Haha)
I feel like I become a player in Harvest Moon game (i played this game when i was in high school), planting, growing, and selling (but I wont sell it, haha).
Well I just keep wait for 1 week or more from now, after that I can harvest it then eat it with chicken or beef with korean bbq eating style!

Interested in growing vegetables? Start now, and you can feel the satisfaction! 🙂
Cheers.

20121226-072029.jpg

Read More

Lanskap Perdesaan Kecamatan Cerenti Riau

Manusia tidak lepas dari interaksi dengan lingkungan. Manusia dan lingkungan (atau kita sebut dengan lanskap) akan menghasilkan suatu pertukaran persepsi, perilaku, dan lain-lain. Manusia mendapat pengaruh dari lanskap, dan lanskap memperoleh pengaruh dari manusia. Pada kali ini, saya ingin sharing tentang tugas pertama saya untuk mata kuliah Interaksi Manusia dan Lanskap. Lokasi yang menjadi studi kasus daam tulisan saya adalah Lanskap Perdesaan di kecamatan Cerenti Riau.

Kecamatan Cerenti terletak di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Kawasan ini merupakan kampung halaman ayah saya yang asli berdarah Melayu. Karakteristik dari kecamatan Cerenti ini adalah lanskap perdesaan yang terbentuk dari berbagai elemen lanskap baik alamiah maupun non-alamiah yang dipengaruhi oleh interaksi sosial budaya masyarakat setempat. Kecamatan Cerenti ini terletak di sepanjang jalur utama (jalan provinsi) yang dibatasi oleh kecamatan Peranap dan kota Rengat. Bentukan lahannya bergelombang (undulating).

 

 

Ilustrasi Denah Tapak Perdesaan Kecamatan Cerenti, Riau (klik untuk memperbesar)

Dari segi lanskap, tata guna lahan (land-use) di kecamatan Cerenti ini memiliki dominansi antara pemukiman dan perkebunan. Ditemukan pula lahan terbangun yang umumnya dibangun untuk pertokoan dan bangunan lain yang mendukung kegiatan ekonomi.

Struktur lanskap pemukiman di kecamatan Cerenti umumnya homogen. Dari bentuk fisik bangunan, umumnya rumah-rumah di kecamatan ini berbentuk rumah panggung. Rumah ini merupakan rumah yang dibangun pada masa lampau dan sebagian rumah panggung yang ada masih bertahan sedangkan sebagian lainnya telah diubah menjadi rumah masa kini (menggunakan semen).

 Bentuk Rumah dan pekarangan desa

Setiap rumah umumnya memiliki pekarangan depan dan belakang yang cukup luas. Pekarangan depan maupun belakang umumnya ditanami pohon-pohon buah tropis, seperti rambutan, kelapa, durian, dan lain-lain. Rumput-rumputan dan semak-semak liar tumbuh di sekitar pohon. Diantaranya tanaman semak tersebut ada beberapa jenis tanaman yang umumnya digunakan sebagai bahan makanan. Fungsi pemukiman ini digunakan sebagai area untuk memenuhi kebutuhan pangan maupun papan.

Karet

Di kecamatan ini, terdapat sungai bernama Batang Kuantan. Sungai ini merupakan anak sungai dari Sungai Indragiri. Keberadaan sungai ini sangat vital yaitu sebagai pemenuhan kebutuhan air minum bagi warga setempat. Selain itu, sungai ini digunakan oleh warga untuk kegiatan ekonomi yaitu dengan beternak ikan dan udang menggunakan keramba.  Sungai kuantan ini pun menjadi salah satu jalur transportasi yang menghubungkan pulau utama ke pulau-pulau kecil. Transportasi air yang digunakan berupa perahu, rakit, sampan, dan speed boat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Perkebunan : kebutuhan ekonomi

Pasar : ruang publik sekaligus

Sungai Kuantan : Keramba (Kiri), Perahu Kayu (Kanan)

Kecamatan Cerenti memiliki landmark atau penanda yang menunjukkan identitas areanya, yaitu tugu kampung baru. Tugu ini berdiri di tengah jalan utama yang menghubungkan Cerenti dengan kota Rengat. Tugu ini terletak berdekatan dengan pasar besar yang menjadi aktivitas ekonomi utama.

 

 Tugu Kampung Baru

Dari sisi masyarakat (society), suku yang mendiami kecamatan Cerenti ini adalah suku Melayu. Budaya masyarakat Melayu sangat lekat dengan interaksi sosial yang tinggi. Mereka senang bersosialisasi, berkumpul, dan ngobrol-ngobrol. Oleh karena itu, ruang publik atau ruang sosial akan sangat penting keberadaannya untuk aktivitas mereka. Ruang publik di kecamatan Cerenti berbeda dengan di perkotaan yang umumnya berupa taman kota atau pusat perbelanjaan yang modern. Ruang sosial masyarakat Cerenti terklasifikasi dari golongan umur dan gender.

Pasar merupakan ruang publik untuk seluruh golongan masyarakat, mulai dari tingkatan anak-anak hingga lansia. Anak-anak umumnya berinteraksi sosial di jalan atau di tugu, lalu pria dewasa umumnya berinteraksi sosial di kedai kopi. Aktivitas yang dilakukan pria dewasa hanya sekedar ngobrol-ngobrol saja. Sedangkan kamu wanita dewasa umumnya berinteraksi di tengah kerumunan pasar selagi berbelanja. Pasar juga menjadi area rekreasi utama bagi masyarakat setempat. Hari senin merupakan hari pasar.

Selain pasar, ruang publik lainnya adalah sungai, perkebunan, pekarangan belakang rumah, dan tempat ibadah. Sungai merupakan salah satu ruang sosial bagi warga setempat khususnya ibu rumah tangga dan anak-anak. Ibu rumah tangga melakukan aktivitas seperti mencuci pakaian, perabotan rumah tangga, dan memandikan anaknya di sungai sehingga terjadi interaksi sosial saat mereka sedang mencuci. Aktivitas yang umumnya dilakukan di perkebunan adalah menakik karet (mengambil getah karet) untuk dijual hasilnya. Pria kategori remaja dan dewasa umumnya melakukan aktivitas ini sehingga perkebunan menjadi salah satu ruang penting bagi mereka.

Kedekatan masyarakat dengan alam dapat terlihat dari jenis makanan lokal setempat. Sebagian besar makanan umumnya mengambil dari lingkungan sekitar pemukiman dan dari alam, misalnya siput kecil dari sungai, ikan hasil budidaya di keramba, dan tanaman paku muda yang didapat dari semak-semak (untuk dijadikan sayur).

Pengaruh asing atau dari luar area juga dialami di perdesaan kecamatan Cerenti. Saat ini, banyak sekali bangunan rumah yang berubah dari rumah panggung menjadi rumah berpondasi semen. Pemakaian warna primer pada dinding luar dan genting membuat rumah terlihat mencolok. Dinding luar di sebagian rumah pun dilapisi oleh keramik yang umumnya digunakan untuk alas lantai. Kejadian ini disebabkan oleh salah satu anggota keluarga yang telah merantau ke kota-kota besar yang umumnya memiliki bangunan bergaya modern, mereka memperoleh persepsi baru terhadap membangun rumah, sehingga sekembalinya ke kampong halaman. Mereka mencoba merenovasi rumah

Seperti yang telah dijelaskan dalam perkuliahan Interaksi Manusia dan Lanskap pada pertemuan pertama, suatu lanskap dipengaruhi oleh kondisi alam (sumberdaya alam, bentuk lahan, iklim, dll), sosial, budaya, filosofi, politik, ekonomi, kepercayaan, teknologi, dan pengaruh asing (dari luar area/ teritori). Untuk studi kasus pada kawasan perdesaan di kecamatan Cerenti ini, karakteristik lanskap lebih banyak dipengaruhi oleh faktor ekonomi, budaya, dan pengaruh dari luar area.

Sekian dan Terima kasih.

 

Salam,

Annisa Hasanah

Mahasiswa Pascasarjana Arsitektur Lanskap IPB ‘2012

 

Read More