Catatan Akhir Tahun 2013

Apah udah Desember 2013???!!
Ternyata waktu berlalu sangat cepat yaaa,
Sesuai dengan tradisi gue dan blog gue tercinta, gue selalu bikin sebuah catatan akhir tahun, dimana gue bisa merefleksikan diri gue sejenak utk apa aja yang terjadi selama 1 tahun terakhir 🙂
Kali ini gue sedang menulis di tempat yang super duper spesial!
Bukan di ciawi, bukan di Bogor, bukan pula di Jakarta.
Tapi gue sedang menulis di Roma, Italia!
Rasanya spesial banget bisa nulis di kota yang super duper romantis ini. ^^
Saat ini gue sedang menjalani euro trip selama 2 minggu penuh ke empat negara: Italia, Prancis, Belgia, dan Belanda! Seruuu banget dehh.. >.<
Oke balik lagi ke topik awal. Layaknya sebuah roda, hidup gue selalu berputar, kadang di atas kadang di bawah.
Tahun ini gue banyak belajar tentang bagaimana menjado sosok perempuan yang lebih dewasa, lebih tough, lebih strong. Bisa dibilang tahun ini juga jadi turning point dalam hidup gue, tepatnya untuk hal-hal yang terkait persepsi dan prinsip hidup 🙂
Awal tahun 2013, gue masih menikmati kehidupan gue sebagai mahasiswi master yang nyambi kerja di Fakultas.. Perlu diakui, sekolah sambil kerja begitu melelahkan, namun disitu gue bisa belajar banyak, terutama dalam hal menghargai uang.
Gue bangga banget bisa dapet uang dari hasil keringat sendiri, dan disitu gue bisa belajar menghitung pengeluaran, (and it’s fun to calculate my own expenses!)
Masuk ke sisi akademik, alhamdulilah meski gue sekolah sambil kerja, ternyata gue bisa dapet IP sangat cemerlang di semester 2, straight A alias 4.0!
Waktu s1 yg cuma belajar aja, blm pernah dapet 4.0. Eh ternyata bisa juga!
Gue bahagia dengan capaian gie ini, alasannya bukan karena label A di transkrip gue, tapi keberhasilan gue untuk membagi waktu kerja dan sekolah itu berhasil!
Rasanya rasa lelah gue setiap kali pulang malam ke rumah terbayar lunas.. Hehe.
Lalu, bicara soal travelling, tentu ga akan ada habisanya dalam hidup gue, selama kaki bisa melangkah, kaki gue ga akan pernah berhenti utk menyusuri isi dunia ini!
bulan Januari silam, gue pergi ke Bali ke-3 kalinya, trip gue ke Bali ini dalam rangka fieldtrip mata kuliah perencanaan lanskap. Meski udah beberapa kali ke Bali, baru saat itu gue bener-bener bisa mengenal Bali lebih dekat, khususnya dalam hal tata ruang.
Gue begitu takjub dgn kultur Bali yang masih dipreserve, dan ga lupa disesuaikan dengan era sekarang.
Bulan Februari, gue dapet kesempatan untuk pergi ke negeri impian gue, Jepang!!!!
Gue terpilih sebagai perwakilan Indonesia dalam Youth Environmental Leader Program di Tokyo selama 1 minggu dengan full dibiayai penuh oleh penyelenggara.
Saat tiba di Jepang, rasanya ga kebayang gimana senengnya. Terdoktrin oleh komik-komik Jepang juga salah satu sebab gue sering cengengesan di Tokyo hehe.
Tahun 2013, gue bisa ke negeri sakura!
Masuk ke bulan Maret, bulan kesukaan gue. Karena gue lahir di bulan Maret! Hehe.. Tahun ini umur gue bertambah jadi 24 tahun. Seems so old, but i want to be always young.
Di bulan Maret ini juga, gue mendapat kesempatan untuk jadi asisten praktikum mata kuliah Sistem Informasi Geografi untuk kelas Pengelolaan Sumberdaya Lingkungan. Karena ini, gue jadi dituntut untuk belajar beberapa metode-metode riset, terutama dalam membuat model matematis. Disini gue paham bahwa belajar GIS itu sebuah proses yang tidak sebentar, tapi perlu banyak latihan dan try-and-error. Gue beruntung sekali bisa belajar GIS di luar perkuliahan.
Bulan April, gue sudah mulai disibukkan dengan tugas-tugas kuliah yang super duper banyak. Waktu gue banyak dihabiskan di kampus. Selain itu, bulan April ini gue dapet kesempatan yang ga kalah menarik lagi!
Gue mendapat tawaran untuk ngeMC di acara workshop internasional tentang ecotourism Indonesia di hotel Gran Melia.
Gue bener2 tertantang banget! Soalnya gue bukan MC profesional tapi gue harus ngeMC di depan tamu-tamu penting dari Korea dan Indonesia, salah satunya adalah duta besar Korea Selatan untuk Indonesia!
It was amazing experience for me ^^
Bulan Mei, gue mendapat kabar gembira untuk game Ecofunopoly, setelah 2 tahun menunggu, sertifikat merk Ecofunopoly keluar juga dari Direktorat Hak Kekayaan Intelektual! Alhamdulilah, berdasarkan sertifikat itu gue punya hak memakai nama Ecofunopoly selama 30 tahun 🙂
Akhir bulan Mei, gue kembali mendapat kabar gembira, kabar yang juga membuat gue harus membuat gue untuk memilih, dan menanggung pilihan yang gue ambil.
Gue mendapat ‘surat sakti’ bahwa gue mendapat kesempatan untuk exchange selama 1 tahun di University of Goettingen, Jerman. Sekali lagi tahun ini gue dihadapkan kembali kepada dua pilihan yang sama-sama baik, dan berat untuk gue pilih. Akhirnya gue memutuskan untuk menimba ilmu di Eropa.
Siapa sangka, keputusan gue ini ternyata membawa banyak cerita yang engga terduga. Hihiii.
Bulan Mei sampai Agustus, gue disibukkan dengan multi-kerjaan: mempersiapkan studi ke Eropa, ujian akhir, mempersiapkan acara seminar nasional, dan masih banyak lagi. Time flew sooo fasttt..
Bulan Agustus, gue dan keluarga bisa kembali lagi ke kampung halaman Ayah. Cerenti, Riau.
Gue pulang sekalian minta restu ke sanak saudara untuk niat gue merantau di Jerman.
Lucunya, mereka mendoakan gue malah biar dapat pendamping hidup disana ketimbang sukses studinya. Hehe. *ups*
1 September adalah hari keberangkatan gue ke Jerman, dengan perasaan campur aduk gue pergi meninggalkan kota yang udah gue tinggali selama 24 tahun lamanya.
Lebih berat lagi, gue akan jauh dari keluarga selama 1 tahun.
Ternyata setiba di Goettingen, rasa takut gue hilang setelah bertemu ‘keluarga’ baru di Goettingen yang luar biasa baik.rasanya Goettingen seperti Indonesia versi mini. 🙂
Capaian gue yang tak terduga adalah menguasai bahasa asing.
Bahasa Jerman adalah bahasa yang tidak pernah gue niatkan untuk dipelajari, dan trrnyata saat di Goettingen harus gue pelajari.
Lucunya, pertama kali datang ke Goettingen, bahasa Jerman gue zero banget, gue cuma tau ‘Danke’ dan ‘Guten Tag’.
Tapi siapa sangka, dalam 2 minggu gue bisa menguasai bahasa Jerman yang dasar!
Keterbatasan komunikasi gue dengan teman seflat dan lingkungan sekitar mendorong gue untuk paham bahasa Jerman. Siapa sangka, gue bisa loncat 1 level ke A1.2 tanpa harus belajar di A1.1 dlu!
Selama 1 bulan penuh, gue belajar intensif bahasa Jerman, sampai-sampai bahasa Inggris gue jadi agak acak2an. Hehe.
Meski gue masih belum nguasain secara penuh (perlu dicatat bahwa bahasa Jerman itu susah banget utk grammarnya), telinga gue udah bisa adaptasi dengan bahasa Jerman. 🙂
Saat ini, gue masih bersusah payah belajar bahasa Jerman level A2.1. Semoga tahun depan, skill bahasa Jerman gue bisa lebih meningkat! Amiiin.
Bulan September sampai akhir Desember ini, gue tinggal di tempat baru, musim baru, keluarga baru. Sudah 4 bulan tinggal di Eropa, gue mendapat banyak pencerahan, cara pandang yang baru dan masih banyak lagi. 🙂
Sejak SMA, gue selalu bercita-cita untuk tinggal di luar negeri, belajar dengan sistem pendidikan yang baru. Alhamdulilah tahun ini kesampaian juga. Ga disangkanya, gue bisa dapet kesempatan belajar di negara yang super maju di bidang sains dan teknologi, yup Deutschland!
Gue sering banget ternganga dengan bagaimana budaya belajar disini sangat luar biasa. Gue menyadari disini, belajar dipandang sebagai kebutuhan pribadi, kalau mau pinter ya banyak belajar mandiri. Teori diberikan di kelas, tapi sisanya kita yang harus mencari tahu sendiri.
Yang lebih salut lagi, disini kehadiran kita dalam kuliah tidak dicatat, alias ga ada absen.
Jadi, kalau mau bolos 1 semester ya silahkan, tinggal dateng ujian aja juga bisa, semua ditanggung sendiri. Intinya disini kebutuhab ilmu itu tergantung kemauan kita buat belajar, ga ada tekanan harus absen sekian persen atau takut dimarahin dosen karena ga pernah dateng. Keren kan?
Belajar di Jerman menuntut kita untuk berpikir lebih dan tidak mekanistik, Jerman sangat menghargai inovasi dan ide segar. So that’s why negara ini sangat maju. 🙂
Sekali lagi, Gue ga pernah terpikir bakal bisa belajar di Eropa.. Tapi ternyata dengan kekuatan ‘Man Jadda Wa Jada’, everything is possible!
Kesempatan tinggal di Eropa memberikan gue untuk menyalurkan hobi yang engga pernah gue tinggalkan: Travelling!
Selama 4 bulan ini, gue bisa menyambangi kota-kota baru bahkan negara baru!
Gue beruntung Jerman menjadi destinasi gue untuk studi, karena negara ini sangat mendorong pelajar untuk jalan-jalan. Bermodalkan dengan kartu mahasiswa multi fungsi, gue bisa naik kereta keliling provinsi Lower Saxony gratis! (Meski ada semester fee yang harus dibayar, tapi still worthed!)
Sampai detik ini, gue udah menjejakkan kaki ke Hamburg, Kassel,Wolfsburg (kota mobil!), Hannover, Braunschweg, Bremen, Dresden, Goslar, Erfurt, Eisenach, dan Nurnberg.
Gue pun berhasil menjejakan kaki ke Praha, Ceko saat jeda antara les intensif ke semester baru.
Ambisi travelling gue tentu tidak akan sampai situ. Libur panjang natal dan tahun baru langsung gue pakai untuk Euro Trip!
Selama 2 minggu, gue backpacking ke empat negara (7 kota) : Italy, Prancis, Belgia, dan Belanda).
Sekarang, gue berdiri di atas kota Roma. Destinasi selanjutnya adalah Paris!
Alhamdulilahirabbilalamin.
Sungguh besar nikmatmu Ya Allah..
Semoga aku bisa menjadi hambamu yang lebih baik lagi.. Amiiin.
Tahun 2013 is super awesome!
Gue berharap tahun depan akan jauh lebih awesome lagi!
Amiiin.
Sekian catatan akhir tahun saya, sampai bertemu tahun depan!

Rome, 27 Desember 2013.

Annisa Hasanah

20131228-020145.jpg

  • luar biasa sibuknya keliling dunia.
    saya keluar Jawa saja ga pernah.
    😀