Karimunjawa ‘Summer’ Trip : Chapter 1

I love June!

Gue teringat dengan lagu Seven days in Sunny June-nya Jamiroquai, videonya bener2 ekspose kebahagiaan anak muda mengabiskan summer days. Gue pun terinspirasi buat ngabisin summertime di Pantai,

meski Indonesia ga punya waktu summer, tapi buat gue Juni itu adalah SUMMER TIME! yey! (backsound : lagu A1 – summertime of ourlives.. hehe).

temen gue berencana buat bikin trip ke Karimunjawa, dan akhirnya gue ikutan deh! Yippie!
Gue baru tahu Karimun Jawa tahun lalu, dan konon katanya pantainya maih perawan banget, belum seperti Bali yang udah penuh sesak.
Habis googling-gooling, wow indah banget. Sekarang pun Karimun Jawa udah jadi salah satu destinasi yang cukup ngetren buat liburannya anak-anak muda. Dengan modal ga lebih dari (more…)

Read More

Kereta Khusus Wanita : Comfort and Safe

Pada tanggal 22 Oktober 2010, saya harus pergi ke Jakarta untuk mengurusi visa di kedutaan Besar Jerman, pengurusan visa akan dilakukan tanggal 23 Oktober , berhubung urusan saya ini atas nama perusahaan asing yang sudah sangat profesional, saya disediakan tempat menginap satu malam agar keesokan paginya bisa hadir tepat waktu. Saya akan menginap di hotel setia budi. Seperti biasa, saya memutuskan untuk naik kereta dari Bogor. Kereta listrik (jaman sekarang bukan kereta api ya) adalah kendaraan umum terfavorit diantara kendaraan lain. Mengapa? Di samping lebih nyaman dan cepat jika dibandingkan dengan bus, kereta ini merupakan kendaraan umum paling ramah lingkungan, kebutuhan listriknya lebih irit.

Saya naik kereta Pakuan Express sekitar jam 3.45 sore. Saya sadar ternyata saya sudah lama tidak naik kereta, saya menemukan hal baru (buat saya sih baru, ehehe) di sudut gerbong kereta, yaitu gerbong khusus wanita. Saat ini, kereta Pakuan Express dan Ekonomi AC memiliki gerbong khusus dan diletakkan di gerbong terujung di dua sisi. Gerbong ini cukup mencolok dengan warna interiornya dominan pink. Karena terlihat menarik dan kebetulan saya adalah wanita, saya naik ke gerbong itu. Kursinya berwarna merah tua dan gordynnya berwarna pink menutupi jendela. Sayangnya, kalau naik gerbong khusus wanita, saya tidak bisa melihat pemandangan luar. Justru hal inilah yang saya suka lakukan ketika naik kereta (baca : memandangi view luar).

Selain itu, di langit-langit kereta ada papan berwarna pink-putih yang bertuliskan kereta khusus wanita dan dibawahnya terdapat simbol-simbol orang yang boleh masuk ke gerbong ini, ada simbol satu wanita dalam satu lingkaran (mungkin itu saya.. single woman allowed, hehe), dua wanita dalam satu lingkaran (mungkin ini wanita yang berteman, asal jangan teman tapi mesra.. hahaa), wanita menggandeng anak dalam satu lingkaran (ibu beranak boleh naik gerbong ini), dan dua simbol larangan, yaitu wanita dan laki-laki yang bergandengan dan laki-laki sendiri.

Ketika saya duduk, baru ada satu wanita yang duduk di dalam gerbong itu. Sambil menunggu kereta berjalan, saya mendengarkan musik menggunakan iPod. Saya sempat melihat ada laki-laki berumur 25 tahunan yang masuk ke gerbong khusus wanita ini, dia berjalan melewati saya dan duduk di seberang saya, saya heran apa dia tidak sadar kalo ini kereta khusus wanita, karena ketika saya masuk gerbong ini, sangat jelas sekali kereta ini kereta perempuan. Saya pun mengurungkan niat untuk menegor mas2 itu, saya berpositive thinking aja, mungkin aja dia memang ada maksud tertentu. Saya hiraukan. Beberapa menit kemudian, saya lihat dia bangkit dari kursi dan berjalan melewati saya sambil senyam-senyum sendiri. Hahahhaa, ternyata positive thinking tidak selamanya benar yaa, ternyata mas2 itu salah naik kereta, dia langsung keluar dari gerbong itu. Untung dia sadar,, 😀

Akhirnya kereta pun diberangkatkan, saya sempat membuka gordyn pink untuk bisa melihat alam luar, ternyata tidak diperbolehkan oleh penjaga kereta, mungkin pelarangan itu untuk alasan keamanan. Penumpang di kereta yang saya naiki itu cukup sepi, bahkan jika berani saya bisa aja tidur terlentang di atas kursi sofa itu, hehe. Sayang di gerbong ini, ada beberapa penjaga laki-laki yang bertugas sebagai pengawas, niat gila itu saya urungkan, :p

Saya juga sempat ketar ketir karena ditutupnya jendela dengan gordyn, meski saya suka naik kereta, tapi saya tidak tahu urutan stasiun-stasiun Bogor-Jakarta Kota, biasanya kan kereta Pakuan Express berhenti hanya di beberapa tempat, dan ketika berhenti tidak diinformasikan lewat pengeras suara, kalo mau turun, harus sadar sendiri. Saya pun bertanya ke penjaga kereta itu, ternyata nanti akan diinformasikan ketika kereta akan sampai di stasiun pemberhentian, hufft. Syukurlah kalo gitu.

Saat itu, cuaca sedang buruk, sehingga kereta sering mogok karena alasan hilang sinyal. Saya sampai stasiun tebet sekitar jam 6 sore, dan saya langsung bertemu dengan teman BYEE saya, Adam. Kita akan meneruskan perjalanan ke hotel Setia Budi.

Terima kasih kepada PT KAI yang sudah menyediakan gerbong khusus ini. Semoga pelayanannya bisa lebih ditingkatkan! Tranportasi umum nyaman bisa mengurangi keinginan masyarakat untuk membeli kendaraan pribadi, padahal persepsi itu bukan solusi yang tepat, hanya menambah kemacetan saja.

Better Public Transportation for a Better Life!

Gaya duluuu ahh … hehehe

Salam dari Gadis Yang Ingin Menjelajah Ke Seluruh Duniaaa… !!!

 

 

 

 

Read More

KKP Desa Rembul

Assalamualaikum..

Hai Semua.. Pie kabare?

Saya ingin bercerita tentang pengalaman saya selama KKP. Saat ini, saya sedang mengikuti KKP (Kuliah Kerja Profesi) Fakultas Pertanian, setelah diundi saya kedapetan di kabupaten Tegal.  Tegal sangat terkenal dengan warung dan istilah “inyong”nya. Saya sendiri tidak ada bayangan seperti apa desa saya nanti ketika tahu saya akan stay di Tegal selama 2 bulan. Saya adalah tipe orang yang suka membayangkan lebih dahulu seperti apa tempat yang akan saya kunjungi, kemanapun itu, untuk mengukur apakah imajinasi saya mirip dengan realita. Lokasi spesifik desa saya tepatnya berada di daerah pegunungan, tepatnya di Gunung Slamet. Di KKP, saya tidak sendiri, saya tergabung dalam satu kelompok.. teman2 kelompok saya berjumlah 6 orang termasuk saya sendiri. Ada Yusufa, gadis Magetan dengan jurusan Agronomi, Amin, laki-laki Pekalongan yang super duper wangi dengan jurusan Agronomi, Yeni gadis Madura yang logatnya lebih mirip batak dengan jurusan Proteksi Tanaman, Alice, gadis blasteran Jawa-Cina dengan jurusan Proteksi Tanaman, Ridho, lelaki asal Minang dengan jurusan Ilmu Tanah, dan terakhir adalah saya sendiri, gadis Bogor dengan orangtua bukan dari Bogor dengan jurusan Arsitektur Lanskap. =)

Dan..

Desa itu bernama Desa Rembul..

Cukup unik memang namanya.. ada “bul”nya.. hehe

Ketika saya sampai disini, desanya agak sedikit mirip dengan yang saya bayangkan.. masih banyak rumah2 kayu, dengan view pedesaan yang sangat indah, dan banyak banget tanaman-tanamannya.. Untuk mencapai desa Rembul dari kota, saya disuguhkan oleh lanskap pedesaan yang indaahhh banget. Saya yakin desa ini punya potensi besar untuk jadi ekowisata plus agrowisata.. udaranya yang khas pegunungan membuat saya nyaman berada disini.

45101_1478796423656_2848434_n

Saya tinggal di rumah pak lurah desa Rembul, Pak Nurkholis namanya. Beliau memiliki 1 istri dan 5 anak. Anak yang pertama sudah menikah dan tidak tinggal di rumah pak lurah. Anak keduanya perempuan namanya sama dengan saya, Annisa. Namun ia biasa dipanggil Icha. Dia sedang menuntut ilmu keperawatan di salah satu institusi akademi di Tegal. Anak ketiganya laki-laki bernama Adip, dia baru masuk SMP kelas 1. Anaknya ramah dan suka main EcoMonopoly.. hehe *promosi. Trus anak keempatnya laki-laki bernama Kiki, anak ini cukup konyol dan punya rasa ingin tahu yang tinggi. Anak kelima atau si bungsu itu perempuan imut bernama Yasmin. Dia sangat lincah dan ngegemesin. Umurnya masih 3,5 tahun tapi ngomongnya udah lancar.

Saya sudah berada di desa ini tepat 2 minggu hingga detik ini, Alhamdulilah saya cukup betah, meski biaya bulanan disini cukup tinggi untuk ukuran desa. Jika dibanding dengan teman2 KKP di tempat lain, biaya saya selama KKP disini (makan, listrik, dll) adalah biaya tertinggi, Rp. 20.000 per hari. Awalnya sedikit mikir sih,, tapi akhirnya diikhlaskan aja, toh mama saya juga ikhlas.. hehe. Untuk makanan, alhamdulilah saya makan tergolong uenak. Mungkin bayangannya makan di desa bakal sekedar tahu, tempe, dan sebangsanya.. tapi jangan salah,, memang saya makan tahu tempe, tapi diiringi juga dengan lauk pauk yang menggiurkan seperti cumi, telur puyuh, ikan, telor, ayam, sate, dll. Enak bukan?

Memang benar kata senior saya, kalo pulang dr Tegal, pasti jadi gemuk.. hehe.

Untuk air, alhamdulilah air di rumah pak lurah sangat bersih soalnya pake PAM. Malah lebih bersih dari air di rumah saya. Hehe.

Untuk tidur, kamar yang disediakan ada 2, dibagi untuk laki-laki dan prempuan. Karena perempuan ada empat, jadi 1 kamar untuk berempat.. untungnya pas.. hehe.

Selama dua minggu, saya sudah menjalankan beberapa program. Dari kelompok saya, saya punya program pembuatan taman pekarangan di sekolah dan pendidikan cinta pertanian. Sedangkan dari saya pribadi, saya punya program sosialisasi pendidikan pertanian, lingkungan, dan pedesaan kepada anak-anak desa dengan EcoMonopoly. Program saya dedikasikan untuk implementasi finalis Bayer Young Environmental Envoy. Saya harap program saya ini bukan hanya untuk memenuhi persyaratan semata namun bisa memberi banyak manfaat untuk anak-anak desa.

1 minggu pertama di desa Rembul, saya gunakan untuk survey desa, ketemu2 dengan pemuka desa.. masih warming up.. setelah itu saya gunakan untuk implementasi masing2 program secara bertahap. Sampai saat ini, Program Taman pekarangan sedang dijalankan, maish dalam tahap penanaman. Konsep tamannya ialah taman obat sekaligus memenuhi fungsi sosial. Sedangkan program pribadi saya, alhamdulilah sudah melakukan pre-test, simulasi permainan, operasi semut (mengumpulkan sampah), jalan-jalan ke sawah  selama 1 minggu, dan pertemuan terakhir ialah pemberian post-test.

Saya sekelompok juga punya kegiatan tambahan tiap malam, yaitu mengajar bahasa inggris untuk anak-anak. Jadi siapa aja yang mau ikut, boleh datang ke rumah pak lurah setelah magrib. Kami mengajar bahasa inggris seminggu tiga kali. Saya mengajarkan mereka vocabulary seputar pedesaan, percakapan sederhana, dan menyanyi lagu bahasa inggris. Saya pun membuat jargon (seruan) agar anak2 lebih semangat ketika belajar. Jika saya bilang “hey You!”, maka mereka harus jawab “What’s up!”.. mereka seneng banget kalo diajak teriak2 kaya gitu, hehe. Waktu awal2, mereka masih lupa2 inget buat neriakin jargon itu. Pas saya bilang sacara tiba2, “Hey You!!”, mereka kadang narik napas buka mulut tapi lupa mau jawab apa.. hahaha. Lucu banget liat muka2 polos anak2.. hehe. Ada pengalaman lucu, saya  ngajarin mereka jika saya nanya “Siapa yang mau jago bahasa inggris?” maka mereka harus jawab “Me!” alias Saya!. Trus saya uji coba ke mereka trus mereka jawab serentak “Me!!” habis itu saya ulang yang kedua kalinya, dan ketika anak-anak serentak jawab “Me!”, ternyata ada anak laki-laki teriak sendirian, “Inyong!!”.. langsung deh jadi bahan ledekan temen2nya.. hehe. Semua program sangat menyenangkan karena berkecimpung dengan anak-anak ^^

34245_1439125111898_6273433_n

Anak-anak Desa Rembul

Hidup di desa ga selamanya membosankan, asal kita bisa ngemas kegiatan kita, Insya Allah KKP itu bisa jadi hal yang seru dan ga terlupakan!

 

Read More