Kereta Khusus Wanita : Comfort and Safe

Pada tanggal 22 Oktober 2010, saya harus pergi ke Jakarta untuk mengurusi visa di kedutaan Besar Jerman, pengurusan visa akan dilakukan tanggal 23 Oktober , berhubung urusan saya ini atas nama perusahaan asing yang sudah sangat profesional, saya disediakan tempat menginap satu malam agar keesokan paginya bisa hadir tepat waktu. Saya akan menginap di hotel setia budi. Seperti biasa, saya memutuskan untuk naik kereta dari Bogor. Kereta listrik (jaman sekarang bukan kereta api ya) adalah kendaraan umum terfavorit diantara kendaraan lain. Mengapa? Di samping lebih nyaman dan cepat jika dibandingkan dengan bus, kereta ini merupakan kendaraan umum paling ramah lingkungan, kebutuhan listriknya lebih irit.

Saya naik kereta Pakuan Express sekitar jam 3.45 sore. Saya sadar ternyata saya sudah lama tidak naik kereta, saya menemukan hal baru (buat saya sih baru, ehehe) di sudut gerbong kereta, yaitu gerbong khusus wanita. Saat ini, kereta Pakuan Express dan Ekonomi AC memiliki gerbong khusus dan diletakkan di gerbong terujung di dua sisi. Gerbong ini cukup mencolok dengan warna interiornya dominan pink. Karena terlihat menarik dan kebetulan saya adalah wanita, saya naik ke gerbong itu. Kursinya berwarna merah tua dan gordynnya berwarna pink menutupi jendela. Sayangnya, kalau naik gerbong khusus wanita, saya tidak bisa melihat pemandangan luar. Justru hal inilah yang saya suka lakukan ketika naik kereta (baca : memandangi view luar).

Selain itu, di langit-langit kereta ada papan berwarna pink-putih yang bertuliskan kereta khusus wanita dan dibawahnya terdapat simbol-simbol orang yang boleh masuk ke gerbong ini, ada simbol satu wanita dalam satu lingkaran (mungkin itu saya.. single woman allowed, hehe), dua wanita dalam satu lingkaran (mungkin ini wanita yang berteman, asal jangan teman tapi mesra.. hahaa), wanita menggandeng anak dalam satu lingkaran (ibu beranak boleh naik gerbong ini), dan dua simbol larangan, yaitu wanita dan laki-laki yang bergandengan dan laki-laki sendiri.

Ketika saya duduk, baru ada satu wanita yang duduk di dalam gerbong itu. Sambil menunggu kereta berjalan, saya mendengarkan musik menggunakan iPod. Saya sempat melihat ada laki-laki berumur 25 tahunan yang masuk ke gerbong khusus wanita ini, dia berjalan melewati saya dan duduk di seberang saya, saya heran apa dia tidak sadar kalo ini kereta khusus wanita, karena ketika saya masuk gerbong ini, sangat jelas sekali kereta ini kereta perempuan. Saya pun mengurungkan niat untuk menegor mas2 itu, saya berpositive thinking aja, mungkin aja dia memang ada maksud tertentu. Saya hiraukan. Beberapa menit kemudian, saya lihat dia bangkit dari kursi dan berjalan melewati saya sambil senyam-senyum sendiri. Hahahhaa, ternyata positive thinking tidak selamanya benar yaa, ternyata mas2 itu salah naik kereta, dia langsung keluar dari gerbong itu. Untung dia sadar,, 😀

Akhirnya kereta pun diberangkatkan, saya sempat membuka gordyn pink untuk bisa melihat alam luar, ternyata tidak diperbolehkan oleh penjaga kereta, mungkin pelarangan itu untuk alasan keamanan. Penumpang di kereta yang saya naiki itu cukup sepi, bahkan jika berani saya bisa aja tidur terlentang di atas kursi sofa itu, hehe. Sayang di gerbong ini, ada beberapa penjaga laki-laki yang bertugas sebagai pengawas, niat gila itu saya urungkan, :p

Saya juga sempat ketar ketir karena ditutupnya jendela dengan gordyn, meski saya suka naik kereta, tapi saya tidak tahu urutan stasiun-stasiun Bogor-Jakarta Kota, biasanya kan kereta Pakuan Express berhenti hanya di beberapa tempat, dan ketika berhenti tidak diinformasikan lewat pengeras suara, kalo mau turun, harus sadar sendiri. Saya pun bertanya ke penjaga kereta itu, ternyata nanti akan diinformasikan ketika kereta akan sampai di stasiun pemberhentian, hufft. Syukurlah kalo gitu.

Saat itu, cuaca sedang buruk, sehingga kereta sering mogok karena alasan hilang sinyal. Saya sampai stasiun tebet sekitar jam 6 sore, dan saya langsung bertemu dengan teman BYEE saya, Adam. Kita akan meneruskan perjalanan ke hotel Setia Budi.

Terima kasih kepada PT KAI yang sudah menyediakan gerbong khusus ini. Semoga pelayanannya bisa lebih ditingkatkan! Tranportasi umum nyaman bisa mengurangi keinginan masyarakat untuk membeli kendaraan pribadi, padahal persepsi itu bukan solusi yang tepat, hanya menambah kemacetan saja.

Better Public Transportation for a Better Life!

Gaya duluuu ahh … hehehe

Salam dari Gadis Yang Ingin Menjelajah Ke Seluruh Duniaaa… !!!