Kota Mati, Ahjumma, dan Running Man

Gue pengen cerita pengalaman gue yang cukup parno. Entah apa gue yang terlalu berlebihan. Mungkin karena gue tinggal di pulau terpadat penduduk sedunia alias Jawa, gue jadi biasa hidup di keramaian dan penuh dengan manusia, jadi jarang banget nemu situasi seperti ini.

Januari 2012.

Suatu sore, bermil-mil jauhnya dari Indonesia, gue baru beres fieldtrip keliling DMZ buat ngamatin burung di Cheorwon, kota yang terletak di paling utara dari Korea Selatan. Selesai fieldtrip yang melelahkan (lelah karena nahan dingin), peserta dapat waktu bebas sampai makan malam tiba dari jam 4 sampai jam 6.30 sore. Rombongan gue yang kebanyakan  dari kalangan Bapak-bapak, pada balik ke hotel buat istirahat, sedangkan gue masih bersemangat tinggi untuk jalan-jalan melihat negeri impian yang gue impi-impikan sejak SMA. so I decided to go for a walk around the hotel. Kebetulan gue juga pengen cari kopi panas (muanteb tenan deh musim dingin ditemenin sama kopi panas, hehe). Gue ajak mbak Alifi dan mbak Ikeu, teman sekamar gue yang juga serombongan buat jalan-jalan sore. Tapi ternyata mereka lebih milih buat istirahat di hotel. So, gue pergi sendiri deh.

Berbekal (more…)

Read More

Eat PLAY Love (Chapter 1 : The Departure)

Inspired from Eat Pray Love…

Setelah menonton Film Eat Pray Love yang dibintangi oleh aktris kondang, Mbak Julia Roberts, gue langsung tersihir untuk ingin banget kembali ke Bali, The Island of God.

Di film itu, gue melihat betapa galaunya mbak Julia dengan kehidupannya yang begitu-begitu saja, hingga dia akhirnya memutuskan untuk melakukan solo trip dari Italia, India, sampai Indonesia (Bali).

I’ve been there once, but I think I should come back to Bali for a (more…)

Read More

Oh, Carita yang (Masih) Tercemar

Beberapa hari lalu, gue ikut family gathering LSM-nya bokap gue ke Pantai Carita. Sebenarnya gue sudah pernah ke pantai ini 2-3 kali, dan tidak ada yang menarik  sih waktu dulu gue kesana. Tapi karena bokap gue bilang ada banana boatnya, gue pun tergiur dan langsung menyatakan diri buat ikut! hehe. Gue belum pernah banana boat soalnya, ;p

Jumat- Sabtu silam, tanggal 4-5 Mei, rombongan LSM bokap gue menghabiskan waktu liburannya di salah satu cottage bernama Carita Mutiara Cottage. Setelah ada annoucement dari panitia, ternyata water sport akan diadakan hari kedua yaitu Sabtu. Terakhir kali yang gue ingat tentang Pantai Carita adalah ketidaknyamanan turis dalam menikmati pantai dan airnya sudah keruh hitam.

Foto  ini gue sadur dari internet (entah gue sendiri ga tau foto ini Pantai Carita bagian mana ya? kok jernih bgt ya, ;p )

Soal ketidaknyamanan, ternyata tidak berubah, kamar tempat gue tidur terletak pas di depan pantai, pantainya sendiri tidak dibatasi oleh pagar ekologis alias tanaman atau pohon yang bisa meredam ombak, tapi pagarnya pake dinding semen yang engga pro-lingkungan banget. Di pagar-pagar itu, sudah banyak ibu-ibu dan mas-mas yang stand untuk menawarkan jasa dan produk yang dijualnya. Mulai dari baju, makanan, wisata air, sampai tato temporer.

namun sayang, karena engga ada aturan buat para pedagang kaki lima ini, mereka terus manggil wisatawan buat beli atau ambil jasa yang dia tawarkan, setiap kali gue lewat, (more…)

Read More