Memories In Bali (Chapter : Keberangkatan)

Wuahh, saya sudah kembali ke dunia nyata.. *sebenarnya dunia nyata tuh ky apa sih??*

Sebenernya tulisan ini tidak ada tuntutan dr siapapun, mengingat kmrn saya baca komen dr salah seorang gabuters (nanti penjelasannya yaa) tentang ajakan untuk membuat notes ttg kegilaan kami selama di Denpasar..

Di setiap momen terbaik yang saya dapat pasti saya akan tulis. Dan Perjalanan Pameran PIMNAS di Bali ini merupakan perjalanan yang amazing banget..

Saya pergi menuju bali bersama 14 mahasiswa berprestasi dalam hal inovasi suatu produk, dan boleh jujur pada awalnya saya hanya kenal 3 orang dr mereka,, yaitu Cipi, Wondo dan Ka Cahyo. Sehingga saya pikir wah waktunya ngelink nih.. (lagi2 istilah yang akan saya jelaskan nanti.. =p)

Hingga seiring dengan berjalannya waktu, seiring dengan bus yang berjalan tanpa henti (kecuali berhenti untuk makan dan sholat hehe), saya pun berkenalan dengan mereka..

Tim Pameran IPB diantaranya Pak Parta selaku official, Ka Cahyo TEP 42 selaku official, photographer, dan pembawa produk asap cairnya, Ka arya TIN 43 dan Ilman MSP 44 selaku perwakilan leafgarden (baca : juru dekor dan segala logistik), ada Wondo ARL 44 selaku ketua tim pameran dengan action figure dan ae relax-nya, ada mbak citra INTP 43 selaku seksi sibukk sekali yang care banget ama anak2nya dengan membagikan obat2an, produknya adalah kepompong ulat sutra emas, lalu ada mbak desti AGH 42 dengan produk2nya yang cukup menggelegar pengunjung pameran yaitu produk mainan anak pertanian dengan label CRESH (Creative Shop), lalu ada Cipi ITP 44 yang merupakan temana speerjuanggan saya dengan membawa EcoEnzyme, lalu ada duet FEM, Rosi dan Irma MENE 44 dengan produknya yang mengumbah limbah menjadi sesuatu yang sangat nyaman,, Styro Karpet dan Styro Bantal, lalu ada Ka Donny MSL 42 dengan produk FitPot, menanam cara baru yang sangat portabel.. adapun Sony dengan tanaman kaktus lucu dengan label saung langka, ada mahardi AGB 43 dengan aquaskapnya,, ada juga ka nunu dengan produk olahan sawit dll (*kurang ngerti saya juga),, tak lupa dengan orang tersabar se-Denpasar dan Ubud yaitu Yoga TIN45 yang senantiasa membantu kita.. dan juga Syafa selaku reporter koran kampus IPB yang slalu begadang tiap mlm demi new news.. ^^ hmm.. ada yang belum kesebut?? sepertinya udah semua yaa.. kalo produk saya tak perlu ditanya,, di blog ini juga ada page khususnya ,, hehe.

First impress saya terhadap delegasi tim pameran.. “Kok pada pendiem ya???“. Saya lihat muka mereka yang too serious, kalo boleh saya tarik kesimpulan, org2 ini pasti yang rajin bulak balik ke LSI buat baca buku..hehe *piss…

Namun, asumsi ini benar2 salah.. sangat salah!

Kesalahan besar ini saya sadari ketika perjalanan kami sudah sampai di Jawa Tengah dan langit sudah gelap..

Ketika muncul celetukan dr seseorang, “Eh tebak2an yuk!!”

Lalu mulailah kami, tim pameran, melakukan hal yang tidak semestinya dilakukan.. *??maksudnya??*

Tebak2annya dimulai dr yg waras hingga ga waras.. mulai dr geografi sampai organ tubuh hewan..

Misal :

Ondo : “Ayam, Ayam apa yang kakinya dua?”

Yg laen : “hAyam Wuruk!!”

Ondo : “semua ayam juga kakinya dua!!! hahahaha…”

(-_-‘) gubrak..

tebak2annya mulai dr yg klasik sampai yg terbaru.. (perlu dibukukan kynya ya???)

trus2,, tebak2an yg sangat khas autisnya.. misal :

“Segitiga antara Pak Parta, Mbak Desti ama Rosi!, apa coba?”

Tebak2an ini yang bisa bikin kualitas otak menurun,, hehe.

Tebakan segitiga itu masih satu dari bermilyar2 tebakan yang diajukan selama perjalanan di bis *lebayy..*

dengan tebak2an ini, saya pun sadar bahwa kami membentuk sebuah keluarga..

keluarga yang sedikit aneh.. hehe.. namun menyenangkan.. ^^

Terus sempat terlintas di benak gue,, jika pameran nanti kedtangan bule apa kita tarik mereka dengan tebak2an aja ya biar mau dateng ke stand..

trus mulai yg lain pd kumat,

si ondo : “Mister, chicken, chicken what?.. *Ayam,, ayam apa..” hahahaha.. kalimat ni udah jd traddemarknya tim pameran.. =9

Perjalanan Bogor-Bali memakan waktu 36 jam hingga kami mempunyai schedule yang cukup ketat,,

Tebak2an – Makan – Tidur – Tebak2an – Makan -Tidur,,, and so on.. =p

Ada pengalaman menarik ketika saya naik kapal dari ketapang menuju gilimanuk, dimana saya sangat pucet pas liat kapal yang saya naiki terombang ambing layaknya wahana dufan,, duh mana wkatu itu malam hari.. angin kenceennggg bangett… *All is well.. All is well..*

Ketika kami sampai di Bali, semua orang melakukan ritual yang sama, (baca : Tidur), pas mata saya terbuka sampailah di depan hotel Catur Adiputra,, namanya hotel ini sangat membingungkan,, susah banget buta dihafal..

Sesampainya kami di hotel langsung kami ambil koper, dan mendapat kunci kamar,, brugg.. Tepar on the bed..

kami hanya tidur sekitar 1-2 jam saja, krn paginya kami harus groundcheck buat pameran, dan kerja keras pun dimulai.. =)

Go GABUTERS!

Tim PAMERAN PIMNAS XXIII Tahun 2010 Denpasar, Bali

*To Be Continued*

Read More

KKP Desa Rembul

Assalamualaikum..

Hai Semua.. Pie kabare?

Saya ingin bercerita tentang pengalaman saya selama KKP. Saat ini, saya sedang mengikuti KKP (Kuliah Kerja Profesi) Fakultas Pertanian, setelah diundi saya kedapetan di kabupaten Tegal.  Tegal sangat terkenal dengan warung dan istilah “inyong”nya. Saya sendiri tidak ada bayangan seperti apa desa saya nanti ketika tahu saya akan stay di Tegal selama 2 bulan. Saya adalah tipe orang yang suka membayangkan lebih dahulu seperti apa tempat yang akan saya kunjungi, kemanapun itu, untuk mengukur apakah imajinasi saya mirip dengan realita. Lokasi spesifik desa saya tepatnya berada di daerah pegunungan, tepatnya di Gunung Slamet. Di KKP, saya tidak sendiri, saya tergabung dalam satu kelompok.. teman2 kelompok saya berjumlah 6 orang termasuk saya sendiri. Ada Yusufa, gadis Magetan dengan jurusan Agronomi, Amin, laki-laki Pekalongan yang super duper wangi dengan jurusan Agronomi, Yeni gadis Madura yang logatnya lebih mirip batak dengan jurusan Proteksi Tanaman, Alice, gadis blasteran Jawa-Cina dengan jurusan Proteksi Tanaman, Ridho, lelaki asal Minang dengan jurusan Ilmu Tanah, dan terakhir adalah saya sendiri, gadis Bogor dengan orangtua bukan dari Bogor dengan jurusan Arsitektur Lanskap. =)

Dan..

Desa itu bernama Desa Rembul..

Cukup unik memang namanya.. ada “bul”nya.. hehe

Ketika saya sampai disini, desanya agak sedikit mirip dengan yang saya bayangkan.. masih banyak rumah2 kayu, dengan view pedesaan yang sangat indah, dan banyak banget tanaman-tanamannya.. Untuk mencapai desa Rembul dari kota, saya disuguhkan oleh lanskap pedesaan yang indaahhh banget. Saya yakin desa ini punya potensi besar untuk jadi ekowisata plus agrowisata.. udaranya yang khas pegunungan membuat saya nyaman berada disini.

45101_1478796423656_2848434_n

Saya tinggal di rumah pak lurah desa Rembul, Pak Nurkholis namanya. Beliau memiliki 1 istri dan 5 anak. Anak yang pertama sudah menikah dan tidak tinggal di rumah pak lurah. Anak keduanya perempuan namanya sama dengan saya, Annisa. Namun ia biasa dipanggil Icha. Dia sedang menuntut ilmu keperawatan di salah satu institusi akademi di Tegal. Anak ketiganya laki-laki bernama Adip, dia baru masuk SMP kelas 1. Anaknya ramah dan suka main EcoMonopoly.. hehe *promosi. Trus anak keempatnya laki-laki bernama Kiki, anak ini cukup konyol dan punya rasa ingin tahu yang tinggi. Anak kelima atau si bungsu itu perempuan imut bernama Yasmin. Dia sangat lincah dan ngegemesin. Umurnya masih 3,5 tahun tapi ngomongnya udah lancar.

Saya sudah berada di desa ini tepat 2 minggu hingga detik ini, Alhamdulilah saya cukup betah, meski biaya bulanan disini cukup tinggi untuk ukuran desa. Jika dibanding dengan teman2 KKP di tempat lain, biaya saya selama KKP disini (makan, listrik, dll) adalah biaya tertinggi, Rp. 20.000 per hari. Awalnya sedikit mikir sih,, tapi akhirnya diikhlaskan aja, toh mama saya juga ikhlas.. hehe. Untuk makanan, alhamdulilah saya makan tergolong uenak. Mungkin bayangannya makan di desa bakal sekedar tahu, tempe, dan sebangsanya.. tapi jangan salah,, memang saya makan tahu tempe, tapi diiringi juga dengan lauk pauk yang menggiurkan seperti cumi, telur puyuh, ikan, telor, ayam, sate, dll. Enak bukan?

Memang benar kata senior saya, kalo pulang dr Tegal, pasti jadi gemuk.. hehe.

Untuk air, alhamdulilah air di rumah pak lurah sangat bersih soalnya pake PAM. Malah lebih bersih dari air di rumah saya. Hehe.

Untuk tidur, kamar yang disediakan ada 2, dibagi untuk laki-laki dan prempuan. Karena perempuan ada empat, jadi 1 kamar untuk berempat.. untungnya pas.. hehe.

Selama dua minggu, saya sudah menjalankan beberapa program. Dari kelompok saya, saya punya program pembuatan taman pekarangan di sekolah dan pendidikan cinta pertanian. Sedangkan dari saya pribadi, saya punya program sosialisasi pendidikan pertanian, lingkungan, dan pedesaan kepada anak-anak desa dengan EcoMonopoly. Program saya dedikasikan untuk implementasi finalis Bayer Young Environmental Envoy. Saya harap program saya ini bukan hanya untuk memenuhi persyaratan semata namun bisa memberi banyak manfaat untuk anak-anak desa.

1 minggu pertama di desa Rembul, saya gunakan untuk survey desa, ketemu2 dengan pemuka desa.. masih warming up.. setelah itu saya gunakan untuk implementasi masing2 program secara bertahap. Sampai saat ini, Program Taman pekarangan sedang dijalankan, maish dalam tahap penanaman. Konsep tamannya ialah taman obat sekaligus memenuhi fungsi sosial. Sedangkan program pribadi saya, alhamdulilah sudah melakukan pre-test, simulasi permainan, operasi semut (mengumpulkan sampah), jalan-jalan ke sawah  selama 1 minggu, dan pertemuan terakhir ialah pemberian post-test.

Saya sekelompok juga punya kegiatan tambahan tiap malam, yaitu mengajar bahasa inggris untuk anak-anak. Jadi siapa aja yang mau ikut, boleh datang ke rumah pak lurah setelah magrib. Kami mengajar bahasa inggris seminggu tiga kali. Saya mengajarkan mereka vocabulary seputar pedesaan, percakapan sederhana, dan menyanyi lagu bahasa inggris. Saya pun membuat jargon (seruan) agar anak2 lebih semangat ketika belajar. Jika saya bilang “hey You!”, maka mereka harus jawab “What’s up!”.. mereka seneng banget kalo diajak teriak2 kaya gitu, hehe. Waktu awal2, mereka masih lupa2 inget buat neriakin jargon itu. Pas saya bilang sacara tiba2, “Hey You!!”, mereka kadang narik napas buka mulut tapi lupa mau jawab apa.. hahaha. Lucu banget liat muka2 polos anak2.. hehe. Ada pengalaman lucu, saya  ngajarin mereka jika saya nanya “Siapa yang mau jago bahasa inggris?” maka mereka harus jawab “Me!” alias Saya!. Trus saya uji coba ke mereka trus mereka jawab serentak “Me!!” habis itu saya ulang yang kedua kalinya, dan ketika anak-anak serentak jawab “Me!”, ternyata ada anak laki-laki teriak sendirian, “Inyong!!”.. langsung deh jadi bahan ledekan temen2nya.. hehe. Semua program sangat menyenangkan karena berkecimpung dengan anak-anak ^^

34245_1439125111898_6273433_n

Anak-anak Desa Rembul

Hidup di desa ga selamanya membosankan, asal kita bisa ngemas kegiatan kita, Insya Allah KKP itu bisa jadi hal yang seru dan ga terlupakan!

 

Read More

Denpasar 20 Juli 2010

Assalamualaikum..

Alhamdulilah saat ini gue sedang berada di Denpasar, Bali. Lagi-lagi dapat kesempatan untuk mengunjungi daerah baru.. ^^ Seneng banget. Kali ini gue ikut dalam event nasional bergengsi yang juga pertama kali untuk gue. Event ini bernama PIMNAS XXIII (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional). Event ini dilaksanakan setahun sekali di universitas yang berbeda-beda tiap tahunnya.

Konon, IPB pernah menjadi tuan rumah pada tahun 1994. Dan pada tahun 2010 ini, tuan rumah PIMNAS adalah Universitas Mahasaraswati, Denpasar, Bali. Untuk mengikuti event ada tiga cara. Satu, mengikuti PKM, berjuang keras sampai tahap finalis. Kedua, partisipasi sebagai tim pameran di PIMNAS dengan syarat memiliki suatu produk menarik yang dapat ditampilkan. Ketiga, datang sendiri dengan biaya sendiri, hehe. Option 1 dan 2 itu option dimana semua biaya ditanggung oleh pihak IPB atau DIKTI. Pilihan yang saya ambil masuk ke option 2. Saya masuk sebagai tim pameran. Lalu produk apa yang saya bawa? Seperti biasa, EcoMonopoly tentunya.. hehe.

Hari ini sudah hari ketiga saya di Bali. Progress yang sudah saya dan tim pameran lakukan adalah menyiapkan dekorasi pameran sebagus mungkin karena besok pameran dimulai. Sepanjang sejarah, IPB adalah stand yang paling rame, heboh, dan terniat.. hehe. Tahun ini harus lebih semarak lagi!

Namanya orang melancong, pasti punya hasrat buat going somewhere.. sampai saat ini sih gue dan teman2 pameran baru mengunjungi Pantai Sanur.. hmm, about that baech, I think its not too different with the other beach.. not too beautiful, and not too bad.. mungkin gue aja yang be;um dapet feelnya, semoga bisa dapet kesempatan datengin kuta dan ubud yaa.. hehe. Trip pertama ke bali nih, jadi harus berkesan.. meski udah berkesan sejak berangkat.. ^^

Keberangkatan saya ke bali cukup menuai controversial.. antara KKP dan PIMNAS,, hingga bisa diselesaikan dengan bantuan Pak Rimbawan dan Pak Rektor.. Alhamdulilah saya bisa ada disini.. trima kasih Pak..

Okay, saya mau sarapan dlu dan menyiapkan dekor stand lagi.. ganbarimasuyo!! ^.^

Read More