26 Yrs Old – Leaving Youth, Welcoming Adult.

Alhamdulilahirabbilalamin… sebelumnya saya ingin mengucapkan syukur dan berterima kasih kepada Allah SWT telah memberikan nikmat sehat dan nikmat kehidupan sampai pada detik ini.

Alhamdulilah, Allah SWT masih memberikan saya kesempatan untuk menginjakkan diri pada umur ke-26.

Umur yang terbilang sangat matang, bahkan saya sendiri engga percaya, am I 26 yrs old already???

I’m officially leaving my Youth Age. According to International Standard for Youth Age, it is between 18-25 years old.

This means that I should call myself as an adult!

Adult, tapi kelakuan masih bocah, hihihi. Gapapa deh ya, 😉

Alhamdulilah tanggal 23 Maret 2015 ini saya mendapat banyak ucapan dan doa dari rekan-rekan terdekat, via FB, Whatsapp, SMS, dan lain-lain.

Alhamdulilah lagi pada tanggal 23 Maret 2015, saya mendapat surprise three-times-in-a-row!

Pagi-pagi buta, saat saya ngantuk-ngantuknya, tiba-tiba Fathia, Inna, Ayah dan Mama masuk ke kamar sambil membawa kue ulang tahun yang dipasang lilin-lilin…

“Happy Bday to you.. happy bday to you..”

Dengan mata yang masih berat dan badan masih ngumpulin nyawa, saya terbangun dan berusaha fokus ke kue. Dan saya sempat-sempatnya merem di depan kue. Hehehe

Lilin pun ditiup!

HBD2

Morning Surprise

Danke schoen fuer meine familie~

Selanjutnya (more…)

Read More

Welcome Home, Annisa!

People come, people go. I come to a place I never knew before, and I go from an unknown place which I already called as Second Home.

Meninggalkan Eropa menjadi hal yang cukup sulit untuk saya. Setelah sekitar 11 bulan lamanya tinggal di Goettingen, kota kecil yang sangat ramah dengan pelajar, tibalah waktu untuk meninggalkan kota ini. Oh, it’s really hard. :'(

11 bulan di Eropa, apakah cukup untuk saya?

(more…)

Read More

Eat PLAY Love (Chapter 2 : Meet The Blanco and The Monkey Forest)

See Bali before you die … – Anonymous

Melihat Ubud pertama kalinya adalah something that makes me so speechless. (See Chapter 1 here)

Compare to the Bali beach like Kuta or Sanur, Ubud attracted me more .. It’s a heaven on earth. Mungkin karena dari dulu gue pengen banget ke Ubud kali yaa. jadi sampe kesini itu kayak mimpi. hehe.

Gue tiba di Jalan Monkey Forest, dimana di sepanjang jalan ini berderet toko-toko bernuansa bali banget, bangunannya menggunakan kayu atau batu-batu yang cantik, plus pohon-pohon kamboja (Pulmeria sp.) yang berdiri menghiasi bagian depan toko tersebut. So beautiful..

Jalanan pun tidak terlalu ramai, jadi suasananya lebih syahdu.. 🙂 

Waktu sudah hampir zuhur, gue sendiri sudah menyusun agenda, so we should stick to the schedule.

MENCARI PENGINAPAN MURAH

Next agenda, find for a place to sleep. 

Sebenarnya (more…)

Read More