Welcome Home, Annisa!

People come, people go. I come to a place I never knew before, and I go from an unknown place which I already called as Second Home.

Meninggalkan Eropa menjadi hal yang cukup sulit untuk saya. Setelah sekitar 11 bulan lamanya tinggal di Goettingen, kota kecil yang sangat ramah dengan pelajar, tibalah waktu untuk meninggalkan kota ini. Oh, it’s really hard. :'(

11 bulan di Eropa, apakah cukup untuk saya?


TIDAK. Naluri travelling saya masih terus bekerja, dan rasanya belum puas kalau belum mengitari Eropa secara keseluruhan.

Kota Goettingen yang begitu ramah menerima saya, memberikan suntikan untuk terus belajar. Kota ini mendorong saya lebih produktif dalam mencari tahu banyak hal. Kota ini malah membuat saya tidak terlalu ‘boros’ untuk pola konsumsi harian. Ternyata kota ini mengajarkan saya untuk irit. Hari Minggu semua toko tutup, jadi saya tidak bisa berbelanja sesuka hati di hari Minggu.

Oke, kembali ke cerita awal. Hari Kamis (24/07) adalah hari dimana saya resmi meninggalkan kota Goettingen. Berbekal satu buah koper besar berwarna biru terang, satu tas jinjing adidas, dan satu tas ransel export, kaki saya pun menaikki tangga kereta ICE. Didampingi oleh beberapa rekan-rekan Goettinge: bu Heti, pak Doni, mas Andik, Disil, Teh Reni (plus Raqi), Hanbyul (teman flat asal Korsel), mba Aulid, Hendra, Ferdi, Bang Zul, dan mas Riki, mereka pun ikut mengantar saya ke Bahnhof (stasiun kereta). Terima kasih untuk semuanya yang sudah ikut mengantar! 🙂

IMG_9502

Beberapa hari sebelum kepulangan, saya seringkali mengayuh sepeda dengan lambat. Saya ingin menikmati momen-momen terakhir saya dengan bersepeda mengelilingi area kampus dan asrama. Sambil membayangkan “Apakah saya bisa kembali kesini lagi? Bisakah?”
Pertanyaan itu penuh dengan misteri. Ya, saya tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan.

Bersamaan dengan postingan ini, saya ingin sekali berterima kasih untuk seluruh keluarga Goettingen yang sudah banyak membantu saya. Keluarga PPI Goettingen kalau boleh saya rating untuk tingkat kekeluargaan dan tolong-menolong, saya beri bintang lima deh!
Mungkin ini juga yang bikin saya betah di Goettingen, hidup bersama para perantau yang jauh dari keluarga inti, sehingga mereka membentuk keluarga baru di Goettingen 🙂

Saya bersyukur menjadi bagian dari keluarga PPI Goettingen, saya juga berterima kasih kepada Erasmus Mundus yang telah memberikan saya beasiswa penuh untuk exchange program selama di Eropa. Sebuah kesempatan yang tidak bisa saya nilai harganya dengan uang, kesempatan yang tentu banyak mengubah hidup saya. 🙂

Jam 6.45 sore saya pun meninggalkan Jerman dari bandara Hanover, tiba di Amsterdam Schipol Airport jam 7.45, lalu naik penerbangan berikutnya menuju Kuala Lumpur, dan berakhir di Jakarta.

Pulang sendiri itu rasanya enak-ga enak. Satu sisi, bisa ngelamun sendiri, tapi sisi lain, bikin galau dan jadi ga punya temen ngobrol. :'(

Hari berikutnya (25/07), jam 17.20 saya pun tiba di tanah air tercinta. Disambut oleh keluarga inti, Ayah,Mama, Inna dan Fathia, saya menitikkan air mata, sudah 1 tahun engga ketemu, ternyata sedih juga yah. Terasa bagaimana jadi anak rantau.
Bayangkan aja, 24 tahun saya tinggal di Bogor, dan tinggal bersama keluarga inti, dan belum pernah pergi keluar negeri dalam waktu lebih dari 6 bulan sendirian.
Dan akhirnya, saya diberikan pengalaman bagaimana menjadi anak rantau. Alhamdulilah.

Tugas saya belum berakhir, tiba di Indonesia, waktunya kembali ke dunia yang sesungguhnya, kembali melanjutkan studi s2, dan kembali mengabdi di IPB sebagai staf paruh waktu.

Beberapa hari terakhir ini saya mengalami masa-masa transisi. Terbiasa mengadopsi gaya hidup di Jerman, saya harus meng-adjust ulang gaya hidup saya seperti yang dulu. Disini, saya bisa merasakan betapa berbedanya negara maju dan negara berkembang. Keduanya ada plus-minusnya,masa-masa transisi ini saya rasakan saat hari raya Idul Fitri, untungnya saat libur, jadi saya bisa bersantai-santai sejenak, sebelum masuk ke aktivitas biasa.

Now, I’m in my house. I’m back as Bogorian.
Welcome Home, Annisa!
10463023_10202948905297010_7616962761053711830_n

At Soetta Airport with my sisters

  • Welcome home ya kaka 🙂

    Selamat melanjutkan kontribusi terbaik kembali buat Indonesia :3

    • ceritadarikotahujan

      Terima kasih fiya,
      amiiin.. insha Allah.

      salam,
      Nisa

  • kalau ada mahasiswa wanita menginspirasi di IPB. w bakal 100% pilih lw ter. YAKIN!!!

    • ceritadarikotahujan

      thanks Erikkkk~sukses kamuu di Spain! 😀

      • Sama-sama sampe ketemu next winter