Mengenang Masa Kecil di Dufan

 

” … Lihat indahnya dunia
Milik kita semua
Walau berbeda bangsa
namun satu sodara
Alangkah indah semua
Lautan luas
Angkasa luas
Gemah riang bumi pertiwi
Kamu harapan suci
Bahagia gembira semua
Satu tujuan kita
Milik kita semuanya
Hidup senang bersama
Damai bebas merdeka … “

 

Siapa sih yang engga tahu lagu ini?

Buat generasi 90an yang pernah ke Dufan, pasti minimal tau lagu ini..

Yup, ini adalah theme song Istana Boneka, salah satu wahana fenomenal di Dunia Fantasi (Dufan), Ancol. Lagu ini selalu terngiang-ngiang di otak saya setiap kali ingat Dufan.

Memori masa kecil pasti (more…)

Read More

Ramadhan ‘Musim Panas’ di Jerman : Buka Puasa dan Lebaran

Sekitar pukul 9 malam, saya mengayuh sepeda menuju Masjid Al-Iman, sebuah masjid kecil yang berada di sebuah jalan bernama Arndtstraße, kota Goettingen, Jerman. Langit pada pukul 9 malam masih belum sepenuhnya gelap gulita. Musim panas yang begitu terik dan kering di Eropa telah membuat waktu siang hari menjadi lebih panjang. Sehingga, waktu berpuasa pun ikut menyesuaikan. Berpuasa selama 19 jam dari jam 3 pagi hingga jam 10 malam memang cukup menguji fisik dan batin saya. Setelah beraktivitas di kampus seharian, rasanya kerongkongan ini ingin cepat-cepat melepas dahaga. Meskipun begitu, hal yang tak boleh dilupakan adalah mensyukuri nikmat Ramadhan yang Allah berikan, karena-Nya saya bisa mendapat kesempatan untuk merasakan bulan Ramadhan di Eropa.

Hari ini, (more…)

Read More

Ramadhan ‘Musim Panas’ di Jerman : Puasa 19 Jam

Goettingen_Marktplatz_Oct06

 

Sumber : Wikipedia

Langit semakin gelap menandakan waktu sudah berjalan menuju malam. Udara panas kering mengenai seluruh kulit tubuh. Suasana sudut kota Göttingen yang saya lewati dengan sepeda tua begitu tenang dan sepi. Waktu sudah menunjukkan pukul 9.30 sore. Musim panas di Eropa telah memperpanjang waktu terang (daylight), sehingga pukul 9.30 masih dikatakan sore. Langit akan resmi gelap gulita pada pukul 9.45. Saya mengayuh cepat-cepat sepeda tua berwarna ungu menuju supermarket terdekat karena jam 10 malam akan tutup.

Besok adalah hari yang spesial untuk saya, karena untuk kali pertama saya akan menjalankan ibadah puasa di negeri orang. Bulan Ramadhan kali ini cukup menantang bagi saya pribadi, karena bulan Ramadhan ini dijalankan pada musim panas di benua biru. Menurut informasi yang saya baca dari koran lokal setempat, ibadah puasa di Jerman akan dilakukan selama 19 jam dalam satu hari. Reaksi pertama saya adalah lama sekali!

Sewaktu saya kecil, saya pernah menonton tayangan berita dimana sang reporter sedang melakukan wawancara jarak jauh dengan orang Indonesia yang sedang studi di Belgia yang bertemakan Ramadhan di Eropa. Orang Indonesia tersebut bercerita bahwa dia melaksanakan sahur pada pukul 6 pagi dan berbuka puasa pukul 15.30 sore.

“Wow, enak sekali!” pikir saya yang masih bocah saat itu, kalau masih bocah bawaannya selalu ingin cepat berbuka setiap kali berpuasa di bulan Ramadhan, hehe. Karena singkatnya waktu berpuasa, saya bercita-cita suatu saat nanti saya ingin merasakan bulan Ramadhan di negara empat musim. Ternyata saya tidak sadar bahwa waktu Ramadhan itu terus berubah, sehingga waktu Ramadhan tidak selalu terjadi di musim dingin saja, tetapi mungkin juga terjadi di musim panas.

Cita-cita saya akhirnya terkabul (more…)

Read More